JEMAAT YANG BERBAGI HIDUP

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MATIUS 6:9-13

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Bagaimanakah seseorang dapat menguduskan nama Tuhan?
  2. Apakah yang dimaksud dengan lepaskanlah kami dari yang jahat?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Bagi orang yang bukan Atheis, yaitu mereka yang percaya bahwa Allah itu ada.

Maka umumnya mereka bersepakat bahwa Allah itu ada di sorga.

Tetapi pandangan tiap-tiap agama terhadap Allah, ternyata berbeda.

Orang Hindu melihat Allah itu sebagai Pribadi yang satu dan dipuja dengan berbagai cara dan jalan berdasarkan etika.

Sedangkan agama Budha tidak terlalu menekankan peran Tuhan sebagaimana halnya agama-agama besar lainnya, tetapi mereka juga tidak mengganggap Sang Budha sebagai Tuhan.

Sebaliknya, Kekristenan justru memiliki penjelasan yang sangat kaya tentang Siapa Allah.

Dia adalah Allah Pencipta, Allah yang adalah Kasih, juga Allah yang menyatakan diri-Nya sebagai Bapa Yang Kekal, Yesus sebagai Putera Tunggal Bapa dan Allah Roh Kudus.

Bagi orang yang belum percaya dan bagi orang Kristen baru, konsep Allah seperti ini tentu tidak mudah dipahami.

Itulah sebabnya dalam doa yang Tuhan ajarkan, maka kalimat pertama didahului dengan: “Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.”

Jika dikatakan “Datanglah Kerajaan-Mu”, lalu seperti apakah perwujudan Kerajaan Allah yang hadir di bumi, siapa kah yang akan menghadirkan Kerajaan Allah dan apa dampak dari kehadiran Kerajaan Allah.

Roma 14:17 ”Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.”

Ayat di atas sangat jelas menyatakan bahwa Kerajaan Allah adalah tentang: kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

Sehingga ketika kita memohon agar Kerajaan Allah datang, maka kita harus dengan sadar untuk mau hidup dalam kebenaran: mau taat dan setia pada tuntunan dan arahan Tuhan bagi hidup kita.

Mau melakukan setiap kebenaran Firman yang kita pahami.

Ketika kita membaca Firman dan ditegur oleh Firman Tuhan, kita mau segera bertobat.

Ketika dinasehati oleh Firman, misalnya nasehat untuk saling mengampuni, kita mau segera mengampuni orang yang bersalah dengan kita.

Itu semua adalah cara praktis untuk kita hidup dalam kebenaran dan jika tidak ada dosa yang disembunyikan, niscaya akan ada damai sejahtera dan sukacita Roh Kudus dalam kehidupan kita.

Dan jika lebih banyak umat Tuhan bersama-sama memiliki sikap seperti ini, maka kemuliaan Kerajaan Allah akan semakin dirasakan oleh lingkungan dimana umat Allah berada.

Saudara, dalam kelompok pemuridan ceritakan pengalamanmu dalam mentaati Firman dan apa yang engkau rasakan setelah bersedia melakukan perintah Tuhan.

Pembacaan Alkitab Setahun

1 Tawarikh 3-5