MENGALAHKAN DUNIA

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 YOHANES 5:1-5

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapa yang lahir dari Allah?
  2. Jika seseorang mengasihi Yesus, maka dia juga mengasihi siapa?
  3. Apa tandanya bahwa seseorang mengasihi anak-anak Allah?
  4. Siapakah yang dapat mengalahkan dunia?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, firman Tuhan menyatakan bahwa kita adalah pemenang karena Yesus Kristus telah menang mengalahkan dosa dan kerajaan maut.

Oleh karena itu, rasul Paulus menyatakan dalam tulisannya kepada Jemaat Roma dan jemaat Korintus:

Roma 8:37 “Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.”

1 Korintus 15:57 “Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.”

1 Yohanes 5:4-5 “sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?”

Iman kita merupakan iman anak Allah yang telah tinggal di dalam kita.

Rasul Paulus mengatakan kepada Jemaat di Efesus:

Efesus 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.”

Galatia 2:20 “namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.”

Saudara, kematian dan kebangkitan Yesus Kristus adalah kemenangan sehingga Tuhan Yesus dapat merebut kembali kuasa adam yang dicuri oleh iblis di taman Eden dahulu.

Yesus berkata:

Matius 28:18 “Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.”

Oleh kemenangan Yesus Kristus di atas Salib dan kebangkitanNya, maka Dia mengeluarkan amanat agung Kristus yang memerintahkan orang percaya untuk pergi memberitakan Injil Kasih Karunia yaitu Injil yang medatangkan keselamatan.

Rasul Paulus menyatakan kepada jemaat Roma bahwa Injil adalah kabar baik yang menyelamatkan orang percaya.

Roma 1:16-17 “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.”

Berita Injil adalah kekuatan Allah atau kuasa Allah yang mampu menyelamatkan orang yang percaya atau orang yang beriman. Tuhan Allah sangat menghargai iman percaya kita.

Penulis Ibrani menyatakan dengan jelas mengenai iman:

Ibrani 10:38 “Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya.”

Ibrani 11:1 “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.”

Ibrani 11:6 “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.”

Anak-anak Allah adalah orang yang hidup beriman kepada Allah, karena itu mereka disucikan dan dibenarkan oleh Allah. Yesus pernah berkata mengenai iman orang percaya:

Matius 9:20-22 “Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya. Karena katanya dalam hatinya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: “Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.” Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu.”

Iman perempuan itu menyebabkan kuasa kesembuhan dari Yesus mengalir menyembuhkan dia.

Matius 9:27-30 “Ketika Yesus meneruskan perjalanan-Nya dari sana, dua orang buta mengikuti-Nya sambil berseru-seru dan berkata: “Kasihanilah kami, hai Anak Daud.” Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: “Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?” Mereka menjawab: “Ya Tuhan, kami percaya.” Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: “Jadilah kepadamu menurut imanmu.” Maka meleklah mata mereka. Dan Yesuspun dengan tegas berpesan kepada mereka, kata-Nya: “Jagalah supaya jangan seorangpun mengetahui hal ini.”

Iman kedua orang buta itu menggerakkan Yesus untuk menyembuhkan mereka.

Yesus pernah juga mengatakan bahwa iman orang percaya bisa menghasilkan mujizat:

Markus 11:21-24 “Maka teringatlah Petrus akan apa yang telah terjadi, lalu ia berkata kepada Yesus: “Rabi, lihatlah, pohon ara yang Kaukutuk itu sudah kering.” Yesus menjawab mereka: “Percayalah kepada Allah! Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya. Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.”

Saudara, rasul Yakobus pernah berkata dalam surat yang ditulisnya:

Yakobus 1:6-8 “Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.”

Jadi saudara, beriman kepada Tuhan Allah merupakan gaya hidup yang diperkenan oleh Bapa, Yesus dan Rasul Paulus telah menuliskan mengenai kekuatiran yang merupakan tanda dari ketiadaan iman.

Matius 6:31-34 “Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”

Filipi 4:6 “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.”

Saudara, rasul Paulus menyetakan bahwa ketika kita memohon, tidak ragu, tetapi telah bersyukur karena percaya bahwa Bapa mengabulkan doa kita ketika kita berdoa dan mengucapkan syukur di dalam nama Yesus.

Yohanes 14:12-14 “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.”

Iman mengakibatkan kita menjadi lebih dari pemenang yang mengalahkan dunia sehingga hidup kita dipakai oleh Allah untuk melanjutkan kemenangan Yesus Kristus. Tuhan menganugerahkan kepada kita untuk mengerjakan pekerjaan yang Yesus pernah lakukan, bahkan lebih besar dari yang Yesus kerjakan dan Tuhan tidak keberatan kalau kita melakukan yang lebih besar dari yang Yesus kerjakan.

Adakah orang percaya melakukan yang lebih besar dari yang Yesus kerjakan?

Yesus membangkitkan empat orang yang mati, sedangkan Smith Wigleswort membangkitkan sebelas orang dalam pelayanannya.

Rasul Paulus sering masuk penjara Yesus hanya sekali menjelang kematian-Nya.

Paulus dikejar hewan liar dan buas, sedangkan Yesus tidak pernah. Paulus mengalami beberapa kali karam kapal, sedangkan Yesus berjalan di atas air.

Yesus berkhotbah di depan lima ribu orang, Reinhard Bonnke berkhotbah di depan jutaan orang, dan lain-lain.

Iman membuat Tuhan Allah, Bapa, Yesus Kristus berkenan kepada doa kita saat memohon sesuatu di dalam nama Yesus Kristus.

Karena itu kita ditetapkan sebagai anak Allah yang mengalahkan dunia seperti yang dikatakan oleh rasul Yohanes dalam ayat-ayat firman Tuhan di atas.  

Haleluya, Puji Tuhan, Amen!

Mengapa sering anak-anak Tuhan yang mengaku orang percaya dan sudah lahir baru,  ketika berdoa bagi orang sakit, orang itu tidak sembuh?

Pembacaan Alkitab Setahun

1 Tesalonika 1-5