MENJADI SAKSI DALAM PERSEKUTUAN DENGAN BAPA

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 YOHANES 1:1-4

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah yang dimaksud dengan Firman Hidup?
  2. Rasul Yohanes mengatakan bahwa dia telah melihat hidup, apakah maksudnya?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Rasul Yohanes sebagai penulis Kitab 1 Yohanes adalah satu-satunya rasul yang meninggal di usia tua.

Menulis lima kitab dalam Perjanjian Baru, Yohanes adalah penulis paling produktif setelah Rasul Paulus.

Kitab kiriman 1, 2 dan 3 Yohanes berbeda dibandingkan dengan Injil Yohanes terlebih dengan Kitab Wahyu yang juga ditulis oleh Yohanes.

Kitab kiriman 1, 2 dan 3 Yohanes seperti ditulis oleh seorang bapak kepada anak-anaknya.

Bapak yang penuh kasih, bapak yang ingin agar anak-anaknya bertumbuh dewasa, memiliki hubungan atau persekutuan yang erat dengan Allah Bapa.

Dan memiliki hubungan yang erat dengan Allah Bapa itulah yang akan menyebabkan kita sebagai anak-anak Allah akan bertumbuh dengan benar dalam kasih dan anugerah-Nya.

Dalam Alkitab tertulis berulang kali agar kita umat Tuhan menjadi saksi bagi orang-orang yang belum percaya.

Menjadi saksi antara lain dengan memberikan testimoni kita atau menceritakan pengalaman hidup kita kepada orang lain.

Pengalaman hidup yang bagaimanakah? Tentu bukan pengalaman hidup yang dibuat-buat agar testimoni kita tampak indah didengar.

Tetapi pengalaman hidup yang otentik, asli, pengalaman hidup yang berkemenangan yang dihasilkan dari kehidupan yang intim bersama dengan Allah pencipta.

Jadi bersaksi tidak harus menceritakan Injil, tetapi kita juga bisa menceritakan pengalaman bagaimana Tuhan menolong kita dari kegagalan usaha, dari kebiasaan buruk, dari kesulitan dalam menempuh studi.

Pengalaman-pengalaman yang otentik, apa adanya ketika itu diceritakan, kadang dampaknya justru lebih besar kepada para pendengar dibandingkan ketika orang mendengarkan khotbah di gereja.

Mengapa demikian, karena pengalaman seseorang yang mengalami pergumulan dalam bidang apa pun dan ketika dia mendapatkan pencerahan atau solusi atas persoalannya sebagai hasil dari persekutuan yang intim dengan Tuhan.

Maka orang yang mendengar akan melihat dan menyadari bahwa Allah adalah Allah yang hidup, Allah yang berkuasa, Allah yang mendengar seruan umat-Nya.

Saudara, dalam kelompok pemuridan ceritakan pengalamanmu, mengalami pertolongan Tuhan dalam bidang apa pun.

Pembacaan Alkitab Setahun

Yohanes 1-2