ANTUSIAS MENGERJAKAN PANGGILAN TUHAN

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

ROMA 12:11-14

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang tidak boleh kendor?
  2. Apa yang harus terus dinyalakan?
  3. Apa yang seharusnya kita lakukan terhadap orang-orang kudus yang kekurangan?
  4. Apa yang harus kita lakukan kepada orang-orang yang menganiaya kita, dan apa yang tidak boleh dilakukan?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, Rasul Paulus mendorong jemaat Roma untuk saling mengasihi.

Kasih tersebut bukan dilakukan dengan pura-pura, melainkan dikerjakan dengan semangat dan hati yang antusias.

Dengan demikian, setiap orang yang menerima kasih benar-benar dapat merasakan dan menikmati pemberian kasih tersebut.

Rasul Paulus juga menganjurkan agar setiap jemaat hidup dalam suatu pekerjaan baik yang telah dipersiapkan Allah bagi dirinya.

Efesus 2:10 ”Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.”

Allah memiliki proyek besar dan ingin merekrut seseorang.

Dia menebus kita dengan harga yang mahal, membekali kita dengan bakat, menganugerahi karunia rohani, dan bahkan menganugerahi jawatan dalam gereja Tuhan.

Allah menginginkan kita hidup dalam proyek yang telah Dia siapkan.

Dia ingin setiap orang yang dipilih-Nya memahami keberadaan diri-Nya, mengenali bakat dan karunia rohani yang dimiliki, serta memahami tanggung jawab jika dianugerahi jawatan rohani.

Proyek besar Tuhan adalah membangun Kerajaan Allah di bumi ini.

Kita sebagai orang percaya dipilih oleh Tuhan untuk melaksanakannya.

Kita diperintahkan untuk menjadikan seluruh bangsa menjadi murid Kristus.

Perintah ini dikenal sebagai Amanat Agung Kristus. Tuhan menginginkan agar seluruh bangsa menjadi murid Kristus.

Tuhan membentuk jemaat atau gereja-Nya sebagai tubuh Kristus untuk melaksanakan tugas ini.

Sekelompok orang percaya kepada Yesus Kristus telah mulai melaksanakan tugas ini dengan menjadi saksi dan memberitakan Injil Kerajaan Allah yang dilakukan secara pribadi ke pribadi atau melalui mimbar kepada sekelompok orang.

Mereka melakukannya dengan penuh semangat dan antusias, sesuai dengan bakat dan karunia roh yang dimiliki.

Yesus mengutus murid-muridNya untuk pergi memberitakan Injil Kerajaan Allah.

Matius 10:7-10 ”Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma. Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.”

Lukas 10:2-4 ”Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapapun selama dalam perjalanan.”

Saudara, dari dua bagian firman ini, kita dapat memahami tugas yang diberikan Yesus kepada murid-murid-Nya, yaitu pergi memberitakan Injil.

Mereka juga diperintahkan untuk meminta kepada tuan yang empunya tuaian untuk mengirimkan pekerja yang akan melakukan penuaian.

Yesus memiliki dua kelompok murid.

Tujuh puluh murid diutus berdua-dua untuk mendahului Yesus ke tempat-tempat yang akan dikunjungi Yesus.

Kelompok murid lainnya adalah dua belas murid yang dikelompokkan sebagai rasul-rasul Yesus Kristus karena telah bersama-sama dengan Dia sejak memulai pelayanan-Nya.

Jika mereka diperintahkan untuk meminta pekerja kepada tuan pemilik tuaian, maka darimana lagi pekerja-pekerja itu akan datang?

Perintah Yesus untuk meminta penuai-penuai dimulai dengan para murid memberitakan Injil di tempat mereka berada dan membuat para petobat baru menjadi murid-murid yang akan menjadi pekerja.

Perintah itu diberikan agar para murid memuridkan orang-orang yang mereka temui atau orang-orang damai yang mereka temukan, yang kemudian dijadikan murid Kristus.

Pada saat itu, kelompok murid-murid Yesus belum ada di tempat lain, sehingga Tuhan Allah mengutus mereka untuk membantu para murid yang berdoa.

Murid-murid diutus untuk memuridkan agar para murid baru dapat ditugaskan lagi sebagai penuai atau pekerja yang bersaksi dan memberitakan Injil Kerajaan pada generasi berikutnya.

2 Timotius 2:1-4 ”Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus. Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain. Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.”

Tuhan Yesus menginginkan agar seorang murid yang diutus pergi untuk memberitakan Injil tetap semangat dalam menemukan petobat-petobat baru.

Petobat-petobat baru ini berasal dari kalangan orang damai dalam masyarakat, yaitu orang-orang yang telah dipilih oleh Allah.

Orang-orang pilihan Allah ini adalah orang-orang yang ketika mereka mendengar Firman Allah mengenai Injil Keselamatan, mereka menjadi percaya, bertobat, dan menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan Tuhan.

Selanjutnya, mereka dibaptis dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus, serta diajarkan agar dapat bersaksi dan memberitakan Injil Kerajaan kepada orang lain.

Mereka juga dimuridkan untuk memuridkan orang-orang hasil pekabaran Injil yang telah mereka lakukan, sehingga terus terjadi pemuridan generasi ke generasi baru yang terus memuridkan.

Rasul Paulus memahami ajaran yang diberikan oleh Yesus Kristus kepada murid-muridnya, seperti yang dicatat dalam Matius dan Lukas.

Bahkan, setelah melaksanakan ajaran tersebut, Rasul Paulus mengajarkannya kepada Timotius, anak rohaninya.

Dalam rangka menjadikan semua orang sebagai murid Kristus, perintah untuk saling mengasihi memiliki relevansi yang besar dalam kehidupan sehari-hari para murid Kristus.

Perintah ini sebaiknya dijalankan dengan antusias, agar orang yang menerima perbuatan kasih dapat merasakannya, mendapatkan pengajaran dan memiliki pengetahuan yang baik untuk dikerjakan.

Setiap murid dapat mengerjakan panggilan ini dengan antusias. Haleluya, Puji Tuhan, Amen!

Mengapa tidak semua orang percaya dapat disebut murid Kristus?

Pembacaan Alkitab Setahun

Imamat 26-27