• Our Church Our Home
  • Visi
  • MISI
  • NILAI-NILAI

HARI KEDATANGAN YESUS KE DUNIA MEMBAWA SUKACITA

Pnt.Sahala Hutagalung

Pnt.Sahala Hutagalung

Lukas 2:10,13-14 Malaikat berkata: ”Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa. Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang yang memuji Allah, katanya: Kemuliaan bagi Allah di tempat yang maha tinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.

Jemaat Tuhan yang saya kasihi, kedatangan Yesus ke muka bumi bukan membawa ketakutan, melainkan membawa kesukaan besar bagi umat manusia di seluruh dunia, memberi kemuliaan dan damai sejahtera kepada setiap kita.

Yesus datang ke dunia ini untuk menyelamatkan, untuk menebus dosa, sehingga Dia memulihkan kebenaran dan kekudusan yang tidak mungkin dapat dilakukan oleh orang berdosa.

Sejak kedatangan Yesus Kristus ke dalam hidup Saudara, Allah tetap bersama Saudara dan tidak meninggalkan Saudara (Imanuel). Janganlah menyimpan rasa takut, Allah di pihak Saudara, siapakah yang akan melawan Saudara. Milikilah pewahyuan mengenai Imanuel (Allah menyertai, melindungi dan bersama Saudara)

Jadi, akuilah Yesus. Dia selalu ada di sisi Saudara. Kehadiran-Nya menggambarkan kehidupan-Nya yang membawa kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus sepanjang hidup. Hanya di dalam Yesus manusia bisa menemukan damai sejahtera secara penuh, baik untuk pribadi maupun untuk keluarga.

Dunia hanya menawarkan kesedihan dan keputusasaan kepada manusia. Manusia berjalan sendiri tanpa pengharapan dan banyak mengalami kegagalan dalam hidup, kemampuannya terbatas, sehingga menjadi kecewa.

Bila Yesus ada di dalam Saudara, Dia memegang tangan kanan Saudara, sandarkan pengharapan Saudara kepada-Nya, Dia akan menghibur dan mengangkat kekecewaan Saudara; Dia akan mencurahkan kasih-Nya kepada Saudara dengan  sukacita.

Natal membawa damai dan sukacita; Dia sudah hidup dalam diri Saudara. Yesus datang dengan kuasa-Nya, dalam urapan-Nya membebaskan dan menyembuhkan segala beban kehidupan Saudara.

Berbahagialah kita yang sudah memiliki Yesus di hari Natal; Anda diberkati; Anda akan menerima apa yang Allah telah sediakan bagi Saudara; Saudara akan mengalami sukacita.

 

Oleh: Pnt.Sahala H

KEMURAHAN

Pnt. Leonardo Mangunsong

Pnt. Leonardo Mangunsong

Di tengah zaman yang selalu menonjolkan kepentingan diri sendiri, egois dan serakah, Tuhan sedang mengajak gereja-Nya untuk hidup dalam kemurahan, murah hati terhadap sesama, termasuk kepada musuh kita, karena Bapa Sorgawi adalah Bapa yang murah hati. Hal itu ditunjukkan-Nya dengan cara mengirimkan Anak-Nya yang tunggal mati di kayu salib untuk menyelamatkan manusia tanpa menuntut balas dari manusia. Tuhan ingin kita juga merepresentasikan diri-Nya dengan cara hidup murah hati. Dan yang luar biasa, Allah memampukan kita untuk hidup dalam kemurahan hati.

Salah satu bagaimana hidup dalam kemurahan hati diajarkan Tuhan Yesus dalam Lukas 6:27-36: kemurahan hati terhadap musuh kita.

Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu. Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu. Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu. Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosa pun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka. Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun berbuat demikian. Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak.Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat. Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.” (Lukas 6 : 27 – 36)

Jika ayat di atas menjadi standar atau pola dalam hidup kita, yaitu murah hati terhadap musuh kita, maka Tuhan juga ingin agar kemurahan hati tersebut ada dan beroperasi di tengah-tengah jemaat.

Kemurahan hati adalah buah Roh, yang menunjukkan perbuatan baik tanpa pamrih dan dengan rela hati, dengan tujuan untuk menyenangkan orang lain, sekalipun mungkin ada harga yang harus dibayar.

Kemurahan hati merupakan buah Roh, artinya produk dari keintiman kita dengan Roh Kudus, dengan cara hidup taat terhadap pimpinan Roh Kudus. Roh Kuduslah yang membawa kita untuk dapat hidup sama seperti kehidupan Yesus sendiri, yaitu hidup dalam kemurahan hati, sehingga dalam hidup sehari-hari kita dapat:

  1. Mudah mengampuni orang lain dan cepat minta maaf serta mengakui kesalahan terhadap orang lain;
  2. Senang memuji kebaikan orang lain, tidak menghakimi, menggosipkan serta menjelekkan orang lain;
  3. Cepat untuk menolong orang lain serta memberi kepada orang lain tanpa hitung-hitungan;
  4. Cepat menghormati orang lain dengan lebih dahulu menyapa jika bertemu;
  5. Senang mendengarkan suara Tuhan dan melakukan perintah-Nya;
  6. Senang menyembah Tuhan dan membangun keintiman dengan Tuhan, sehingga hatinya selalu lembut dan peka terhadap hati Tuhan;
  7. Cepat dan mudah untuk melupakan hal–hal buruk dan trauma serta kegagalan dalam kehidupan sehari-hari;
  8. Dengan cepat dan bergegas meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk;
  9. Memiliki hati yang cepat untuk mengalami perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik tanpa berbantah-bantah;
  10. Senang mengucap syukur dalam segala hal dan tidak bersungut-sungut;
  11. Senang mengutamakan kepentingan orang lain, walaupun ada harga yang harus dibayar;
  12. Melakukan pekerjaan lebih dari apa yang diperintahkan dan tidak menuntut hak, tetapi lebih mengutamakan tanggung jawab.

Tuhan ingin agar kehidupan seperti dalam poin-poin di atas menjadi praktek hidup atau gaya hidup kita sehari-hari, sehingga kita dapat merepresentasikan Tuhan yang murah hati. Dan karena hal ini adalah karya Roh Kudus dalam diri kita, maka pastilah kita dapat hidup senantiasa dalam kemurahan hati.

Marilah kita bangkit dan memiliki semangat yang baru dalam menunjukkan hidup yang penuh kemurahan di antara jemaat dan di tengah dunia ini. Amin.

 

Oleh: Pnt. Leonardo Mangunsong