Suara Penatua September 2020

Pnt. Leo MMEMBANGUN KEMBALI PONDOK DAUD

Oleh : Pnt. Leonardo Mangunsong

Daud sangat menyadari bahwa kemenangan yang dialaminya ketika berperang selalu karena penyertaan Tuhan. Hal itu ditandai di mana ketika dia berperang selalu membawa tabut Allah dan tabut Allah itu identik dengan kehadiran Tuhan dalam setiap apapun yang dia kerjakan bahkan ada berkat Tuhan yang dialami seisi rumah karena kehadiran Tuhan.

“Tiga bulan lamanya tabut Tuhan itu tinggal di rumah Obed-Edom, orang Gat itu, dan TUHAN memberkati Obed-Edom dan seisi rumahnya. Diberitahukanlah kepada raja Daud, demikian: “TUHAN memberkati seisi rumah Obed-Edom dan segala yang ada padanya oleh karena tabut Allah itu.” Lalu Daud pergi mengangkut tabut Allah itu dari rumah Obed-Edom ke kota Daud dengan sukacita. (II Samuel 6:11-12)

Oleh sebab itu Daud sangat menghormati akan kehadiran Tuhan melalui tabut Allah sehingga Daud selalu menempatkan tabut Allah dalam kemah, yaitu Kemah Daud atau Pondok Daud.

“Tabut TUHAN itu dibawa masuk, lalu diletakkan di tempatnya, di dalam kemah yang dibentangkan Daud untuk itu, kemudian Daud mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan di hadapan TUHAN.” (II Samuel 6:17)

Bahkan Daud ingin agar tabut Allah tinggal dalam rumah yang cukup layak sebagaimana Daud dalam istana yang bagus. Namun Tuhan tidak mengijinkan Daud untuk membangun rumah yaitu Bait Suci untuk tempat tinggal tabut Allah dan Salomo, anaknya yang diijinkan Tuhan untuk membangunnya.

“Ketika raja telah menetap di rumahnya dan TUHAN telah mengaruniakan keamanan kepadanya terhadap semua musuhnya di sekeliling, berkatalah raja kepada nabi Natan: “Lihatlah, aku ini diam dalam rumah dari kayu aras, padahal tabut Allah diam di bawah tenda.” (II Samuel 7:1-2)

Ketika Daud meletakkan tabut Allah, Daud selalu mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan, bahkan Daud selalu menaikkan nyanyian dan pujian kepada Tuhan.

“Dan Daud menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga; ia berbaju efod dari kain lenan. Daud dan seluruh orang Israel mengangkut tabut TUHAN itu dengan diiringi sorak dan bunyi sangkakala (II Samuel 6:14-15)

Karena Daud tahu bahwa Tuhan bersemayam di atas pujian umat Israel, itu sebabnya Daud memiliki kehidupan yang memuji dan menyembah Tuhan. Bahkan dia mengangkat pemimpin pujian, pemusik, dan lain-lain. Karena Daud sangat menyadari bahwa kehadiran Tuhan itulah yang paling utama dalam kehidupannya.

“Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel.” (Mazmur 22:4)

“Tujuh kali dalam sehari aku memuji-muji Engkau, karena hukum-hukum-Mu yang adil.” (Mazmur 119:164)

“Selanjutnya untuk ibadah Daud dan para panglima menunjuk anak-anak Asaf, anak-anak Heman dan anak-anak Yedutun. Mereka bernubuat dengan diiringi kecapi, gambus dan ceracap…” (I Tawarikh 25:1)  

Apa yang dibuat oleh Daud mendatangkan kemuliaan Tuhan sehingga orang-orang melihat dan mengalami kemuliaan Tuhan. Dan pada saat ini Tuhan ingin membangun kembali Pondok Daud sehingga kemuliaan Tuhan akan dialami bukan hanya umat Tuhan tetapi juga bangsa-bangsa yang belum atau tidak mengenal Tuhan sehingga mereka semuanya mencari Tuhan.

“Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan, supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini.” (Kisah Para Rasul 4:15:16-17)

Tuhan membangun kembali Pondok Daud melalui gereja-Nya karena karya Yesus di kayu salib yang menyebabkan pulihnya kembali hubungan manusia dengan Tuhan melalui penebusan Yesus Kristus. Di mana peristiwa kelahiran kembali membuat RohNya tinggal di dalam kita dan kita menjadi penyembah dalam roh dan kebenaran sehingga kita senantiasa tinggal dalam hadirat Tuhan serta membawa hadiratNya kepada setiap orang di sekitar kita.

“Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!” (Roma 8:15)

“Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.” (Yohanes 4:23-24)

“Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.” (I Petrus 2:5)

Pemulihan secara rohani sudah Tuhan kerjakan dalam gerejaNya, namun kita harus hidup dalam keintiman dengan Tuhan dalam doa, pujian dan penyembahan. Kita harus mempraktikkan kehidupan seperti ini setiap hari seperti Daud yang selalu memuji-muji Tuhan, tujuh kali dalam sehari dan karena kita telah memiliki Roh Allah maka kita dapat menyembah Tuhan senantiasa di manapun kita berada.

Pada akhirnya dunia akan melihat kemuliaan Tuhan melalui hidup kita sebagai gerejaNya dan orang-orang akan datang kepada Tuhan.

“Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita. Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut, lalu percaya kepada TUHAN.” (Mazmur 40:4)

Marilah kita membangun kehidupan yang memuji dan menyembah kepada Tuhan sampai kita melihat banyak orang mencari Tuhan serta menemuiNya. Dan ingatlah bahwa Tuhan yang membuat hal ini digenapi dan bagian kita adalah taat padaNya.

About the Author: Ervinna Graceful