APAKAH KITA MELIHAT KEAJAIBANNYA?

Penulis : Aris Handoko

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MAZMUR 40:1-10

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapakah orang yang disebut berbahagia?
  2. Apakah ada yang dapat disejajarkan dengan Tuhan?
  3. Hal apakah yang memperkenan dan tidak memperkenan hati Tuhan?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, pernahkah Saudara memperhatikan anak kecil dengan semangatnya untuk melihat dan menceritakan hal-hal baru?

Anak kecil bisa mengagumi hal-hal yang menurut orang dewasa biasa saja.

Contohnya ketika mereka melihat hewan-hewan di kebun binatang, mengamati daun dan bunga beraneka jenis, mengejar kupu-kupu, atau memandang bintang.

Lihatlah bagaimana anak kecil dengan pandangan mata berbinar memanggil-manggil bahkan memaksa orang tuanya untuk ikut melihat hal yang ajaib bagi mereka.

Mungkin itu sebabnya Tuhan menyuruh kita untuk menyambut kerajaanNya seperti seorang anak kecil -Markus 10:15.

Kira-kira kita lebih sering memposisikan diri sebagai anak kecil yang bersemangat atau orang dewasa yang menanggapi seadanya dan biasa saja?

Daud berkata, “Banyaklah yang telah Kaulakukan, ya Tuhan Allahku, perbuatanMu yang ajaib dan maksudMu untuk kami. Tidak ada yang dapat disejajarkan dengan Engkau! Aku mau memberitakan dan mengatakannya, tetapi terlalu besar jumlahnya untuk dihitung.” (Mazmur 40:6).

Kita tahu bahwa bersaksi adalah bagian dari roda pertumbuhan rohani.

Namun, banyak orang Kristen yang ragu-ragu untuk bersaksi karena menunggu harus ada “peristiwa besar” untuk disaksikan.

Akhirnya kita menjalani hidup sehari-hari dengan biasa saja.

Bahkan seringkali kita bingung harus bicara apa ketika diberi kesempatan untuk bagi berkat di persekutuan atau kelompok PA.

Bagaimana kalau kita mulai memikirkan udara yang bisa kita hirup dengan bebas karena paru-paru kita sehat dan bisa bekerja secara otomatis bahkan tanpa diperintahkan?

Bagaimana dengan kasih dan perhatian yang ditunjukan oleh keluarga atau orang lain melalui kebaikan-kebaikan “kecil” sehari-hari?

Bagaimana dengan ayat sederhana yang tiba-tiba teringat dan membuat kita berhenti mengeluh?

Sesungguhnya banyak sekali peristiwa ajaib di sekitar kita, yang Allah kerjakan di dalam kita yang tidak kita sadari.

Ada istilah dalam bahasa Inggris yang menyatakan hal ini, yaitu “Take it for granted”, yang artinya “Anggap sebagai gratisan” yang dampaknya tidak mensyukuri keberadaan seseorang atau sesuatu karena kita berpikir itu adalah sesuatu yang wajar dan akan selalu ada.

Orang seringkali tidak sadar betapa berharganya udara yang bebas dia hirup sampai ia mengalami sakit dan kesulitan bernafas.

Orang tidak sadar betapa berharganya seseorang sampai ia terpisah jauh.

Mari Saudara, kita meminta kasih karunia Tuhan untuk membuka mata kita sehingga kita bisa melihat dan mengalami keajaibanNya dalam hidup kita sehari-hari seperti seorang anak kecil.

Barulah saat itu kita bisa berkata seperti Daud, bahwa sungguh perbuatan Allah yang ajaib itu tidak bisa terhitung dan semangat untuk menceritakannya akan mengalir.

Setiap tindakan penyembahan kita, bukan menjadi korban bakaran yang biasa tapi mengalir dari hati yang kagum dan rindu kepadaNya.

Diskusikanlah dengan keluarga atau komunitas Saudara tentang hal-hal ajaib yang seringkali terlupakan dan mulailah menunjukkan penghargaan atas hal tersebut.

Pembacaan Alkitab Setahun

Wahyu 17-19