Suara Penatua Bulan Juni 2019

Sahala Hutagalung

AJARLAH MEREKA UNTUK MELAKUKAN PERINTAH-NYA

Oleh : Pnt. Sahala Hutagalung

Ulangan 6:1-14 “Inilah perintah, yakni ketetapan dan peraturan, yang aku ajarkan kepadamu atas perintah TUHAN, Allahmu, untuk dilakukan di negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya, supaya seumur hidupmu engkau dan anak cucumu takut akan TUHAN, Allahmu, dan berpegang pada segala ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu, dan supaya lanjut umurmu. Maka dengarlah, hai orang Israel! Lakukanlah itu dengan setia, supaya baik keadaanmu, dan supaya kamu menjadi sangat banyak, seperti yang dijanjikan TUHAN, Allah nenek moyangmu, kepadamu di suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu. Maka apabila TUHAN, Allahmu, telah membawa engkau masuk ke negeri yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepadamu — kota-kota yang besar dan baik, yang tidak kaudirikan; rumah-rumah, penuh berisi berbagai-bagai barang baik, yang tidak kauisi; sumur-sumur yang tidak kaugali; kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun, yang tidak kautanami — dan apabila engkau sudah makan dan menjadi kenyang, maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan. Engkau harus takut akan TUHAN, Allahmu; kepada Dia haruslah engkau beribadah dan demi nama-Nya haruslah engkau bersumpah. Janganlah kamu mengikuti allah lain, dari antara allah bangsa-bangsa sekelilingmu,

Matius 28:19-20 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Sebagai murid Kristus kita bukan hanya tahu dan mendengar perintah Tuhan tetapi juga melakukan perintah-Nya untuk mengasihi Tuhan dan sesama manusia termasuk jiwa-jiwa yang belum percaya kepada Yesus Sang Mesias.
Firman Tuhan mengajarkan kepada kita: “Berbahagialah orang yang lemah lembut, orang yang selalu ingin mencari kebenaran, orang yang murah hati, suci hati dan pembawa damai”, bagaimanakah dengan kita sebagai murid Tuhan apakah kita sudah melakukan perintah ini? Ketika menghadapi orang yang tidak hidup dalam kebenaran, tidak murah hati, hatinya kotor dan suka bertengkar bagaimana sikap kita terhadap mereka apakah kita masih bisa mengikuti perintah Tuhan?

Sebagai murid Kristus kita memahami bahwa kita harus mengasihi Tuhan di atas segala-galanya dan mengasihi sesama manusia termasuk orang orang yang memusuhi, membenci, memfitnah dan memarahi kita. Tuhan diutamakan di atas ke egoisan dan mudah tersinggungnya kita. Biarlah Tuhan ditinggikan dan dimuliakan di dalam hidup kita, menjadi murid Kristus yang sudah mati dari segala keangkuhan dan ketidak mau kalahan kita terhadap orang lain. (Matius 22:37).

Hari Pentakosta adalah hari di mana Allah mencurahkan Roh Kudusnya atas hidup kita, penuh kuasa untuk bersaksi menceritakan perbuatan ajaib yang Allah lakukan, yang sudah memperbaharui dan memampukan kita untuk meninggalkan dosa. (Kisah Para Rasul 2:8).

Sebagai murid Kristus senantiasa bergaul dengan Roh Kudus sehingga dapat mengetahui apa yang Dia kehendaki dan rancangkan untuk hidup kita, melakukan apa yang Ia perintahkan dan senantiasa bersekutu dengan Dia.

Menemukan kebahagiaan yang sejati yakni sukacita surgawi yang tidak padam dan tidak dipengaruhi keadaan, berjalan terus sekalipun banyak tantangan dan rintangan, hatinya tetap bergembira dan bersyukur selalu menerima segala yang diijinkan Tuhan terjadi di dalam hidupnya.

Tidak menjadi kuatir dalam hal makanan dan pakaian, senantiasa mengerti bahwa itu akan ditambah-tambahkan kepadanya, dengan percaya bahwa Allah sudah sediakan bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya. (Lukas 6:20-23).

Seorang murid Kristus juga melakukan doa dan puasa, hari merendahkan diri untuk supaya Allah yang murah hati memberikan apa yang seorang murid minta yakni semakin banyak orang yang menjadi percaya dan menerima Dia sebagai Tuhan dan Raja.

Sebagai pengikut Kristus kita mau untuk melakukan segala yang diperintahkan-Nya atas hidup kita, dan mencontoh pribadi Yesus yang senantiasa penuh kasih dan selalu siap untuk menolong orang.

Lakukanlah segala perintah-perintah-Nya karena akan mendatangkan pertumbuhan rohani, damai sejahtera dan sukacita bagimu sepanjang hidup.

About the Author: Ervinna Graceful