• <font face=NEW ANOINTING To Build The Nations" />
  • Visi
  • MISI
  • NILAI-NILAI

BAIT ALLAH

Pnt.Sahala Hutagalung

Pnt.Sahala Hutagalung

Bait Allah atau kemah suci atau tempat kediaman Allah, suatu tempat yang kudus yang tidak dapat dimasuki oleh sembarang orang, kemuliaan Allah ada diatasnya dan Allah hadir di tengah-tengahnya; tempat di mana Allah berbicara melalui Musa sesuatu yang diperintahkan untuk disampaikan kepada orang Israel. Ada pelataran luar, di mana umat Israel masih boleh di tempat ini untuk menyerahkan korban bakaran kepada imam, sesudah itu imam akan masuk melalui pintu gerbang ke halaman dalam. Di halaman ini ada mezbah tembaga dan ada api yang menyala, di sini imam membakar korban bakaran pengampunan dosa umat Israel. Melangkah sedikit, di situ ada bejana berisi air untuk membasuh tangan imam sebelum masuk ke ruang tempat kudus, di mana di ruang ini ada meja emas untuk roti sajian, dan masuk lagi ada ruang maha kudus dan dibatasi dengan tirai berwarna ungu. Di dalam ruang mahakudus ada tabut perjanjian 10 hukum Musa, buli buli manna, dan tongkat Harun yang bertunas.
Di ruang mahakudus, hanya imam besar Harun yang boleh masuk, di mana darah domba dipercikkan, dipersembahkan untuk mengadakan pendamaian karena dosa seluruh umat Israel.
Bapak/ibu/Saudara, ini semua lambang, bayang-bayang, di mana Yesus sudah menjadi korban bakaran untuk penghapus dosa kita, hati kita sudah dibersihkan dari hati yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni. Dia roti hidup yang dibakar untuk korban salah kita. Melalui Darah Yesus kita sekarang diperdamaikan dengan Allah, dosa kita sudah disucikan oleh darah anak domba (Yesus).
Yesus yang membuka jalan untuk kita bertemu dengan Allah yang mahakudus (tidak ada pemisah), Yesus adalah Imam Besar (yang dahulu dalam bait Allah, imam besarnya adalah Harun). Yesus yang sudah mengorbankan darah-Nya sendiri untuk korban penghapus dosa (Ibrani 10:19-21) dan darah Yesus Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa (I Yohanes 1:7b), sehingga kita layak bersekutu dengan Dia.
I Korintus 3:16: Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?
Puji Tuhan, kalau dahulu hanya imam dan imam besar Harun yang boleh masuk ke bait Allah, tetapi sekarang, setelah Saudara percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan, Allah berdiam di dalam hidup Saudara, dan hidup Saudara milik Allah yang dipenuhi awan kemuliaan-Nya.
Tuhan sudah menebus dosa Saudara. Tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, muliakanlah Allah dengan tubuhmu, tinggikan nama-Nya dan kuduskan Dia yang ada di dalam hidupmu.
Muliakanlah Tuhan bersama sama dengan aku, marilah kita bersama sama memasyurkan nama-Nya.(Mazmur 34:4)
Selamat melayani.

Pnt. Sahala Hutagalung, S.H.