Suara Penatua Januari 2021

Pnt. Leo MMEMBANGUN RUMAH KASIH SEBAGAI KEDIAMAN BANGSA-BANGSA

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

Kita telah menyelesaikan seluruh pertandingan iman di sepanjang tahun 2020 dengan segala tantangannya dan memasuki tahun 2021 dengan segala janji-janji Tuhan yang akan Dia genapi di dalam hidup kita. Dan kita mau katakan Eben-Haezer “Sampai disini Tuhan menolong kita.”

Namun kita tidak boleh terlena dan hanyut dengan segala kejadian sepanjang tahun 2020, tetapi kita mau terus bergerak di tahun 2021 dan berhasil. Kita tidak perlu takut menghadapi tahun 2021 karena kita berjalan dalam arahan dan janji Tuhan yang harus kita kerjakan dan selesaikan sepanjang tahun 2021 ini.

Inilah arahan Tuhan bagi kita jemaat GKKD-BP dan di seluruh Indonesia dan di bangsa-bangsa, bahwa Tuhan ingin agar kita membangun rumah kasih sebagai kediaman bangsa-bangsa. Dan arahan Tuhan ini menjadi tema kita untuk tahun 2021 dan inilah yang harus kita kerjakan dan selesaikan sepanjang tahun 2021: “Membangun rumah kasih sebagai kediaman bangsa-bangsa.”

“Karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa. Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah.” (Efesus 2:18-19).

Semua kita yang berbeda suku, tingkat sosial dan pendidikan serta pola pikir, ketika mengalami kasih Kristus, kita diperdamaikan dengan Bapa sehingga kita memiliki satu Roh, satu Bapa dan Allah, satu baptisan, dan semuanya kita dipersatukan sebagai tubuh Kristus dan kita adalah keluarga Allah.

Tuhan sendiri yang menjadikan kita secara pribadi maupun secara bersama-sama sebagai bangunan, bait Allah yang kudus dan kita juga dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah di dalam Roh dan rumah yang dimaksudkan adalah rumah kasih.

 “Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.” (Efesus 2:21-22).

Rumah yang akan kita bangun adalah “Rumah Kasih” di mana dasarnya dan ikatannya adalah kasih, sehingga kasih merupakan unsur yang utama dalam rumah itu di mana setiap kita harus saling mengasihi seperti Kristus telah mengasihi kita dan di antara jemaat dan pemimpin dibangun hubungan bapa dan anak.

 Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.” (Yohanes 13:34-35).

Perbuatan kasih yang sangat menonjol dalam rumah kasih adalah kehidupan yang saling mengampuni dan memaafkan sehingga kita dapat saling menerima. Ada banyak terjadi gesekan-gesekan di antara jemaat termasuk juga pemimpin dan hal ini dapat menyebabkan keterlukaan, amarah, kebencian, dendam dan retaknya sebuah hubungan. Namun jika kita ingin membangun rumah kasih, kita harus mengawali dengan saling mengampuni, upaya rekonsiliasi sehingga hubungan dipulihkan.

 “Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.” (Matius 6:14-15).

 “Barangsiapa berkata, bahwa ia berada di dalam terang, tetapi ia membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang. Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan. Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan matanya.” (I Yohanes 2:9-11).

Selain mengampuni orang lain, kita juga harus hidup saling bertolong-tolongan, saling memberi, saling membangun serta memberkati satu dengan yang lainnya.

Kita membangun rumah kasih supaya semua orang tahu bahwa kita adalah murid-murid Tuhan. Dunia melihat dan menyaksikan ada Kristus yang adalah kasih di tengah-tengah kita sehingga mereka akan datang ke rumah Tuhan, karena melihat terang dalam rumah Tuhan dan terang itu bercahaya.

 “Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu. Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu.” (Yesaya 60:1-3).

Ketika kita bangkit dan memahami bahwa rumah kasih yang kita bangun dengan dasar kasih dan menyatakan perbuatan kasih, maka kita tinggal dalam terang dan kegelapan tidak dapat menguasai kita tapi terang itu semakin bercahaya sehingga bangsa-bangsa yang dalam kegelapan akan datang kepada terang dan mereka menemukan rumah sebagai tempat kediaman mereka yaitu rumah kasih.

 “Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan, supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini.” (Kisah Para Rasul 15:16-17).

Marilah kita membangun rumah kasih sebagai kediaman bangsa-bangsa dan kita mau fokus untuk membangunnya berapapun harganya karena itulah isi hati Tuhan buat kita sepanjang tahun 2021. Dan kita pasti berhasil membangunnya sehingga bangsa-bangsa berjumpa dengan Tuhan di dalam rumah kasih.

About the Author: Ervinna Graceful