• <font face=NEW ANOINTING To Build The Nations" />
  • Visi
  • MISI
  • NILAI-NILAI

YESUS DIURAPI

Pnt.Sahala Hutagalung

Pnt.Sahala Hutagalung

 Yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia (Kisah Para Rasul 10:38)

Allah  mengurapi dan memberi kuasa kepada Tuhan Yesus untuk misi-Nya: melayani orang dan memberitakan kabar baik dan membebaskan mereka yang ditawan oleh Iblis. Dia berjalan berkeliling dengan urapan Allah, menyembuhkan dan membebaskan.

Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara (Yesaya 61:1)

Demikian juga dengan kita, Roh Allah sudah ada pada setiap kita orang percaya, diurapi Roh Kudus untuk pergi mendatangi orang untuk menyampaikan kabar keselamatan.

Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya (Kisah Para Rasul 2:1-4)

Orang percaya yang diurapi oleh Allah berarti orang yang dipenuhi oleh kuasa ilahi, dipenuhi oleh kuasa Roh Kudus untuk tujuan tertentu, dikhususkan untuk mengerjakan panggilan Allah.

Sebab Dia yang telah meneguhkan kami bersama-sama dengan kamu di dalam Kristus, adalah Allah yang telah mengurapi (II Korintus 1:21)

Diurapi Roh Kudus hidup kita menjadi satu dengan Bapa, mencintai kebenaran dan membenci kejahatan. Orang yang diurapi Tuhan menjadi berubah hidupnya, mau memberi kepada orang yang berkekurangan, menolong orang dalam kesusahan, bahkan rela menjual barangnya untuk membantu orang.

Kepenuhan Roh Kudus menjadikan hidup penuh sukacita, rendah hati, sabar, mau memaafkan kesalahan orang.

Apakah Saudara sudah kepenuhan Roh Kudus, di mana Saudara hidup dikuasai, dituntun dan dikendalikan oleh Roh Kudus?

 

Oleh: Pnt. Sahala Hutagalung

PENGURAPAN DALAM JEMAAT

 

Pnt. Robinson Saragih

Pnt. Robinson Saragih

MATIUS 18:18–20: Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga. Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

Saudara yang kekasih dalam nama Yesus, Tuhan kita, Yesus mengajarkan bahwa jika ada dua atau tiga orang jemaat berkumpul dalam nama Yesus, maka Yesus hadir di tengah-tengah perkumpulan itu, sehingga jika mereka mengikat apa saja, maka apa yang mereka ikat itu terikat di surga; apa yang mereka lepaskan akan terlepas di surga. Mengapa itu bisa terjadi? Kehadiran Yesus merupakan penyebab doa itu dikabulkan oleh Bapa di surga.

Dua tiga orang berkumpul, bagaimana kalau lebih banyak lagi?

I KORINTUS 3:16: Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?

Seorang anak Tuhan didiami oleh Roh Allah, dan jika anak-anak Tuhan berkumpul dua atau tiga orang, Dia juga hadir. Sekumpulan anak-anak Tuhan juga, jika mereka berkumpul di dalam nama Yesus maka Tuhan hadir di tengah-tengah mereka. Jadi sekumpulan anak-anak Tuhan yang menghormati Tuhan berkumpul, maka Roh Allah hadir di tengah-tengah mereka. Prinsip ini sudah ditulis oleh pemazmur dalam kitab Mazmur.

MAZMUR 133:1–3: Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.

Tuhan sangat menghargai kumpulan dari orang-orang yang diam dengan RUKUN. Sekelompok orang yang duduk diam dalam kerukunan, kumpulan orang yang saling mengasihi dan saling menghargai seorang dengan yang lain; mereka tidak ribut dan tidak sedang bertikai, tapi seorang dengan yang lain saling mengasihi.

Dalam kitab Kejadian suatu prinsip pernah ditulis oleh nabi Tuhan yaitu MUSA: KEJADIAN 11:6: dan Ia berfirman: “Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana.

Sekumpulan orang dengan satu bangsa dan satu bahasa, jika mereka bersama-sama  berencana apa saja, Tuhan Allah mengakui bahwa mereka bisa melaksanakan rencana mereka itu.

Jika sekumpulan orang berencana dan mereka sepakat untuk melakukannya, maka apapun yang mereka rencanakan akan terlaksana, karena mereka sepakat untuk melaksanakannya. Dan Tuhan berkata: Apa saja yang mereka rencanakan, mereka akan berhasil melaksanakannya. Karena mereka satu bangsa dengan satu bahasa, artinya mereka semua sepakat memutuskan dan sepakat melaksanakannya.

Pengurapan Roh Kudus akan menguasai sekumpulan orang jika semua orang dalam kumpulan itu telah memiliki pengurapan Roh Allah dan pengurapan itu diizinkan bekerja dengan leluasa di tengah-tengah mereka. Dan satu prinsip yang kuat sejak dahulu yang seharusnya dijaga dalam kelompok adalah: PEMAHAMAN YANG SAMA terhadap apa yang akan dilaksanakan. PEMAHAMAN YANG MERATA di antara mereka yang menjadi anggota kelompok yang sepakat itu.

Pengurapan Roh Kudus akan bekerja dengan leluasa di tengah-tengah kelompok yang  DIAM BERSAMA DENGAN RUKUN BERSAMA, artinya sekelompok orang yang rukun bersama; sekelompok orang yang tidak saling menyalahkan atau sedang memiliki perbedaan pendapat yang tidak bisa diselesaikan yang disebut ”BERTIKAI” atau memiliki PERTIKAIAN yang tidak bisa diatasi.

Ketika jemaat sehati, sepikiran dan memiliki tujuan bersama, maka pengurapan itu akan bekerja leluasa. ROH ALLAH senang bekerja dalam kelompok yang HARMONIS. Rasul Paulus menuliskan dalam EFESUS 4:16: Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, — yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota — menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

Pengurapan korporat atau pengurapan kelompok, akan bekerja dengan leluasa ketika semua anggota kelompok RELA TINGGAL DALAM KELOMPOK dan masing-masing membagi kontribusi mereka dalam bentuk pelayanan yang dapat mereka lakukan. Jadi dalam kelompok itu tidak bisa ada penonton atau evaluator, akan tetapi semua bekerja sesuai dengan KADAR MASING-MASING. Setiap anggota melayani sesuai dengan kompetensinya dan sesuai dengan karunia-karunia Roh Kudus yang Tuhan sudah anugerahkan kepada mereka. Jika semua mereka terlibat dalam pelayanan dan semua dengan rela dan suka cita mengerjakannya, maka kita akan melihat bahwa: PENGURAPAN ROH KUDUS akan MEMBUAT GEREJA BERDAMPAK BAGI MASYARAKAT di sekitar mereka. Ketika itulah Tuhan akan MEMERINTAHKAN BERKAT kehidupan selama-lamanya turun KEPADA KELOMPOK ITU, dan ketika itu maka terjadilah: “Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu daan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu“

Pengurapan itu akan bekerja dengan leluasa di tengah-tengah kita jika semua kita memiliki pemahaman yang sama dan memiliki kesepakatan yang sama, maka: ”APAPUN YANG KITA IKAT DAN LEPASKAN DI BUMI AKAN TERLEPAS ATAU TERIKAT DI SURGA, karena Tuhan Allah mengabulkan semua doa kita”.  HALELUYA. PUJI TUHAN.

 

Oleh: Pnt. Robinson Saragih

ROH TUHAN MENGURAPI KITA

Pnt. Leonardo Mangunsong

Mujizat terbesar terjadi dalam hidup kita ketika Roh Allah masuk ke dalam hati kita, di saat kita mengalami kelahiran kembali.

Allah yang besar dan dahsyat, Pencipta langit dan bumi, Roh-Nya masuk dan tinggal dalam hati kita. Bukan hanya Roh Allah tinggal dalam hati kita, tetapi kita juga memulai hidup di dalam pengurapan Tuhan, hidup diurapi oleh Tuhan.

Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku… (Yesaya 61:1a)

Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya (I Yohanes 2:20)

Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu — dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta — dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia. (1 Yohanes 2:27)

Pengurapan itu membuat kita yang kecil dan tidak berdaya menjadi besar dan beroleh kemampuan ilahi serta berkemenangan. Pengurapan itu memampukan kita memahami jalan dan pekerjaan Tuhan dalam hidup kita. Pengurapan itu membuat kita mampu berjalan dalam kebenaran firman Tuhan serta menghadapi ajaran-ajaran sesat yang bertentangan dengan kebenaran Tuhan. Pengurapan itu membuat kita yang lemah menjadi kuat, yang sakit disembuhkan, dan dapat melihat hal-hal yang mustahil yaitu mujizat. Hal ini sangat luar biasa. Pengurapan itulah yang membuat Yabes dapat berdoa dengan berani.

Yabes berseru kepada Allah Israel, katanya: “Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!”  (I Tawarikh 4:10)

Hal yang sama dialami oleh Daud ketika dia diurapi oleh Tuhan.

Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya (Mazmur 20:7)

Yesus juga mengalami pengurapan yang membuat Dia hidup penuh kuasa.

Kamu tahu tentang segala sesuatu yang terjadi di seluruh tanah Yudea, mulai dari Galilea, sesudah baptisan yang diberitakan oleh Yohanes, yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.(Kisah Para Rasul 10:37-38)

Selain kita memahami bahwa kita diurapi oleh Tuhan, kita juga dibawa oleh Tuhan untuk bertumbuh dalam pengurapan yang Tuhan anugerahkan. Hal itu terjadi ketika kita hidup dalam keintiman dengan Tuhan; hidup dalam kataatan dan kekudusan, dan terus berkomitmen untuk senantiasa fokus dengan Tuhan dan kebenaran-Nya serta membenci kefasikan.

Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan; sebab itu Allah, Allah-Mu telah mengurapi Engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutu-Mu (Ibrani 1:9)

Karena pengurapan yang bergerak dan bekerja dalam hidup kita adalah pekerjaan Roh Kudus, marilah kita terus intim dengan Roh Kudus dan taat kepada suara-Nya, maka kuat kuasa-Nya akan mengalir dalam setiap tugas yang ditetapkan untuk kita kerjakan, sehingga kita dapat berhasil, seperti yang dialami oleh Daud juga Yesus ketika Dia ada di bumi bersama murid-murid-Nya.

Perlu kita ingat bahwa Allah mengutus kita di bumi ini untuk menyampaikan kabar baik, merawat orang–orang yang sengsara, melepaskan orang dari penjara atau tawanan Iblis, itulah sebabnya Bapa mengurapi kita.

 

Oleh: Pnt. Leonardo Mangunsong