• <font face=NEW ANOINTING To Build The Nations" />
  • Visi
  • MISI
  • NILAI-NILAI

SALING MENGASIHI

Oleh: Pnt Robinson Saragih

IBRANI 10:24; Dan marilah kita saling memerhatikan, supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.

Saudara yang kekasih, Yesus pernah berkata:”Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.” Dia katakan satu tanda yang UTAMA dari murid Kristus adalah kemampuan orang itu MENGASIHI sesamanya.

Minggu lalu sudah kita bahas, bahwa kita mengasihikarena Allah lebih dahulu mengasihi kita. Hanya orang-orang yang sudah merasakan KASIH ALLAH dan yang sedang merasakannnya, maka dia mampu mengasihi orang lain. Jika dia sedang tidak merasa dikasihi oleh Allah, maka dia akan sulit mengasihi siapapun disekitarnya, apalagi mengasihi orang yang tidak suka kepadanya. Kesadaran akan kasih Allah merupakan kekuatan bagi murid-murid Kristus untuk bisa mengasihi sesamanya. Kita benar-benar tahu, bahwa hanya karena kasih dan kemurahan Allah saja Dia bisa menerima kita, bukan karena perangai kita yang baik, bukan juga karena kesalehan kita, tapi hanya karena KEMURAHAN-NYA saja. Hanya karena KEBAIKAN-NYA saja. Dan kita percaya kepada kasih-Nya dan kebaikan-Nya, maka Dia selamatkan kita. Dia jadikan kita anak-Nya dan Dia jadi Bapa kita, semata-mata karena KEMURAHAN-NYA.

Murid-murid adalah orang-orang yang Tuhan pilih dan orang percaya yang Tuhan selamatkan; orang-orang yang Tuhan benarkan, kuduskan, dan muliakan. Nah, orang-orang yang dimuliakan ini SALING MENGASIHI. Ya, wajarlah kita mengasihi teman seiman kita, orang-orang yang sudah dibeli oleh Yesus dan dibebaskan dari perhambaan dosa, ditebus untuk saling mengasihi, karena ciri Allah kita adalah KASIH. Kita akan dikenal sebagai murid oleh karena kita saling mengasihi. Untuk dapat saling mengasihi, sepatutnya kita untuk saling memerhatikan, karena dengan memerhatikan seseorang kita tahu, apa yang terjadi dengan dia, sehingga kita tahu apa yang harus kita lakukan bagi dia. Dan juga supaya tidak terjadi salah faham, atau terjadi salah pengertian, sehingga bisa menimbulkan persoalan. Mau mengasihi kok bisa menimbulkan persoalan? Nah, itu sebab Tuhan menganjurkan kita untuk saling memerhatikan supaya kita dapat saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Supaya tidak timbul masalah, maka marilah kita saling memerhatikan. Saling memerhatikan berarti setiap kita memerhatikan orang lain. Apa yang kita perhatikan? Siapa yang tidak hadir; mengapa dia tidak hadir; mengapa dari tadi saudara saya wajahnya sendu terus; kok tidak senyum sama sekali, sudah di senyumin, tapi tidak membalas senyum saya, kenapa ya?; apakah dia sakit?; apakah dia sedang bermasalah?; apa ya masalahnya? Nah, banyak sekali hal-hal yang dapat kita perhatikan, dan jangan juga langsung sewot ketika kita senyum pada seseorang saudara, dia tidak balas tersenyum tapi dia ngelengos aja pergi, seperti mengabaikan kita. Mungkin dia sedang ada masalah di matanya, dia tidak jelas melihat Anda tersenyum, dia ketinggalan kaca mata.

Marilah kita memerhatikan saudara kita, supaya kita bisa juga saling menasihati, karena pada zaman akhir begini, musuh kita sangat rajin jalan berkeliling mencari orang-orang yang BISA DITELAN, sambil mengaum-aum dia berkeliling. Jangan-jangan sudah ada teman kita yang ditelannya, sehingga ada teman kita yang tidak dapat tersenyum karena merasakan kesusahan,karena dia sedang TERTIPU oleh tipu daya setan. Kitalah saudaranya yang sepatutnya datang untuk melepaskan dia dari tipu daya setan. Siapa yang dapatmelepaskan dia? Orang-orang yang memerhatikan dialah yang dapat melepaskan dia dengan baik. Kalau kita tidak memerhatikan dia, datang untuk menasihati dia, maka dia bisa cepat tersinggung atau cepat membela diri, atau menghindar dari kunjungan atau perhatian kita. Namun, kalau seseorang memerhatikan dia dan berdoa bagi dia, bahkan mungkin berpuasa bagi dia, maka secara wajar roh orang itu dapat menerima nasihat, teguran dan apapun yang kita lakukan bagi dia. Karena kita sudah memerhatikan dia dan sudah menyiapkan diri untuk menasihati dia dengan suatu pengertian yang timbul ketika kita menyiapkan diri untuk mengunjungi dia. Jadi marilah kita memerhatikan saudara kita, sehingga kita memiliki hati dan mendapat kemampuan untuk menasihati saudara kita, sehingga dia terlepas dari perangkap setan yang menelan dia.

Wah, boro-boro memerhatikan orang lain, diri sendiri saja tidak terperhatikan, bagaimana anak-anak saya, suami atau isteri saya, rumah saya, dll.. Ya, itulah persoalan dalam kehidupan kita. Ada banyak masalah yang harus kita hadapi. Namun itulah kehidupan, jika kita mengerti bahwa semua itu bisa terjadi karena kita memiliki keinginan, memiliki mimpi, visi, target, kemauan, maka kita akan masuk ke dalam pencobaan. Tapi, tidak perlu risau, karena Tuhan tahu, Dia tidak pernah mengizinkan suatu pencobaan berlangsung dalam kehidupanmu tanpa seizin Dia. Dan Dia hanya mengizinkan pencobaan yang TIDAK melebihi KEKUATANMU. Jadi semuanya dapat kauatasi dan dapat kau pikul bersama Kristus. Di dalam Dia, Anda memunyai kekuatan untuk mengatasi semua persoalanmu. Hidup ini selalu ada persoalan, namun Tuhan yang menyertaimu pernah berkata:”Aku sekali-kali tidak akan membiarkanmu dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkanmu.” Ketika engkau dicobai, maka Dia setia dan adil, maka Dia akan memberikan hikmat, sehingga Anda tahu jalan keluar dari persoalan itu dan engkau keluar sebagai PEMENANG. Dia mau supaya kita bertambah dewasa, sehingga Dia membentuk kita dengan melalui berbagai persoalan. Asal saja kita tahu bahwa kita ditentukan untuk menang, karena Yesus sudah mengalahkan kejahatan dan dosa. Dan Dia menetapkan kita LEBIH DARI PEMENANG.

Saudara, marilah kita saling memerhatikan; saling mengasihi!