PENDERITAAN PAHLAWAN IMAN

Penulis : Aris Handoko & Team

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

IBRANI 11:24-40

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah sesungguhnya iman itu?
  2. Menurut Saudara mengapa tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah?
  3. Bagaimana contoh iman dari para pahlawan iman di Ibrani menginspirasi Saudara?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Mungkin kita pernah bertanya-tanya, mengapa ada orang yang sudah beriman tapi hidupnya begitu menderita, atau bahkan merasa kecewa karena merasa sudah beriman tapi nyatanya apa yang diimani belum juga terjadi, bahkan semakin jauh dari yang diharapkan.

Bila saudara pernah berpikir seperti itu, maka saudara tidak sendiri. Alkitab mencatat bagaimana para saksi iman juga mengalami penderitaan.

Jika kita baca dan perhatikan satu per satu, kita akan menemukan bahwa para pahlawan iman itu mengalami banyak hal yang berbeda oleh karena iman mereka.

Ada yang mengalami mujizat, ada juga yang disiksa, bahkan menderita sampai mati.

Hasil yang berbeda, namun komitmen, pengharapan, iman, dan upah mereka sama karena Allah memberikan kekuatan kepada setiap orang yang berseru kepadaNya.

Jadi, ternyata kita tidak bisa mengukur iman seseorang hanya dari peristiwa yang sedang dialaminya.

Oh, kalau doanya terjawab berarti lebih beriman.

Oh kalau dia diberkati secara finansial berarti lebih beriman. Oh, dia sakit-sakitan terus, mungkin karena kurang beriman.

Namun kita bisa belajar dari ayat 34 yang berkata, ”Mereka telah beroleh kekuatan dalam kelemahan, telah menjadi kuat dalam peperangan.”

Dari situ kita bisa belajar, bahwa bukan hak kita untuk menentukan seseorang beriman atau tidak.

Bahkan kita perlu belajar kalau bagaimana seseorang berproses dalam penderitaannya itulah yang terpenting.

Apapun penderitaan yang hari ini Saudara sedang alami, berfokuslah kepada karya Salib Kristus.

Yesus menderita bagimu, dan Dia menderita bersamamu.

Berikan dirimu untuk menjalani proses bersamaNya, dan kemudian lihatlah karyaNya yang mulia dalam hidup Saudara.

Diskusikanlah renungan hari ini dengan pembimbing saudara bagaimana Saudara bisa berproses dalam penderitaan yang dialami dengan memandang salib Kristus.

Pembacaan Alkitab Setahun

Yeremia 51-52