DITETAPKAN SEBAGAI PEMBAWA KABAR BAIK

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YESAYA 40:9-11

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapakah yang disebut sebagai pembawa kabar baik?
  2. Seperti apakah Allah digambarkan?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Sejarawan Yahudi, Josephus, mengidentifikasi Sion adalah bukit di barat Yerusalem, di mana sebagian besar kota Yerusalam terletak pada masa itu.

Tetapi Sion juga sering digambarkan sebagai tempat kediaman Allah, misalnya seperti yang terdapat pada:

Yesaya 8:18 “Sesungguhnya, aku dan anak-anak yang telah diberikan TUHAN kepadaku adalah tanda dan alamat di antara orang Israel dari TUHAN semesta alam yang diam di gunung Sion.”

Perjanjian Baru mengajarkan bahwa tempat kediaman Allah adalah kita umat percaya.

1 Korintus 3:16 “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?”

Dengan analogi di atas, maka Sion juga dapat bermakna sebagai kita umat percaya.

Dan perintah Tuhan bagi Sion sangat jelas:

Hai Sion, pembawa kabar baik, naiklah ke atas gunung yang tinggi! Hai Yerusalem, pembawa kabar baik, nyaringkanlah suaramu kuat-kuat, nyaringkanlah suaramu, jangan takut! Katakanlah kepada kota-kota Yehuda: “Lihat, itu Allahmu!” (Yesaya 40:9).

Tuhan menghendaki agar Sion yang adalah kita umat percaya agar menjadi pembawa kabar baik dengan menyaringkan suara kuat-kuat.

Bisa bermakna, agar di manapun kita, maka kita harus bersaksi dengan tegas, berani bersikap berbeda dengan sekitar kita oleh karena kita memiliki Kristus yang adalah sumber dari Kabar Baik, yang kita inginkan saksikan atau proklamirkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dan menjadi saksi itu bisa dimulai dengan hal-hal yang konkret, kita menjaga hidup kita untuk dengan nilai-nilai Firman Tuhan: jujur, hidup dalam terang, saling mengasihi, menjauhi perbuatan daging seperti yang tertulis dalam Galatia 5:19-21 “percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora.”

Saudara, dalam kelompok pemuridan diskusikan bagaimana memulai sebagai pembawa kabar baik.

Imamat 5-7