Suara Penatua Mei 2020

Pnt. Leo MKUASA ROH KUDUS

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

Yesus ketika bersama-sama dengan murid-murid-Nya dalam kehidupan sehari-hari melakukan kehendak Bapa dengan cara memberitakan Injil, menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, mengusir setan, serta berbuat baik, memberikan makan orang banyak, dan lain-lain karena Dia diurapi Roh Kudus. Dia mendengar perintah Roh Kudus, mengandalkan Roh Kudus serta diurapi oleh Roh Kudus.

“Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.” (Lukas 4:18-19).

Kamu tahu tentang segala sesuatu yang terjadi di seluruh tanah Yudea, mulai dari Galilea, sesudah baptisan yang diberitakan oleh Yohanes, yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia. (Kisah Para Rasul 10:37-38).

Hal yang sama seperti yang dialami oleh Yesus, Dia ingin umat-Nya, gereja-Nya mengalami kuasa Roh Kudus untuk melanjutkan pekerjaan Yesus di muka bumi. Oleh sebab itu Yesus berjanji untuk mengutus Roh Kudus yang akan menolong kita untuk mengasihi Dia dengan cara melakukan perintah-perintah-Nya sebab tanpa pribadi Roh Kudus yang mengurapi kita maka kita tidak dapat melakukan dan menyelesaikan pekerjaan-Nya di bumi ini.

“Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. (Yohanes 14:15-17).

Hal tersebut sudah menjadi kerinduan dari Bapa agar Gereja Tuhan mengalami pribadi Roh Kudus dan diurapi oleh Roh Kudus. Ketika Yehezkiel menerima Firman Tuhan maka kerinduan Tuhan adalah agar Roh Allah tinggal dalam hati manusia.

Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya. (Yehezkiel 36:26-27).

Dari apa yang Tuhan berikan kepada Yehezkiel digenapi ketika Yesus mengutus Roh Kudus ke dunia ini setelah Ia naik ke surga, sehingga ketika kita dilahirkan kembali, Roh Kudus berdiam di dalam hati kita. Seperti yang Paulus katakan dalam Roma 8:15-16: Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa! Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.

Bahkan menurut Yohanes 14:15-17, Roh Kudus bukan hanya diam dalam kita tetapi Roh Kudus juga menyertai kita dan penyertaan-Nya bagi hidup kita adalah pengurapan yang tidak terbatas. Pengurapan itu adalah pengurapan yang sama seperti yang dialami oleh Yesus. Itulah sebabnya Yesus berkata bahwa ketika Roh Kudus dicurahkan maka kita beroleh kuasa.

Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kisah Para Rasul 1:8).

Bukan hanya Dia diam dalam kita dan mengurapi kita tetapi Yesus berkata bahwa kita juga mengenal Dia. Berarti kita dapat memiliki persekutuan yang sangat dalam dengan Roh Kudus, sampai kita dapat mendengar suara-Nya yang dapat menjadi arahan bagi hidup kita untuk mengerjakan dan menyelesaikan rencana-Nya dari hari ke hari. Untuk hal ini kita perlu membangun rasa lapar dan haus akan Tuhan, dan kerinduan yang sangat mendalam untuk mengenal pribadi Tuhan.

Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. (Matius 5:6).

Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya. (Filipi 3:10).

Oleh sebab itu jemaat Tuhan, pahamilah bahwa Roh Kudus ada tinggal dalam hatimu dan Roh Kudus juga mengurapi kita serta persekutuan kita dengan Roh Kudus membuat kita ditarik dan didesak oleh Tuhan untuk mengenal pribadi Roh Kudus, sehingga ketika kita menghadapi dan menjalani hari-hari di mana pandemi Virus Corona sedang terjadi, kita mengalami kemenangan dan hidup tetap dalam damai sejahtera Tuhan, sehingga kita dapat menolong bangsa dan dunia ini untuk melewati masa-masa sulit ini.

About the Author: Ervinna Graceful