Renungan Harian Kita
Penulis : Pnt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : LUKAS 3:11-14

Bacalah Firman Tuhan di atas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahami dan menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang harus kita bagikan kepada orang yang tidak punya?
  2. Apa yang ditanyakan oleh PEMUNGUT CUKAI, dan apa yang YOHANES PEMBAPTIS katakan?
  3. Selain pemungut cukai siapa lagi yang datang bertanya kepada Yohanes?
  4. Bagaimana caranya mencukupkan diri kita dengan gaji kita?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, lewat pembacaan ayat-ayat ini dan dalam perikopnya yang utuh kita bisa mengerti apa maksud dari pernyataan Yohanes pada masa itu kepada orang-orang yang bertanya pada masa itu.

Relevankah pertanyaan itu dan jawaban Yohanes  ketika itu dengan kehidupan kita saat ini?

Saudara, nasihat Yohanes kepada orang banyak itu adalah : Agar mereka bersedia memberikan baju mereka kepada yang tidak memiliki baju.

Begitu juga agar kita rela memberikan makanan kita kepada orang yang tidak bisa makan karena mereka tidak mempunyai uang untuk membeli makanan mereka.

Nasihat Yohanes merupakan nasihat yang masih berlaku saat ini, ada banyak orang tidak bisa beli baju saat ini, sementara itu juga banyak orang yang juga tidak bisa makan, bagaimana mereka bisa beli baju kalau makan saja tidak terbeli?

Jadi hal-hal seperti ini masih terus berlangsung sampai saat ini, mengapa itu terjadi?

Karena banyak orang yang hidup seenaknya sehingga tidak bisa mengatur uangnya dan juga saat ini kejahatan itu ada di mana-mana, ada banyak orang yang hanya punya sedikit, namun yang sedikit itupun ada yang sanggup mengambilnya, sehingga benar-benar ada orang yang tidak punya apa-apa untuk membeli makanannya.

Karena dunia ini semakin menuju akhir zaman dan sudah di nubuatkan :

I TIMOTIUS 3:1 Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.

MATIUS 24:12 Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang menjadi dingin.

MATIUS 26:11 Karena orang miskin selalu ada padamu, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu.

I YOHANES 2:17a Dan dunuia ini sedang lenyap dengan keinginannya

Saudara, dari ayat-ayat di atas ini maka kita mengerti bahwa pada akhir zaman ini, kemiskinan merupakan akibat dari banyaknya orang-orang durhaka  yang sangat mengasihi diri sendiri sehingga mereka sanggup mengambil milik orang dan tidak ada rasa kasihan dan memang kasih itu semakin dingin sehingga  banyak orang yang hidup tanpa belas kasihan.

Maka kemiskinaan semakin parah, dan semakin banyak orang yang mati kelaparan.

Dan ucapan yang sering terdengar akhir-akhir ini : “Yang kaya makin kaya dan yang  miskin semakin miskin.”

Dan yang benar-benar gila dan sadis adalah bantuan sosial bagi orang miskin, ada pejabat yang sanggup memotong jatah orang miskin itu. Ini benar-benar tidak masuk akal, namun fakta ini ada di sekitar kita saat ini.

Saudara, nasihat untuk mencukupkan diri bagi tentara, sampai saat ini masih sangat relevan, dan bagi pemungut cukai juga sangat relevan saat ini.

Karena kekuasaan pemungut cukai atau pajak sampai saat ini masih berlaku, karena mereka yang menentukan pajak setiap orang dan perusahaan, ada aturan yang dibuat untuk itu namun terjadi juga hari-hari ini bahwa : “PERATURAN DIBUAT UNTUK DILANGGAR” sehingga terjadi pemaksaan bagi wajib pajak untuk membayar lebih dari seharusnya.

Begitu juga dengan tentara, karena mereka memiliki senjata, sehingga ada saja oknum tentara yang sewenang-wenang untuk merampas milik orang yang mereka kehendaki.

Jadi masih banyak kasus di mana tentara merampok dan memeras.

Mencukupkan diri kita dengan gaji kita merupakan nasihat yang sampai saat ini sangat relevan.

Prinsip yang perlu kita ketahui dan kita mengerti, bahwa Gaji atau pendapatan kita merupakan PEMBERIAN ALLAH atau itulah BERKAT TUHAN bagi kita atau bagi keluarga kita.

Tuhan tahu berapa kebutuhan kita, dan Dia berjanji untuk memenuhi semua kebutuhan kita, INGAT YANG TUHAN JANJIKAN adalah KEBUTUHAN kita, bukan sesuai denga keinginan kita.

Kalau kita mau mengatur PENGELUARAN KITA DISESUAIKAN DENGAN PENDAPATAAN KITA ATAU GAJI KITA, maka sebenarnya kita adalah orang yang berkecukupan bahkan sebenarnya Orang Percaya selalu diberi oleh Allah :

II KORINTUS 9:10 Ia yang menyediakan benih bagi penabur dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu.

Jadi sebenarnya kalau kita mau mengatur keuangan kita dan mau mengikuti petunjuk Roh Kudus dan mau mengucap syukur untuk apa yang TUHAN ALLAH berikan dan BERSEDIA MENABURKAN biji benih yang ada pada tanah yang subur, maka Allah sendiri yang akan menumbuhkannya, sehingga tanaman itu akan berbuah pada waktunya

II KORINTUS 8:1-4 Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia. Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan. Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka. Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus.

Saudara, jemaat Filipi ini sedang menderita aniaya, dan Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa mereka hidup dalam keadaan SANGAT MISKIN, namun mereka ingin sekali dilibatkan untuk bisa memberkati jemaat TUHAN yang ada di YERUSALEM, sebagai jemaat induk pada masa saat itu.

Jadi mereka MEMBERI DARI KEKURANGAAN MEREKA.

Nah inilah contoh hidup berkelimpahan yang dikatakan oleh YESUS KRISTUS.

YOHANES 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

LUKAS 21:2-4 Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu. Lalu Ia berkata :” Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu. Sebab mereka semua memberi persembahan dari kelimpahannya, tapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya.”

Orang-orang yang mengenal Allah akan bertindak  benar dan berani.

Karena pengenalannya akan Allah Israellah maka janda miskin itu berani memberikan seluruh nafkahnya kepada Allah sebagai persembahan.

Apakah ia akan kelaparan, bisa jadi dia akan kelaparan dan tidak makan sekembalinya dari rumah ibadat itu, namun apakah Allah TEGA MEMBIARKAN DIA KELAPARAN?

Saya tidak percaya TUHAN TIDAK MENOLONG DIA.

IBRANI 13:5 Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman : ”Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”

MATIUS 6:26 Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?

Saudara, saya tidak percaya bahwa janda miskin itu akan mati kelaparan karena semua nafkahnya telah dia persembahkan.

Dan Tuhan tidak menolong dia, saya percaya bahwa Tuhan pasti menolong janda miskin itu sehingga dia tidak akan mungkin kelaparan.

Bagaimana caranya Tuhan menolong?

Tidak perlu kita tahu bagaimana cara menolong jandas miskin itu, namun saya percaya TUHAN  TELAH MENOLONG JANDA ITU, DAN TIDAK DI TULIS BAGAIMANA CARANYA. Kita bisa mengacu kepada zaman Nabi  Elia, bagaimana seorang janda di Sarfat yang rela menyediakan makan bagi Nabi Elia.

Kita bisa baca bagaimana Tuhan menghidupi janda itu dengan menjaga persediaan tepung dan minyak Janda itu tidak habis-habis karena terus-menerus ada sebanyak tepung dan minyak dari semula, hingga berapa lama Elia dibantu oleh janda itu.

Janda itu juga mengalami bagaimana Nabi Elia membangkitkan anaknya dari kematian.

Jadi kita melihat bagaimana Tuhan menepati janji-Nya dengan setia terhadap orang-orang yang rela mengabdi dan rela mempersembahkan miliknya untuk menolong orang lain.

HALELUYA, PUJI TUHAN.

AMEN!

This image has an empty alt attribute; its file name is D4.png

Apa yang menyebabkan banyak orang yang kekurangan (alias miskin) akan tetap miskin?

Bagaimana caranya supaya terjadi kemajuan dan bagaimana prinsip mencukupkan diri dengan apa yang ada pada kita bisa menaikkan taraf kehidupan?