• <font face=Arise and Shine to be a Witness" />
  • Visi
  • MISI
  • NILAI-NILAI

HIDUP PENUH DENGAN HIKMAT

Pnt.Sahala Hutagalung

Pnt.Sahala Hutagalung

 Amsal 2:6 Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian.

Hikmat adalah pertimbangan, pemahaman dan pengertian yang dari Allah untuk melakukan tindakan dan keputusan, dalam menjawab, memimpin, memerintah, melihat, dan memilih mana yang harus diputuskan dalam kehidupan sehari-hari Saudara dan saya. Ada ilham Roh Kudus yang memberikan kesanggupan untuk menggunakan pengetahuan, pengertian, pemahaman dengan baik dalam diri kita. Besarlah Tuhan kita, di mana kepandaian-Nya, keputusan-Nya, kebijaksanaan dan rancangan-Nya yang tidak terbatas memenuhi hati dan pikiran kita.

Salomo mempertunjukkan hikmat yang luar biasa dalam mengambil keputusan mengenai perbantahan dua orang ibu yang memperebutkan satu orang bayi, hikmat Allah ada dalam dirinya,  hati yang bijaksana dan berpengertian memenuhi dia, hikmat ilahi yang memenuhi dia, sehingga dapat memberikan keputusan yang tepat dan benar.

Allah mengaruniakan kepada Daniel hikmat, sehingga ia bisa menjelaskan kembali mimpi Raja Nebukadnezar, sekaligus mengartikan mimpi tersebut.

Allah yang memberikan hikmat kepada kita. Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah (Yakobus 1:5)

Untuk mendapatkan hikmat:

  1. Takut akan Tuhan, yang artinya merendahkan diri, hormat dan percaya kepada Dia.
  2. Rendah hati, tidak angkuh atau sombong.
  3. Bersekutu (bergaul) dengan Tuhan dalam pembacaan Firman dan doa kepada-Nya.

Sehingga pola pikir kita sesuai dengan pola pikir Allah. Hal ini sangat diperlukan dalam kita menjalani hidup (dalam bekerja, mengatasi masalah, menjawab persoalan dan dalam  mengambil keputusan). Dalam lingkungan di sekitar kita, banyak penipu yang ingin menipu, ingin berbuat licik, dan ingin membohongi kita. Perlu mendapatkan hikmat dari Tuhan untuk menjawab persoalan-persoalan di atas. Janganlah Saudara bebal dan bodoh hanya mengikuti keinginan dan perasaan Saudara, tetapi hendaklah kamu mengerti kehendak Allah (Efesus 5:15-17).

Charles Spurgeon menulis, “Hikmat adalah keindahan hidup yang hanya bisa dihasilkan karya Allah dalam diri kita.”

Pertanyaan untuk direnungkan:

  • Sudahkah Saudara memunyai hikmat? Bagaimana membuktikannya?
  • Apa manfaat dari hikmat Allah?

 

Oleh: Pnt. Sahala Hutagalung

YESUS LAHIR UNTUK KITA DAN DUNIA INI

Pnt. Leonardo Mangunsong

 Pada bulan Desember, di seluruh dunia merayakan kelahiran Yesus. Walaupun tidak cukup didukung oleh Alkitab mengenai tanggal kelahiran Yesus, namun kita percaya bahwa Yesus sudah lahir ke bumi dua ribu tahun yang lalu.

Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini. (Yesaya 9:6)

Bapa telah menetapkan bahwa Yesus bukanlah manusia biasa, tetapi Dia adalah Tuhan. Itulah sebabnya maka Dia disebutkan sebagai Tuhan dan Raja. Sebagai Raja bahwa Yesus memiliki pemerintahan, kerajaan yang tidak tergoncangkan, kokoh, kuat selama-lamanya. Dia juga Penasehat ajaib, maksudnya memiliki hikmat, perkataan yang ajaib luar biasa. Dia juga adalah Allah yang perkasa, memiliki kekuatan yang tidak terbatas, sehingga kita yang percaya maka akan mengalami keperkasaan Tuhan. Dia juga Bapa yang kekal, tidak terbatas dan tidak dapat dibatasi sehingga kita yang percaya kepada-Nya akan memiliki hidup yang kekal. Dia juga Raja Damai, sehingga kita yang percaya kepada Nya senantiasa memiliki dan hidup dalam damai sejahtera yang tidak terbatas, damai dalam hati dan pikiran kita.

Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah. Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN (Yesaya 11:1-2)

Yesus yang lahir itu memiliki Roh Tuhan, dan Dia juga memiliki roh hikmat, pengertian, roh nasehat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan Tuhan.

Bagi setiap orang yang percaya dan menerima Dia, maka kita memiliki Roh Tuhan, juga memiliki roh hikmat dan pengertian, roh nasehat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan Tuhan, bahkan takut akan Tuhan itu menjadi kesenangan bagi kita.

Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel. (Yesaya 7:14)

“Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” — yang berarti: Allah menyertai kita. (Matius 1:23)

Yesus yang lahir itu dinamakan Imanuel, Allah menyertai kita. Yesus yang kita percaya itu adalah Imanuel; Dia menyertai kita. Penyertaan-Nya dikatakan sempurna, artinya Dia menyertai di dalam dan di luar kita. Dia tinggal di dalam hati kita sebagai Tuhan dan Raja, dan Dia juga ada di luar kita, memimpin dan menuntun hidup kita dan berbicara kepada kita seperti penyertaan Tuhan kepada bangsa Israel di padang gurun, lewat tiang awan pada siang hari dan tiang api pada malam hari.

Yesus adalah pemberian yang terbesar bagi kita dan dunia ini. Keajaiban dan ke-Allahan Nya ada tinggal dalam hati kita, Roh-Nya ada tinggal dalam hidup kita dan Dia menyertai kita. Pemahaman ini sangat luar biasa, kita akan menjadi serupa dan segambar dengan-Nya karena Yesus dan karya-Nya.

Marilah kita pahami dan mengerti dengan tepat akan kelahiran Yesus dalam hati kita, dan perlu diingat bahwa Yesus yang tinggal dalam diri kita, Dia tumbuh dan dewasa dan kita pun dapat tumbuh dewasa seperti Yesus bertumbuh.

Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.(Lukas 2:40)

Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia. (Lukas 2:52)

Yesus yang sudah lahir dalam hati kita tentunya semakin lama kita mengikut Dia maka keserupaan seperti Yesus semakin nyata dan kedewasaan seperti Yesus semakin termanisfestasi dalam hidup kita.

Penatua berharap bahwa peringatan kelahiran tahun ini menjadi bahan evaluasi dan perjalanan rohani kita untuk kita semakin bebenah diri supaya semakin maju di tahun mendatang dan keserupaan Kristus dalam hidup kita semakin nyata, sehingga melaluinya banyak orang melihat Kristus dalam hidup kita dan mereka memuliakan Yesus yang ada pada kita.

 

Oleh: Pnt. Leonardo Mangunsong

BERSAKSI

Pnt.Sahala Hutagalung

Pnt.Sahala Hutagalung

 Yohanes 15:27 Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku.

Kita semua harus bersaksi, menceritakan kehidupan yang sudah diubahkan oleh Yesus Kristus, perubahan kehidupan sebelum dan sesudah bersama-sama dengan Tuhan Yesus agar menjadi berkat bagi banyak orang bahwa Yesus berkuasa untuk mengubah kehidupan seseorang.

Menceritakan Allah yang sudah menebus dosa Saudara dan saya, yang sudah mengubah cara hidup yang lama sebelum di dalam Tuhan, dan sekarang menjadi hidup yang baru dalam kekudusan Allah, menceritakan seluruh dosa kita yang sudah Dia tanggung di kayu salib, dan sudah dibersihkan dengan kuasa Roh Kudus sehingga menjadi kudus dan tak bercela.

Memang hidup lama kita dahulu mungkin gelap dan hancur, dahulu mungkin kita sebagai seorang pemabuk, perokok, penjudi, tukang gonta ganti pasangan, pezinah, suka berantem, pemakai narkoba, senang nonton film porno, suka mencuri, penipu, korupsi, dll., itu dahulu, tetapi sekarang setelah menerima Yesus hidup kita diubahkan, diperbaharui dan kita diberikan kekuatan untuk melepaskan dan meninggalkannya, menjadi hidup baru: hidup di dalam Kristus. Perubahan inilah yang kita akan saksikan kepada orang yang ada di sekitar kita, bahwa Dia sanggup memperbaharui kehidupan seseorang. Secara manusia dan usaha manusia tidak akan sanggup untuk membuang dan meninggalkannya, tetapi hanya oleh kuasa darah Yesus maka semua itu dapat ditinggalkan dan dibuang.

Paulus seorang yang jahat, pembenci dan pembunuh dan suka memenjarakan orang yang suka ikut jalan Tuhan, tetapi ketika bertobat hidupnya menjadi berubah, tidak sama lagi seperti  dahulu yang membenci dan tidak senang dengan orang yang mengikut jalan Tuhan., dia serahkan hidupnya untuk mengikut Tuhan dan melayani Tuhan. Dia menjadi orang yang mengasihi dan mau bersaksi tentang kasih karunia Tuhan.

Karena kasih karunia-Nya jalan hidup kita tidak sama seperti dahulu lagi, kita sudah tinggalkan hidup kita yang lama dan sekarang kita menjadi saksi Tuhan, yang menceritakan kebaikan dan kuasa Tuhan yang bekerja mengubah hidup kita. Ceritakan dan saksikan setiap ada kesempatan, bahwa Yesus sudah mengubah hidup Saudara, supaya itu menjadi berkat bagi yang sedang bergumul bagaimana untuk dapat berhenti dan melepaskan diri dari keterikatan seksualitas, suka memeras orang, mencuri barang orang, dll..

Jemaat Tuhan mari kita bersaksi dari pengalaman pribadi kita yang Tuhan sudah ubahkan.

 

Oleh: Pnt. Sahala Hutagalung

TERTANAM DALAM HADIRAT TUHAN

Pnt. Leonardo Mangunsong

 Ketika kita lahir baru, lahir kembali oleh pekerjaan Roh Kudus, maka kita menerima benih ilahi, yaitu Kristus Yesus, Firman yang hidup.

Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal (1 Petrus 1:23)

 Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah (1 Yohanes 3:9)

 

Benih yang ada dalam hati kita akan tumbuh dan berbuah tiga puluh, enam puluh bahkan seratus kali lipat, sehingga dalam Yesaya 61:3 kita diumpamakan sebagai “pohon tarbantin kebenaran”, ”tanaman Tuhan” untuk memperlihatkan keagungan-Nya. Bahkan dalam Mazmur 1:3 dikatakan: Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Menerima benih, yaitu Firman Tuhan, bertumbuh menjadi tanaman Tuhan, sampai berbuah lebat, membuat kita tertanam dalam hadirat Tuhan. Tuhan ingin hal ini menjadi pola hidup gereja Tuhan, sampai kita menjadi sama seperti Yesus dalam segala hal.

Marilah kita bersama-sama menghidupi pola tersebut, sampai kita melihat perubahan yang nyata dalam kehidupan berjemaat di gereja Tuhan di tempat ini. Demikianlah urutannya:

  1. Terimalah firman Tuhan dengan lemah lembut.

“Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu“ (Yakobus 1:21)

Sebelumnya, pastikan bahwa hati kita menjadi tanah yang subur untuk benih firman Tuhan jatuh di atasnya, bukan jatuh di pinggir-pinggir jalan, di semak-semak duri serta di tanah yang berbatu-batu. Ketidakpercayaan, kekuatiran dunia, dll. harus kita singkirkan. Hal tersebut sama dengan Mazmur 1:1, bahwa kita tidak boleh berjalan menurut nasihat orang fasik, tidak boleh berdiri di jalan orang berdosa, dan tidak boleh duduk dalam kumpulan pencemooh, sehingga firman Tuhan menjadi kesukaan kita dan kita mau merenungkan firman tersebut siang dan malam.

Untuk merenungkan firman Tuhan tersebut kita perlu menyediakan waktu yang khusus untuk bersekutu dengan Tuhan, sampai Tuhan berbicara kepada kita melalui firman-Nya. Seperti Yesus, pagi-pagi benar Ia ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana, mengalami perjumpaan dengan Bapa. Tuhan mau kita melakukan hal yang sama, menyediakan waktu yang khusus sampai kita mengalami perjumpaan dengan Tuhan; seperti murid-murid Tuhan Yesus yang menjadi berkobar-kobar ketika berjumpa dengan Tuhan Yesus dan firman-Nya. Marilah kita sediakan waktu yang khusus di pagi hari untuk bersekutu dengan Tuhan.

 

  1. Pastikan yang kita terima itu adalah benih firman Tuhan, artinya Yesus sendiri yang berfirman kepada kita melalui firman-Nya di Alkitab. Itulah sebabnya kita perlu bersekutu, disiplin dan gigih serta setia untuk menanti-nantikan firman-Nya dalam persekutuan pribadi kita dengan Tuhan, artinya perlu ketenangan, jangan tergesa-gesa atau asal-asalan, tapi serius dan fokus kepada perjumpaan dengan Tuhan dan firman-Nya seperti yang dialami oleh Elia, dia bersungguh-sungguh mencari Tuhan. Alkitab menjadi pokok bacaan dan perenungan kita sehari-hari.

 

  1. Benih firman Tuhan itu biarkan bertumbuh. Untuk bertumbuh beri kesempatan bagi Roh Kudus untuk memberi pertumbuhan bagi rohani kita sementara kita terus merenungkan firman Tuhan, karena dalam kitab Korintus dikatakan:

“Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan. Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan” (1 Korintus 3:6-7)

Kita harus menjaga hati yang terus menerus lapar dan haus akan Tuhan, karena karya Tuhanlah yang akan memuaskan hati kita untuk bertumbuh. Pertumbuhan yang dimaksudkan itu adalah pertumbuhan rohani, yang memiliki karakter, cara hidup, pola pikir, seperti Kristus, sehingga perkataan Yesus Kristus digenapi, kita menjadi pohon tarbantin kebenaran, tanaman Tuhan.

 

  1. Berubah menjadi sama seperti Yesus dan berbuah lebat.

Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita. Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar, (Mazmur 92:13-15)

 

Jadi untuk bertumbuh dan berbuah dimulai dari keintiman kita dengan firman Tuhan, mengalami kedewasaan dan berubah ke arah Kristus. Bangun secara konsisten, maka Kristus akan semakin nyata dalam hidup kita, tertanam dalam hadirat Tuhan dan hidup kita pun akan berbuah lebat.

 

 

Oleh: Pnt. Leonardo Mangunsong

 

BERUBAH  DAN  BERBUAH DALAM  HADIRAT  TUHAN

 

Pnt. Robinson Saragih

Pnt. Robinson Saragih

LUKAS 19 : 5–8 Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.” Lalu Zakheus segera turun dan MENERIMA YESUS dengan sukacita. Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: “Ia menumpang di rumah orang berdosa.” Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.”

Saudara yang kekasih, Yesus memutuskan dan meminta Zakheus turun dari atas pohon karena Dia ingin menumpang di rumah Zakheus. Zakheus menyadari siapa dirinya dan dia ingin melihat Yesus yang sudah diberitakan orang banyak dan saat itu Yesus sedang melintas di kotanya, dia ingin melihat Yesus yang luar bisa dalam PENDENGARANNYA. Ketika Yesus meminta dia turun dan menyatakan ingin menumpang di rumahnya, dia dengan senang menerima Yesus dan pertemuan dengan Yesus dan juga kehadiran Yesus di rumah Zakheus menyebabkan Zakheus yang dikenal sebagai musuh orang Yahudi dan sebagai petugas pajak pada zaman itu, mereka dianggap sebagai pengkhianat bagi rakyat Yahudi. Zakheus dikenal sebagai kaki tangan bangsa Romawi yang menjajah orang Yahudi, Zakheus dituduh sebagai pemeras bagi bangsanya orang Yahudi.

Kehadiran Yesus di rumah Zakheus menyebabkan Zakheus merasakan dan mengalami kasih Yesus yang luar biasa, menyebabkan semua orang mencibir terhadap  Yesus: “Yesus menumpang di rumah orang berdosa.” Zakheus dikenal sebagai pembuat dosa. Dia adalah pendosa dalam mata orang Yahudi.  Zakheus memiliki stigma dalam pandangan orang Yahudi Zakheus adalah musuh, pengkhianat bangsa, pemeras, penipu, dll. tuduhan bagi pemungut cukai. Sejak dulu sampai saat ini petugas pajak mendapat stigma sebagai orang yang tidak baik.

Kehadiran Yesus menyebabkan Zakheus merasakan kasih Allah yang sangat berdampak pada hidup Zakheus; roh, jiwa, dan tubuhnya dilawat oleh Tuhan, menyebabkan Zakheus rela menghibahkan setengah dari hartanya kepada orang miskin, suatu perubahan yang sangat drastis dan sangat signifikan. Zakheus mengalami perubahan dalam pandangannya terhadap kekayaan yang dia miliki. KASIH ALLAH menyebabkan Zakheus tidak lagi haus untuk mengumpulkan harta benda. Dia rela memberikan setengah dari harta miliknya diberikan kepada orang miskin dan Zakheus berjanji jika ada orang yang telah ditipu dan diperas olehnya dia rela mengembalikannya empat kali lipat. Suatu pertobatan dan perubahan pikiran yang sangat luar biasa pada kehidupan Zakheus.

Hadirat Allah yang dibawa oleh kehadiran Yesus menyebabkan Zakheus menyadari betapa BESARNYA KASIH ALLAH itu dan hal itu membuat Zakheus mengalami sukacita yang luar biasa dan tidak sebanding dengan hartanya yang menurut orang banyak adalah penyebab kebahagiaan dan sukacita. Namun Zakheus saat itu merasakan SESUATU YANG BELUM PERNAH DIA rasakan, bayangkan dan mimpikan. Kehadiran Yesus menyebabkan suasana SURGA hadir dalam rumahnya.

Kehadiran TUHAN dalam rumah Zakheus menyebabkan kehidupan mereka berubah, pandangan mereka berubah, terjadi suatu METANOIA dalam pandangan Zakheus yang menyebabkan dia mengasihi orang miskin. Suatu perubahan yang sangat nyata dalam kehidupan Zakheus, hal itu bukan karena dia mendengarkan pengajaran etika, pengajaran yang memotivasi dia untuk berbuat kasih kepada orang miskin, bukan. Hal itu terjadi ketika Zakheus dengan sukacita menerima Yesus di rumahnya. Kehadiran Yesus di dalam rumahnya membuat Zakheus berubah dan Zakheus menjadi seorang yang baru, yang berbeda dari hari-hari sebelumnya. HADIRAT ALLAH membuat Zakheus berubah. Perubahan yang terjadi bukan karena usahanya, namun karena Zakheus merasakan dan mengalami KASIH ALLAH yang sangat berbeda dari apapun yang dia rasakan dan alami sebelumnya di dalam kehidupan dia sebagai orang Yahudi yang bekerja sebagai pegawai atau pekerja bagi bangsa Romawi yang pemungut cukai di tengah-tengah kaum sebangsanya.

Kehadiran Yesus di dalam rumahnya menyebabkan Zakheus menikmati HADIRAT ALLAH yang mengubah Zakheus dalam roh dan jiwanya.

Saudara, apa yang Anda  alami ketika Yesus hadir dalam rumahmu? Dalam bisnismu? Apa yang kau alami ketika Yesus hadir dalam kantor Saudara? Perubahan apa yang Anda alami ketika engkau ketemu Yesus? Apa yang Anda alami ketika Anda ketemu Yesus dalam doa-doa Anda?  Ketika engkau memuji dan menyembah Dia dalam ibadahmu, apa yang engkau alami?

Saudara, kita belajar dari kehidupan Zakheus, ketika dia mengalami kehadiran Allah maka Zakheus merasakan KASIH ALLAH yang tidak terbatas dan menyebabkan dia mengalami perubahan memandang hartanya, memandang orang miskin dan orang-orang yang tertipu oleh pekerjaan petugas pajak, dll.. Haleluya. Puji Tuhan. Saudara juga akan mengalami perubahan karakter ketika  Saudara berjumpa dengan Tuhan dalam hadirat-Nya. Amin !!!

 

Oleh: Pnt. Robinson Saragih