YESUS TAAT MENDERITA SAMPAI MATI

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

FILIPI 2:5-11

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah Filipi 2:8.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah hal yang dimiliki oleh Yesus yang tidak dipertahankan-Nya demi kepentingan kita?
  2. Apakah akibat yang dialami oleh Yesus ketika Ia tidak mempertahankan milik-Nya sebagai Allah?
  3. Penghargaan apakah yang Bapa berikan kepada Yesus ketika Ia taat menderita sampai mati?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Yesus telah memberikan teladan bagi kita bahwa kesetaraan yang dimiliki-Nya dengan Allah tidak dipertahankan-Nya dan dalam keadaannya sebagai manusia, Dia telah merendahkan diri dan taat sampai mati di kayu salib.

Dia taat terhadap panggilan sorgawi walaupun harus menderita bahkan mati.

Kita pun harus memiliki pikiran dan perasaan serta sikap yang dimiliki oleh Yesus dimana dalam penderitaan yang kita alami karena mengikut Yesus, kita tetap taat.

Kita harus memahami beberapa hal agar kita dapat hidup dalam ketaatan tersebut sehingga kita mati terhadap ambisi pribadi, keberhargaan duniawi, cita-cita pribadi dan mau mengikut Yesus apapun resikonya.

Hal yang pertama adalah bahwa kita harus tahu bahwa kita dianugerahkan oleh Allah bukan hanya untuk percaya kepada Dia tetapi menderita untuk Kristus.

”Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia,” (Filipi 1:29).

Hal yang kedua bahwa kita menderita bukan karena berbuat dosa melainkan karena hidup dalam kebenaran.

”Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah. Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.” (1 Petrus 2:20-21).

Dengan pemahaman yang benar terhadap penderitaan yang kita alami maka kita mau taat karena kita tahu hal tersebut merupakan kehendak Allah.

Apapun yang menjadi resiko dan konsekuensinya, mungkin bagi pekerjaan, bisnis, usaha, sekolah, kuliah dan hubungan terhadap orang lain juga rumah tangga tetapi kita tetap meneladani Yesus terlebih lagi dalam membangun rumah kabar baik.

”Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.” (2 Timotius 1:12).

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana dalam setiap penderitaan yang Tuhan kehendaki saudara tetap taat apapun resikonya.

Pembacaan Alkitab Setahun

Yeremia 35-37