• <font face=NEW ANOINTING To Build The Nations" />
  • Visi
  • MISI
  • NILAI-NILAI

YESUS NAIK KE SORGA DAN ROH KUDUS DICURAHKAN

 

Pnt. Leonardo Mangunsong

Pada bulan Mei ini umat Tuhan merayakan hari kenaikan Tuhan Yesus ke sorga serta dicurahkan-Nya Roh Kudus bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya. Tuhan ingin kita benar-benar memahami dan mengalami kebenaran ini agar setiap jemaat dan seluruh umat Tuhan mengalami terobosan dalam segala hal dan kemenangan yang gilang gemilang dalam setiap peperangan terhadap pekerjaan si Jahat.

Kenaikan Tuhan Yesus adalah penggenapan janji Tuhan bagi dunia ini dan diawali dengan kematian serta kebangkitan Tuhan Yesus dari kematian-Nya. Kematian-Nya membuat kita mati atas dosa-dosa, dan kebangkitan-Nya membuat kita mengalami kehidupan yang baru.

Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya. Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa. Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa. Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia. (Roma 6:3-8)

Kenaikan Tuhan Yesus ke sorga dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa membuat kita memahami bahwa Yesus berasal dari sorga dan kembali ke sorga, dan yang menjadi bagian atau milik kita setelah kita memahami bahwa Yesus sudah naik ke sorga adalah: Yesus menyediakan tempat bagi kita di sorga, di mana tempat kita adalah rumah Bapa. Keinginan Tuhan adalah agar di manapun Yesus ada kita berada di sana bersama-sama dengan Dia. Juga Yesus yang naik ke sorga akan datang kembali untuk membawa kita berada di rumah Bapa selama-lamanya.

“Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada. Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ.” (Yohanes 14:1-4)

Dan Yesus yang sudah naik ke sorga akan datang kembali dalam keadaan yang sama seperti Dia naik ke sorga.

Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.” (Kisah Para Rasul 1: 1011)

Yesus sudah naik ke sorga dan Dia tidak membiarkan kita sebagai yatim piatu, itu sebabnya Dia memberikan Roh Kudus-Nya bagi kita.

Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu. (Yohanes 14:15-18)

Itulah sebabnya setelah Yesus naik ke sorga dicurahkanlah Roh Kudus bagi kita  sebagai hari Pestakosta, hari di mana pekerjaan Roh Kudus dinyatakan kepada gereja dan melalui gereja. Dan ketika murid-murid Tuhan berdoa dalam kesehatian maka Roh Kudus dicurahkan bagi mereka dan mereka mengalami karunia-karunia Roh Kudus.

Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus. Pada hari-hari itu berdirilah Petrus di tengah-tengah saudara-saudara yang sedang berkumpul itu, kira-kira seratus dua puluh orang banyaknya, lalu berkata….

Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. (Kisah Para Rasul 1:14-15 dan 2:1-4)

Melalui Pentakosta yang dialami gereja mula-mula, maka setiap orang yang percaya kepada Tuhan berhak untuk mengalami Pentakosta dan pencurahan Roh Kudus, bahkan kepada sebanyak orang yang percaya kepada Tuhan.

Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: “Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?” Jawab Petrus kepada mereka: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita.” (Kisah Para Rasul 2:37-39)

Bagi kita saat ini dan banyak umat Tuhan, ketika kita merayakan kenaikan dan Pentakosta yaitu pencurahan Roh Kudus, biarlah semua jemaat dalam gereja ini kembali mengalami lawatan Roh Kudus, yang dapat memperbaharui hati kita untuk mengasihi Tuhan dan melayani-Nya dengan mengerjakan dan menyelesaikan pekerjaan Tuhan yang telah Dia percayakan bagi kita. Marilah kita berdoa kepada Tuhan dalam kehausan dan kelaparan yang besar akan kebangunan rohani, intervensi Roh Kudus bagi kita, sehingga kita mengalami kegerakan yang baru.

 

Oleh: Pnt. Leonardo Mangunsong

URAPAN UNTUK TUAIAN BESAR

Pnt. Leonardo Mangunsong

Ketika Roh Kudus dicurahkan sebagai penggenapan janji Tuhan kepada Nabi Yoel,  “Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu. (Yoel 2:28-29), maka murid-murid Tuhan mengalami kuasa dan urapan untuk menyatakan kemuliaanTuhan.

Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kisah Para Rasul 1:8)

Urapan dan lawatan tersebut menyebabkan gereja dibangkitkan dan mereka memiliki cara hidup yang senantiasa bersekutu dengan Firman Tuhan, serta memiliki komunitas yang kuat dalam persekutuan doa dan dengan tubuh dan darah Yesus.

Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.(Kisah Para Rasul 2:41-42)  

Urapan dan lawatan itu juga menyebabkan mereka hidup dalam takut dan hormat akan Tuhan serta mengalami mujizat Tuhan.

Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda. (Kisah Para Rasul 2:43)

Urapan dan lawatan itu menyebabkan mereka mengalami kesatuan yang erat dalam kasih yang sejati, dan diberkati dalam ekonomi dan keuangan; mereka mengalami terobosan dalam hal kelimpahan hidup secara jasmani .

Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing (Kisah Para Rasul 2:44-45)

Urapan dan lawatan itu menyebabkan mereka hidup dalam kesehatian yang dalam serta memiliki ketulusan hati serta penuh dengan sukacita, gembira, dan memuji–muji Tuhan.

Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati (Kisah Para Rasul 2:46)

Urapan dan lawatan itu menyebabkan mereka mengalami tuaian besar, terobosan luar biasa untuk menuai jiwa-jiwa.

Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan. (Kisah Para Rasul 2:47)

Tuaian yang mereka alami sehingga ada banyak jiwa-jiwa yang baru ditambahkan adalah tiap-tiap hari, itulah sebabnya tidak heran jika pertambahan jumlah jemaat sangat luar biasa.

Tetapi di antara orang yang mendengar ajaran itu banyak yang menjadi percaya, sehingga jumlah mereka menjadi kira-kira lima ribu orang laki-laki (Kisah Para Rasul 4:4)

Rahasia jemaat mula-mula mengalami kegerakan dan “unlimited acceleration“ adalah karena Roh Kudus mengurapi mereka, di mana saya percaya bahwa setiap jemaat hidup dalam pergaulan dengan Roh Kudus, dan itu dimulai dari para rasul. Bahkan di tengah-tengah masalah pelayanan, ketika ada sungut-sungut dari jemaat untuk pelayanan bagi janda dan fakir miskin, para rasul dapat hikmat untuk mengangkat diaken yang khusus mengurus pelayanan meja, dan akhirnya membuat Injil semakin berkembang. Firman Allah makin tersebar dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya.

Penderitaan yang dialami oleh jemaat mula-mula tidak dapat menghentikan (unstoppable) mereka untuk mengalami tuaian besar. Justru mereka semakin tersebar sehingga menyebabkan kemajuan besar dari Injil kerajaan Allah.

Pada waktu itu mulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem. Mereka semua, kecuali rasul-rasul, tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria (Kisah Para Rasul 8:1b)

Mereka yang tersebar itu menjelajah seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil. Dan Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias kepada orang-orang di situ. Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua dengan bulat hati menerima apa yang diberitakannya itu. Sebab dari banyak orang yang kerasukan roh jahat keluarlah roh-roh itu sambil berseru dengan suara keras, dan banyak juga orang lumpuh dan orang timpang yang disembuhkan.Maka sangatlah besar sukacita dalam kota itu. (Kisah Para Rasul 8:4-8)

Kita memerlukan pekerjaan Roh Kudus yang mengurapi kita untuk tuaian besar. Kita harus menyadari bahwa Roh Kudus diam dalam kita dan mengurapi kita. Bergaullah dengan intim dengan Dia, dengarlah suara-Nya. Hiduplah takut akan Dia, hormati dan hargailah Dia. Berilah tempat seluas-luasnya kepada Dia, sehingga kita dapat berkat. Dia melakukan lebih besar dari apa yang dapat kita pikirkan; Dialah yang melakukannya dalam kita dan kita hanya mau dengar-dengaran dan taat serta hidup dalam kekudusan sampai kita menikmati tuaian besar di bangsa ini.

 

Oleh: Pnt. Leonardo Mangunsong

PASKAH

Pnt.Sahala Hutagalung

Pnt.Sahala Hutagalung

Paskah seharusnya merupakan momen perayaan yang penting, di mana kita yang sudah diselamatkan memahami kekayaan dan kedalaman makna Paskah.

Peristiwa Paskah adalah sumber dan titik tolak iman Kristen. Paulus menulis, ”Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.” (I Korintus 15:14). Paskah adalah peristiwa Kristus bangkit dan hidup dari kematian, di mana Yesus menjadi Tuhan dan Allah, menjadi Juruselamat dan Penebus dosa manusia.

Dengan peristiwa Paskah, kita menerima kepastian iman, kepastian hidup yang memberi kemenangan dan kepastian setelah nanti kalau kita meninggal. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Manusia pertama Adam menjadi mahluk yang hidup, tetapi Adam yang akhir menjadi Roh yang menghidupkan.

Adam dilambangkan sebagai “bapa orang berdosa”, sehingga kita semua berada di bawah kuasa (kutuk) dosa. Di dalam hubungan dengan Adam, tiap manusia telah berdosa dan akibat dari dosa adalah kematian. Kristus disebut sebagai yang memulihkan dan menghidupkan kembali. Kebangkitan Kristus adalah suatu penciptaan baru, memulihkan kembali citra manusia di hadapan Allah. Oleh dosa, Adam yang pertama merusak ciptaan, sedangkan oleh kebangkitan Adam yang kedua, memulihkan ciptaan.

Tuhan Yesus Kristus sudah bangkit! Ia hidup!

Tidak diragukan, kebangkitan Yesus telah menimbulkan pengaruh yang radikal pada jiwa kita, yaitu mengasihi orang lain, untuk memberitakan kabar baik kepada orang-orang sengsara, merawat orang yang remuk hati, membebaskan orang-orang tawanan, orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, itulah tanda orang yang sudah dibangkitkan.

 

Oleh: Pnt. Sahala Hutagalung