MENGABARKAN BERITA DAMAI

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YESAYA 52:6-9

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapa yang akan mengenal nama Allah dan mengetahui bahwa Allah berfirman?
  2. Siapa yang terlihat indah dari puncak bukit?
  3. Siapa yang bersorak-sorai ketika Allah kembali ke Sion?
  4. Apa yang Tuhan lakukan ketika Dia menghibur umatNya?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, ketika bangsa Israel terbuang ke Asyur, orang Yahudi terbuang ke Babylonia, dan rumah Tuhan di Israel dirobohkan, bangsa itu sangat menderita karena perbuatan mereka yang sangat menyakiti Tuhan.

Berulangkali Tuhan mengutus hamba-Nya, para nabi, untuk menyampaikan pesan Tuhan yang menyatakan diri-Nya murka atas bangsa itu.

Israel sebagai bangsa pilihan Tuhan, tidak menghargai Tuhan yang telah menyatakan kasih-Nya kepada bangsa Israel.

Sejak bangsa itu keluar dari Mesir, Tuhan terus menyatakan kasih-Nya yang sangat besar karena janji-Nya kepada Abraham, Ishak dan Yakub, nenek moyang bangsa itu.

Israel memperlihatkan kepada Tuhan bagaimana mereka sebagai suatu bangsa yang tegar tengkuk, bandel, tidak menghormati Tuhan dan tidak memperlihatkan rasa takut-Nya kepada Tuhan.

Mereka cenderung menganggap Tuhan sebagai teman yang kurang berharga.

Mereka sangat tidak menghormati-Nya. Setelah mereka berdiam di tanah Kanaan, mereka menikmati indahnya tanah itu.

Mereka menikmati kesuburan tanahnya dan menikmati kebaikan Tuhan yang memberikan kepada mereka tanah Kanaan yang penuh dengan susu dan madu.

Keindahan tanah Kanaan, kesuburan dan hasil tanah yang melimpah, tidak membuat bangsa itu menjadi kagum dan menghormati Tuhan Allah yang sangat mengasihi mereka.

Bangsa Israel memperlihatkan sikap mereka yang seperti pemberontak.

Mereka kenal Tuhan itu, namun mereka tidak menghargai-Nya sebagai Tuhan yang sangat memperhatikan dan mengasihi mereka.

Seolah-olah bahwa Tuhan Allah Yahwe, sangat butuh bangsa itu sehingga mereka bersikap tidak menghargai dan tidak menghormati Tuhan.

Namun Tuhan sangat memperhatikan dan sangat mengasihi mereka karena Tuhan menghormati dirinya yang telah bersumpah dengan Abraham, Ishak dan Yakub.

Berabad-abad lamanya Israel memperlihatkan sikap mereka yang menaati Tuhan yang menjadi kewajiban karena ketakutan mereka kehilangan berkat Allah, bukan karena mereka segan dan menghormati Tuhan, sembari banyak orang Israel tetap saja tidak menghormati Tuhan Allah mereka, tetapi mereka tetap menyembah juga berhala-berhala yang membuat Tuhan itu murka.

Kedegilan hati bangsa itu menyebabkan Allah murka dan mengerahkan Kerajaan-kerajaan di sekitar mereka memperbudak dan menjajah mereka.

Ketika mereka sengsara, mereka berteriak minta tolong pada Tuhan dan Tuhan kembali mendatangkan berkat-Nya bagi bangsa itu.

Berulang-ulang hal itu terjadi karena memang Tuhan sangat mengasihi bangsa itu.

Tuhan murka ketika Raja Salomo menyembah berhala, oleh karena dia memperisteri perempuan-perempuan penyembah berhala.

Maka pada waktu anaknya menggantikan Salomo sebagai raja, maka Tuhan membagi dua bangsa itu.

Israel utara terdiri dari sepuluh suku bangsa Israel dengan ibu kotanya Samaria, dengan suku yang menjadi pemimpinnya adalah suku Efraim, anak Yusuf.

Israel selatan dikenal dengan daerah Yehuda dengan dua suku yaitu Benyamin dan Yehuda, dengan ibukotanya adalah Yerusalem.

Suku-suku Israel utara adalah suku-suku yang sangat tegar tengkuk yaitu mengerti di tolong Tuhan tetapi tidak pernah menghormati Tuhan Allah Israel.

Di Israel Selatan, masih ada beberapa rajanya yang menghormati Tuhan dengan membuang berhala-berhala dan merubuhkan tiang-tiang penyembahan berhala.

Mereka memerintahkan supaya rakyatnya menyembah Tuhan Allah Yahwe.

Israel utara sering juga disebut orang Samaria yang kemudian hari dikenal sebagai bangsa campuran antara bangsa Yahudi dengan orang-orang Asyur yang terdiri dari campuran banyak bangsa.

Setelah mereka dibuang ke Asyur dengan cara sebahagian suku-suku bangsa Yahudi tetap tinggal di Israel utara, dan orang-orang Asyur dipindahkan ke daerah Israel sehingga terjadi perkawinan antara bangsa Israel utara dengan orang asing dari Asyur.

Israel selatan karena pemberontakan bangsa itu, raja-raja yang juga ikut menyembah berhala dan ikut sujud menyembah dewa-dewi bangsa disekitar mereka, maka Tuhan murka dan mendatangkan raja Babel yang mengalahkan mereka dan kemudian membawa bangsa itu ke Babylonia sebagai tawanan selama tujuh puluh tahun.

Ketika pembuangan inilah, Yesaya bernubuat kepada bangsa itu. Yesaya menyampaikan kabar damai yaitu suatu kabar yang memberitahukan bahwa Tuhan Allah Yehuwa, sangat mengasihi bangsa itu dan Tuhan Allah Yahwe atau Yehuwa akan membawa pulang bangsa itu kembali ke Israel, dan akan terjadi bahwa Bait Allah itu akan dibangunkan kembali di Yerusalem.

Kabar baik ini dinubuatkan oleh nabi-nabi yang diutus Tuhan Allah Israel seperti Yesaya, Yeremia, Yehezkiel, Daniel dan lain-lain.

Ketika Bait Allah berdiri kembali dan Allah hadir di bait-Nya maka seluruh bangsa Israel yang hadir di Yerusalem setelah mereka kembali dari Babylonia, mereka bersorak-sorak memuji dan menyembah Tuhan Allah Israel yaitu Yahwe, yang oleh beberapa raja orang asing pernah diumumkan bahwa Tuhan Allah Israel adalah Tuhan yang harus dihormati dan tidak boleh di rendahkan kepada seluruh bangsa-bangsa di dunia.

Hal ini pernah dinyatakan oleh Nebukadnezar.

Daniel 4:37 ”Jadi sekarang aku, Nebukadnezar, memuji, meninggikan dan memuliakan Raja Sorga, yang segala perbuatan-Nya adalah benar dan jalan-jalan-Nya adalah adil, dan yang sanggup merendahkan mereka yang berlaku congkak.”

Daniel 6:26-28 ”Kemudian raja Darius mengirim surat kepada orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa, yang mendiami seluruh bumi, bunyinya: “Bertambah-tambahlah kiranya kesejahteraanmu! Bersama ini kuberikan perintah, bahwa di seluruh kerajaan yang kukuasai orang harus takut dan gentar kepada Allahnya Daniel, sebab Dialah Allah yang hidup, yang kekal untuk selama-lamanya; pemerintahan-Nya tidak akan binasa dan kekuasaan-Nya tidak akan berakhir. Dia melepaskan dan menolong, dan mengadakan tanda dan mujizat di langit dan di bumi, Dia yang telah melepaskan Daniel dari cengkaman singa-singa.”

Raja asing telah melihat kebesaran Tuhan Allah Israel melalui kesaksian dari Daniel, Sadrakh, Mesak dan Abednego.

Daniel juga telah menyampaikan kabar damai bagi bangsa Israel dan kepada kita juga pada zaman akhir ini.

Ketika kita membaca kitab Daniel, maka kita akan melihat dan bertambah pengenalan kita kepada Tuhan Allah Israel Yahwe itu dan kepada kita dibukakan lagi bagaimana kabar atau berita damai itu oleh para Rasul.

Kita mengenal Kasih Karunia-Nya yang besar melalui Yesus Kristus.

Kita melihat kasih karunia-Nya yang sangat besar melalui pengorbanan Yesus Kristus di Kayu Salib.

Lewat kematian-Nya, kebangkitan-Nya, kenaikan-Nya ke Sorga dan turun-Nya Roh Kudus, kita memperoleh bahwa kabar damai itu telah sampai pada kita.

Kita melihat lagi kabar baik yaitu Injil Keselamatan dan Injil Kerajaan Allah itu diwujudkan dalam kehidupan Gereja saat ini.

Haleluya, Puji Tuhan, Amen.

Apa penyebab begitu banyak kabar damai dan kabar baik tidak diketahui oleh orang banyak saat ini?

Pembacaan Alkitab Setahun

Matius 24-25