KERAJAAN IMAN DAN BANGSA YANG KUDUS

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

KELUARAN 19:3-6

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah Keluaran 19:6.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah janji Tuhan kepada bangsa Israel jika mereka sungguh-sungguh mendengarkan Firman Tuhan dan berpegang pada perjanjian Tuhan?
  2. Selain hal diatas menjadi apakah bangsa Israel menurut janji Tuhan?
  3. Perjanjian antara siapakah yang diterima oleh Musa?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Perjanjian antara Allah dan bangsa Israel yang disampaikan oleh Musa di gurun Sinai menjadikan bangsa Israel menjadi harta kesayangan Tuhan sendiri dari antara segala bangsa, mereka juga menjadi kerajaan imam dan menjadi bangsa yang kudus.

Namun karena ketidakpercayaan bangsa Israel, tepatnya ketidaktaatan bangsa Israel maka Allah juga memanggil dan mengatakan kepada bangsa-bangsa lain termasuk kita.

”Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.” (1 Petrus 2:9-10).

Kita berperan sebagai imamat yang rajani, yaitu imam-imamnya Tuhan yang berkerajaan dan pastikan bahwa sebagai seorang imam kita memahami dan menjalankan tugas kita seperti seorang imam dalam Perjanjian Lama:

  1. Pastikan bahwa lampu pada kandil bercabang 7 selalu menyala dimana sumbunya tetap bersih, dimana jiwa dan hati kita selalu bersih dan tahir dari dosa dan kehidupan duniawi, mau dikoreksi, mau belajar dan bebas dari ganjalan-ganjalan dan konflik batin sehingga roh kita selalu menyala-nyala;
  2. Pastikan ada mezbah dupa berisi ukupan yang harum saat dibakar. Kita memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan lewat doa, pujian dan penyembahan dan persembahan hidup kepada Tuhan sehingga kita selalu mengalami realita kehadiran Tuhan;
  3. Pastikan bahwa ada roti sajian yang selalu diganti dari roti yang lama menjadi roti yang baru. Kita memiliki kehidupan yang merenungkan Firman Tuhan dan mendengar suara Tuhan, kita hidup bukan dari roti saja tetapi dari setiap Firman yang keluar dari mulut Allah, dengan demikian kita benar-benar hidup oleh iman dan iman itu yang selalu membawa kita kepada kemenangan.

Dengan memastikan kehidupan dan tugas imam itu selalu kita lakukan maka kita akan mengalami serta menikmati kekudusan Tuhan setiap saat.

Hal inilah yang menjadikan kita sebagai bangsa yang kudus.

Ketika tugas imam-imam yang berkerajaan itu hidup di dalam kita, maka perbuatan yang besar dari Tuhan akan kita ceritakan kepada dunia ini karena kita selalu mengalami Tuhan di dalam kerajaan-Nya.

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana fungsi dan tugas seorang imam dipastikan selalu berfungsi dalam kehidupan saudara.

Pembacaan Alkitab Setahun

Wahyu 1-3