• <font face=NEW ANOINTING To Build The Nations" />
  • Visi
  • MISI
  • NILAI-NILAI

URAPAN UNTUK TUAIAN BESAR

Pnt. Leonardo Mangunsong

Ketika Roh Kudus dicurahkan sebagai penggenapan janji Tuhan kepada Nabi Yoel,  “Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu. (Yoel 2:28-29), maka murid-murid Tuhan mengalami kuasa dan urapan untuk menyatakan kemuliaanTuhan.

Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kisah Para Rasul 1:8)

Urapan dan lawatan tersebut menyebabkan gereja dibangkitkan dan mereka memiliki cara hidup yang senantiasa bersekutu dengan Firman Tuhan, serta memiliki komunitas yang kuat dalam persekutuan doa dan dengan tubuh dan darah Yesus.

Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.(Kisah Para Rasul 2:41-42)  

Urapan dan lawatan itu juga menyebabkan mereka hidup dalam takut dan hormat akan Tuhan serta mengalami mujizat Tuhan.

Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda. (Kisah Para Rasul 2:43)

Urapan dan lawatan itu menyebabkan mereka mengalami kesatuan yang erat dalam kasih yang sejati, dan diberkati dalam ekonomi dan keuangan; mereka mengalami terobosan dalam hal kelimpahan hidup secara jasmani .

Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing (Kisah Para Rasul 2:44-45)

Urapan dan lawatan itu menyebabkan mereka hidup dalam kesehatian yang dalam serta memiliki ketulusan hati serta penuh dengan sukacita, gembira, dan memuji–muji Tuhan.

Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati (Kisah Para Rasul 2:46)

Urapan dan lawatan itu menyebabkan mereka mengalami tuaian besar, terobosan luar biasa untuk menuai jiwa-jiwa.

Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan. (Kisah Para Rasul 2:47)

Tuaian yang mereka alami sehingga ada banyak jiwa-jiwa yang baru ditambahkan adalah tiap-tiap hari, itulah sebabnya tidak heran jika pertambahan jumlah jemaat sangat luar biasa.

Tetapi di antara orang yang mendengar ajaran itu banyak yang menjadi percaya, sehingga jumlah mereka menjadi kira-kira lima ribu orang laki-laki (Kisah Para Rasul 4:4)

Rahasia jemaat mula-mula mengalami kegerakan dan “unlimited acceleration“ adalah karena Roh Kudus mengurapi mereka, di mana saya percaya bahwa setiap jemaat hidup dalam pergaulan dengan Roh Kudus, dan itu dimulai dari para rasul. Bahkan di tengah-tengah masalah pelayanan, ketika ada sungut-sungut dari jemaat untuk pelayanan bagi janda dan fakir miskin, para rasul dapat hikmat untuk mengangkat diaken yang khusus mengurus pelayanan meja, dan akhirnya membuat Injil semakin berkembang. Firman Allah makin tersebar dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya.

Penderitaan yang dialami oleh jemaat mula-mula tidak dapat menghentikan (unstoppable) mereka untuk mengalami tuaian besar. Justru mereka semakin tersebar sehingga menyebabkan kemajuan besar dari Injil kerajaan Allah.

Pada waktu itu mulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem. Mereka semua, kecuali rasul-rasul, tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria (Kisah Para Rasul 8:1b)

Mereka yang tersebar itu menjelajah seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil. Dan Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias kepada orang-orang di situ. Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua dengan bulat hati menerima apa yang diberitakannya itu. Sebab dari banyak orang yang kerasukan roh jahat keluarlah roh-roh itu sambil berseru dengan suara keras, dan banyak juga orang lumpuh dan orang timpang yang disembuhkan.Maka sangatlah besar sukacita dalam kota itu. (Kisah Para Rasul 8:4-8)

Kita memerlukan pekerjaan Roh Kudus yang mengurapi kita untuk tuaian besar. Kita harus menyadari bahwa Roh Kudus diam dalam kita dan mengurapi kita. Bergaullah dengan intim dengan Dia, dengarlah suara-Nya. Hiduplah takut akan Dia, hormati dan hargailah Dia. Berilah tempat seluas-luasnya kepada Dia, sehingga kita dapat berkat. Dia melakukan lebih besar dari apa yang dapat kita pikirkan; Dialah yang melakukannya dalam kita dan kita hanya mau dengar-dengaran dan taat serta hidup dalam kekudusan sampai kita menikmati tuaian besar di bangsa ini.

 

Oleh: Pnt. Leonardo Mangunsong

PASKAH

Pnt.Sahala Hutagalung

Pnt.Sahala Hutagalung

Paskah seharusnya merupakan momen perayaan yang penting, di mana kita yang sudah diselamatkan memahami kekayaan dan kedalaman makna Paskah.

Peristiwa Paskah adalah sumber dan titik tolak iman Kristen. Paulus menulis, ”Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.” (I Korintus 15:14). Paskah adalah peristiwa Kristus bangkit dan hidup dari kematian, di mana Yesus menjadi Tuhan dan Allah, menjadi Juruselamat dan Penebus dosa manusia.

Dengan peristiwa Paskah, kita menerima kepastian iman, kepastian hidup yang memberi kemenangan dan kepastian setelah nanti kalau kita meninggal. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Manusia pertama Adam menjadi mahluk yang hidup, tetapi Adam yang akhir menjadi Roh yang menghidupkan.

Adam dilambangkan sebagai “bapa orang berdosa”, sehingga kita semua berada di bawah kuasa (kutuk) dosa. Di dalam hubungan dengan Adam, tiap manusia telah berdosa dan akibat dari dosa adalah kematian. Kristus disebut sebagai yang memulihkan dan menghidupkan kembali. Kebangkitan Kristus adalah suatu penciptaan baru, memulihkan kembali citra manusia di hadapan Allah. Oleh dosa, Adam yang pertama merusak ciptaan, sedangkan oleh kebangkitan Adam yang kedua, memulihkan ciptaan.

Tuhan Yesus Kristus sudah bangkit! Ia hidup!

Tidak diragukan, kebangkitan Yesus telah menimbulkan pengaruh yang radikal pada jiwa kita, yaitu mengasihi orang lain, untuk memberitakan kabar baik kepada orang-orang sengsara, merawat orang yang remuk hati, membebaskan orang-orang tawanan, orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, itulah tanda orang yang sudah dibangkitkan.

 

Oleh: Pnt. Sahala Hutagalung