PERJUMPAAN DENGAN TUHAN YANG MENGUBAHKAN

Penulis : Bernard Tagor

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

KISAH PARA RASUL 26:12-18

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang Paulus dan teman-temannya lihat dalam perjalanan mereka di tengah hari bolong?
  2. Ketika rebah ke tanah, apa yang Paulus dengar? Dan apa jawaban Paulus?
  3. Siapa yang mengutus Paulus kepada bangsa-bangsa lain?
  4. Apa saja tugas-tugas Paulus ketika dia di utus? (ayat 18)
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara pada umumnya ketika seorang “terdakwa” di perhadapkan dengan situasi pengadilan, maka yang dirasakan oleh “terdakwa” tersebut adalah ketakutan, kecemasan, bahkan karena takut akan dihukum berat cenderung untuk  tidak berkata jujur atau berkata terus terang di depan mahkamah agar mendapat hukuman yang seringan mungkin.

Paulus juga mengalami tekanan namun Paulus justru menceritakan dengan jelas mengenai apa yang diperbuat Tuhan dalam hidupnya menjadi suatu kesaksian.

Pembacaan Alkitab kita diatas menerangkan bahwa Paulus yang sudah beberapa hari dipenjara, tanpa diadili atas tindakan “salah” yang tidak dilakukannya dengan sangat berani memberi penjelasan tentang kehidupan lamanya di depan Raja Agripa, yang mana dahulu Paulus sangat membenci pengikut Tuhan Yesus.

Apa yang membuat Paulus berani menceritakan tentang siapa dia dahulunya? Ternyata perjumpaan dengan Tuhanlah yang menjadi titik balik atau “turning point” Paulus menjadi orang yang berani.

Bahkan karena keberanian Paulus menceritakan tentang pertobatannya di depan Raja Agripa, menurut Kisah Para Rasul 26:28 ”Jawab Agripa: “Hampir-hampir saja kau yakinkan aku menjadi orang Kristen!”

Tidak semua kita mengalami hal yang sama seperti Paulus, mengalami perjumpaan dengan Tuhan secara supranatural.

Jadi bagaimana caranya untuk mengalami perjumpaan dengan Tuhan? Jawabannya sederhana, bacalah Firman Tuhan secara rutin, renungkanlah Firman itu siang dan malam, mintalah hikmat dan wahyu, agar Tuhan menyingkapkan rahasia Firman yang kita baca.

“Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan didalam hatimu” (Roma 10:8b).

Tujuan hidup kita berubah adalah agar Nama Tuhan di permuliakan melalui cara hidup kita, sehingga karena hidup kita yang berubah banyak orang-orang di sekitar kita menjadi percaya kepada Yesus.

Diskusikan dalam komunitasmu, apakah hidup kita sudah berubah kearah yang lebih baik? dan apakah hari-hari ini hidup kita menjadi lebih sungguh-sungguh mengikut Tuhan? Jika belum, maka alamilah perjumpaan dengan Tuhan secara pribadi. Karena Yesuslah yang sanggup mengubah karakter serta hidup kita.

Pembacaan Alkitab Setahun

Yohanes 5-6