JANGAN KUATIR AKAN HIDUPMU

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MATIUS 6:25-33

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Mengapa kita perlu memandang burung-burung dan bunga bakung yang tumbuh di padang?
  2. Siapa yang dapat memperpanjang waktu hidupnya sesuka hati karena kekuatirannya?
  3. Burung-burung diberi makan oleh Bapa, bunga bakung didandani oleh Bapa juga, maka mengapa kita terus kuatir akan hidup kita?
  4. Apa yang terus dicari oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, Yesus mengatakan bahwa apa yang kita kuatirkan adalah segala yang dicari oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah.

Yesus berkata:

Matius 6:26 ”Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?”

Matius 6:28-30 ”Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?”

Saudara yang terkasih, kita memiliki Bapa di Sorga yang menjadi gembala bagi kita, dan kita juga memiliki seorang Gembala yang baik, yaitu Yesus.

Mazmur 23:1-6 ”TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.”

Yohanes 10:11-15 ”Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu. Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu. Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku.”

Saudaraku, dari ayat-ayat Firman Tuhan ini, kita bisa melihat bahwa kita memiliki Bapa di Sorga dan Gembala Agung di Sorga.

Oleh karena itu, perlukah kita mengkhawatirkan kehidupan kita?

Para rasul Yesus Kristus menulis tentang kekhawatiran.

Rasul Petrus mengatakan:

1 Petrus 5:7 ”Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.”

Rasul Paulus juga menuliskan kepada jemaat di Filipi:

Filipi 4:6 ”Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.”

Jangan biarkan keinginanmu menjadi sumber pencobaan, melainkan ubahlah menjadi doa dan permohonan dengan pengucapan syukur.

Kuasa dari pengucapan syukur adalah memberikan perubahan luar biasa.

Keinginan dapat mendatangkan pencobaan, namun dengan pengucapan syukur keinginan mendatangkan:

Filipi 4:7 ”Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.”

Oleh karena itu, marilah terus memandang kepada Yesus, Gembala yang baik, yang telah memberikan nyawa-Nya bagi kita, domba-dombanya.

Roma 8:32 ”Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?”

Gembala kita adalah Bapa dan Anak-Nya, Yesus Kristus, yang membimbing kita saat ini oleh Roh Kudus-Nya.

Haleluya, puji Tuhan, Amin!

Mengapa banyak anak-anak Tuhan sering merasa kesepian, seperti tidak ada yang memperhatikan hidup mereka?

Pembacaan Alkitab Setahun

2 Tawarikh 18-20