• Our Church Our Home
  • Visi
  • MISI
  • NILAI-NILAI

SALING MENGASIHI DI RUMAH TUHAN

Pnt. Robinson Saragih

Pnt. Robinson Saragih

YOHANES 13:35: Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kita saling mengasihi.

Ibrani 10:24: Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.

Saudara yang kekasih di dalam Kristus, dari dua ayat firman Tuhan ini kita bisa belajar, bagaimana Tuhan memberikan tanda bagi para murid Kristus, yaitu memiliki kebiasaan saling mengasihi. Saling mengasihi adalah tindakan yang berbalasan atau tindakan dari ke dua belah pihak. Tidak terus menerus dikasihi, namun juga mengasihi sesamanya, saudara seiman atau saling mengasihi di antara para MURID KRISTUS, bahkan mereka mengasihi semua orang yang bukan murid Kristus dan mereka diajar dan dianjurkan untuk mengasihi orang yang MEMUSUHI mereka.

Yesus menginginkan agar para murid saling mengasihi dan Penulis kitab Ibrani menganjurkan agar para murid untuk saling memerhatikan. Saling mengasihi dengan saling memerhatikan merupakan suatu cara yang sangat baik dalam menghadapi keadaan yang saat ini ada di sekitar kita di dunia ini. Ada banyak persoalan yang sedang terjadi dan akan terjadi di sekitar kita, bahkan Tuhan berkata dalam surat atau kitab Ibrani, Tuhan akan menggoncangkan langit dan bumi, semua akan tergoncang, namun Dia katakan itu, karena Tuhan ingin memerlihatkan kepada dunia ini ada KERAJAAN yang tidak tergoncangkan. Gereja adalah bagian dari Kerajaan Allah yang tidak akan tergoncangkan. Ketika Tuhan menggoncangkan langit dan bumi, gereja-Nya tidak akan ikut bergoncang. Bagaimana itu bisa terjadi???

Ada berbagai keadaan yang akan terjadi di dunia ini. Iblis, si pendusta, pencuri, pembunuh dan si pembinasa itu, bekerja begitu giat untuk mencuri, membunuh dan membinasakan banyak orang, agar banyak orang yang mati dan mereka akan binasa di neraka, jika mereka mati TIDAK PERCAYA kepada YESUS KRISTUS. Oleh karena itu, maka perlu gereja menyadari dan merasakan BEBAN BAPA yang menginginkan supaya semua etnis (suku bangsa) menjadi murid Yesus. Dalam keintiman dengan Bapa melalui Roh Kudus, maka kita akan mengerti BEBAN BAPA dan kita akan mendapat MANDAT/TUGAS ilahi untuk mengasihi sesama kita manusia dan mereka yang belum percaya.

Begitu juga si musuh Tuhan Allah kita, juga berusaha untuk mencari murid-murid yang lalai untuk DITELAN oleh singa yang berjalan keliling untuk mencari mangsanya. Singa itu berjalan keliling sambil menakut-nakuti para murid dengan suara AUMAN. Singa yang ompong dan sudah tidak bersenjata lagi, sedang berjalan keliling untuk menakut-nakuti siapa saja. Termasuk para murid dan gereja, apakah mereka bisa diintimidasi sehingga mereka kuatir, takut, sedih dan bisa saling mencurigai sehingga mereka bisa diadu domba seorang demi seorang, kelompok demi kelompok, gereja yang satu dengan gereja yang lain??????

Saudara yang kekasih, bagaimana dengan kita dalam gereja kita ini, GKKD-BP? Apakah kita juga termasuk yang sudah TERTIPU sehingga Iblis dapat mencuri kerukunan kita? Apakah ada di antara Saudara yang sudah begitu tidak suka terhadap saudaranya, bahkan sudah saling mengejek, saling menyindir dan saling menjelekkan, dan lain-lain tanda bahwa kita juga sudah tergoncangkan ???? Saudara, marilah kita saling memerhatikan, supaya kita saling mendorong dalam KASIH dan DALAM PERBUATAN BAIK. Kalau kita mengetahui ada saudara-saudara yang saling ejek, saling sindir, marilah kita menyadarkan setiap saudara kita itu, bahwa kita sudah tertipu, kita sama-sama KALAH kata Yesus dan kata Rasul Paulus. Pertikaian, perpecahan, perselisihan merupakan TANDA-TANDA KEKALAHAN. Saudara, ini baru tipu daya setan, kita sudah terpengaruh dan kita terkena dan kita IKUT TERTIPU. Jika Tuhan menggoncangkan bumi dan langit, apakah Anda juga ikut TERGONCANGKAN???? Saudara, jika tipu daya setan saja tidak dapat diatasi, bagaimana dengan GONCANGAN yang Tuhan sendiri lakukan ???

Saudara, mari kita selesaikan semua persoalan yang terjadi, ampuni, lupakan, doakan dan berkati mereka yang memusuhimu, mencacimu, mengejekmu, merendahkanmu. Mari kita saling mengsihi seperti YESUS KRISTUS mengasihi kita, demikian kita mengasihi sesama kita. Ampuni mereka yang MENGERITIK Anda, namun saya pesankan, JANGAN MENGERITIK, karena kritik itu baik buat kita yang bisa menjadikan kritik sebagai alat untuk mengintrospeksi diri, jika tidak maka kritik biasanya MENJATUHKAN, MENGHINAKAN dan MERENDAHKAN seseorang; tidak baik anak Tuhan, murid Kristus melakukan itu. Kritik adalah tindakan yang tidak baik, karena kita membicarakan kekurangan, kejelekan orang lain dan dilakukan secara terbuka. Tuhan Yesus sudah mengajar kita untuk menegur orang dengan empat mata, dan langsung, tidak via orang lain.

Saudara, Rasul Paulus mau supaya kita tidak mengasihi dengan pura-pura, tapi mengasihi dengan perbuatan baik. Mengasihi dengan ngomong terus terang dan tidak ngomong dibelakang. Murid-murid Kristus mengasihi dengan berbuat baik, dengan memberi, dengan mendoakan, dengan memerhatikan, supaya bisa saling MENDORONG, saling MENASIHATI, saling MENGINGATKAN, saling MENEGUR.

Saudara, Rasul Paulus katakan: ”Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku TIDAK MEMUNYAI KASIH, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika AKU TIDAK MEMUNYAI KASIH, aku sama sekali tidak BERGUNA. Dan sekalipun aku membagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku TIDAK MEMUNYAI KASIH, SEDIKITPUN tidak ada FAEDAHNYA bagiku.”

Rasul Palus mendorong kita untuk MELAKUKAN APAPUN dengan KASIH. Jika semua jemaat Tuhan melakukannya, maka semua orang tahu bahwa kita adalah murid-murid Kristus yang sudah MENIKMATI KASIH YESUS KRISTUS. Saling mengasihi dan saling memerhatikan merupakan tindakan praktis yang dapat MEMBANGUN KERUKUNAN dalam komunitas, gereja lokal. Mari kita mulai dari diri kita untuk memerhatikan, pasangan kita, anak-anak kita, keluarga kita, kelompok PA dan saudara-saudara yang kita bisa lihat dan perhatikan. Jika kerukunan terjadi maka banyak orang akan tahu bahwa kita adalah murid-murid Kristus, dan pengurapan itu bekerja atas semua kita dan kemuliaan Tuhan akan memenuhi semua jemaat. Haleluya. Puji Tuhan. Amin.

 

oleh: Pnt. Robinson Saragih

Read More