SALING MENGASIHI KARENA ALLAH MENGASIHI KITA

Penulis : Aris Handoko dan tim
Editor : Ervinna Graceful

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 YOHANES 4:7-11

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Mengapa kita perlu saling mengasihi?
  2. Apakah tandanya jika seseorang tidak mengenal Allah?
  3. Apakah kasih itu?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

KASIH adalah sesuatu yang sangat diagungkan dan dicari di dunia ini.

Demi mendapatkan kasih, seseorang rela membayar mahal dan mengorbankan segalanya.

Hari-hari ini dunia menghalalkan segala hal atas nama kasih.

Gerakan LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual & Transgender) memperjuangkan “kasih” di antara mereka dengan luar biasa. 

Anak-anak muda memiliki “Friends with Benefit” dan merasa tidak ada yang salah dengan itu karena mereka sama-sama menikmati kasih walau tanpa komitmen.

Bahkan perceraian dan aborsi pun dilakukan atas nama kasih.

Mari kita kembali kepada definisi KASIH yang sesungguhnya.

Rasul Yohanes berkata, bahwa kasih yang sejati bukan berasal dari diri kita sendiri.

Allahlah yang terlebih dahulu mengasihi kita. Dialah Sumber Kasih Sejati! KasihNya menyebabkan Yesus mati di kayu salib bagi kita menjadi pendamaian bagi dosa-dosa kita.

Kasih yang sejati membebaskan kita dari dosa. Kasih yang sejati haruslah berdasarkan kebenaran!

Kita tidak bisa lepas dari kebenaran dan berharap bisa mengerti artinya mengasihi dan dikasihi.

Ketika Allah meminta kita untuk saling mengasihi, dasarnya adalah satu: KARENA KITA SUDAH MENERIMA KASIH ALLAH!

Seseorang yang sungguh-sungguh sudah menerima kasih Allah akan begitu penuh hatinya sehingga ia secara natural ingin membagikan kasih tersebut.

Seperti gelas yang diisi dengan air terus menerus sampai penuh dan membual keluar, kita tidak bisa menahan air kehidupan atau kasih Allah bagi diri kita sendiri.

Bayangkan jika setiap anak Tuhan mengalami kebenaran ini, maka SALING MENGASIHI akan menjadi sesuatu yang alami terjadi.

Kita akan saling memperhatikan, saling menasihati, saling mengampuni, dan saling membantu.

Sekalipun kita belum sempurna, tetapi KASIH ALLAH YANG SEMPURNA akan memampukan dan menolong kita mempraktekannya ketika kita terus menerus tinggal dalam kasihNya.

Karena itu Saudara, marilah kita saling mengasihi karena Allah yang sudah terlebih dahulu mengasihi kita.

Pikirkanlah satu karakter KASIH yang bisa saudara praktekkan kepada orang-orang sekitar saudara dan buatlah komitmen untuk mempraktekannya