ALLAH YANG LEBIH DAHULU MENGASIHI

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 YOHANES 4:7-11

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Dalam hal apa kasih Allah dinyatakan?
  2. Apakah kasih itu?
  3. Apakah respon kita kepada kasih Allah?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.” (1 Yohanes 4:10).

Menurut ayat di atas ada dua hal yang dilakukan Allah untuk menyatakan kasih-Nya kepada manusia yang berdosa, yaitu mengutus anak-Nya dan mendamaikan manusia berdosa.

Jadi kasih Allah itu adalah tindakan sepihak Allah untuk turun tangan memulihkan hubungan manusia dengan Allah.

Orang berdosa tidak mungkin bertemu Allah, oleh karena itu Tuhan yang turun menyelamatkan manusia dari dosa.

Bukan manusia yang memilih Allah, tetapi Allah yang memilih manusia.

Yohanes 15:16a “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu”.  

Saudara, kalau kita mendalami kasih Allah kepada manusia, maka kita akan menemukan pendamaian,  pengorbanan dan pengampunan.

Pengampunan menjadikan manusia dapat berdamai dengan Allah. Pengampunan dilakukan dengan mengorbankan Anak-Nya yang tunggal. 

Pengampunan selalu berkaitan dengan pengorbanan atau penumpahan darah.

Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan(Ibrani 9:2).

Tujuan kedatangan Tuhan Yesus sangat jelas, untuk mendamaikan manusia berdosa dengan Allah melalui pengorbanan-Nya di kayu salib.

Saudara, karena kita telah menerima kasih Allah, maka lahirlah keinginan kita untuk membalas kasih Allah.

Sekalipun kasih Allah tidak akan dapat kita balaskan, tetapi kita dapat melayani Tuhan dan memberikan  yang terbaik sebagai bukti kasih kita kepada Allah.

Ketaatan kita kepada Allah adalah bukti kasih yang nyata kepada Allah.

Kasih Allah identik dengan pengampunan dosa.

Oleh karena itu, saudara juga harus berlimpah dengan pengampunan dosa kepada setiap orang yang bersalah kepada kita.

Orang Kristen seharusnya adalah orang-orang yang mudah mengampuni dan tidak mudah sakit hati.

Diskusikan dalam kelompok PA, bagaimana caranya kita memiliki hati yang penuh dengan pengampunan.

Pembacaan Alkitab Setahun

Titus-Filemon