• Our Church Our Home
  • Visi
  • MISI
  • NILAI-NILAI

TEMPAT KEDIAMAN ALLAH

Pnt. Leonardo Mangunsong

Pnt. Leonardo Mangunsong

Sejak semula Allah ingin membangun tempat kediaman-Nya di muka bumi, mulai dari penciptaan manusia mula-mula yaitu Adam dan Hawa di taman Eden. Namun manusia mula-mula tidak menyadari dan memahaminya. Kemudian Allah memanggil umat-Nya Israel, di mana Allah ingin membangun tempat kediaman-Nya ditengah-tengah bangsa Israel.
Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka (Keluaran 25:8)
Kemudian Daud punya kerinduan untuk membangun rumah Tuhan, tetapi Tuhan tidak mengizinkan Daud, maka anaknya Salomo yang akan mendirikan rumah Tuhan.
Pada waktu itu berkatalah Salomo: “TUHAN telah memutuskan untuk diam dalam kekelaman. Sekarang, aku telah mendirikan rumah kediaman bagi-Mu, tempat Engkau menetap selama-lamanya. (2 Tawarikh 6:1-2)
Namun Tuhan tidak hanya mau tinggal dalam rumah di muka bumi. Tetapi Ia ingin tinggal dalam diri manusia. Itulah sebabnya Tuhan buat perjanjian yang baru dengan manusia, yang menyatakan keinginan-Nya untuk tinggal dalam manusia, yaitu Roh-Nya.
Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu. Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya. (Yehezkiel 36:25–27)
Dan Allah menggenapi janji-Nya ketika Dia mengirimkan anak-Nya Yang Tunggal dan ketika kita mengalami kelahiran kembali, Roh Anak-Nya,Yesus Kristus, tinggal dalam hati kita dan Dia menjadikan hidup kita menjadi tempat tinggal, rumah kediaman-Nya.
Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!”Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. (Roma 8:15–16)
Dan Dia menjadikan tubuh kita tempat tinggal-Nya di muka bumi. Hal ini sangat luar biasa, kita merasa terhormat, tersanjung karena tubuh kita sebagai rumah kediaman Tuhan.
Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? (1 Korintus 3:16)
Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! (1 Korintus 6:19-20)
Paulus mengalami pewahyuan tentang Yesus, di mana Yesus mau tinggal dalam hidup kita dan karena percaya kita kepada-Nya maka Dia tinggal dalam kita. Dia Pencipta langit dan bumi, Allah Abraham, Ishak dan Yakub ada tinggal dalam roh kita; tubuh kita dijadikan-Nya rumah kehadiran-Nya, tempat kedianan-Nya di muka bumi.
Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu, yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya. Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan! (Kolose 1:25- 27)
Keinginan Tuhan adalah agar Dia yang tinggal dalam diri kita, di mana kita menjadi rumah kediaman-Nya dimanesfestasikan, terwujud melalui hidup kita, perkataan dan perbuatan kita.
Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus. Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya, yang bekerja dengan kuat di dalam aku. (Kolose 1:28-29)
Marilah kita pahami dalam pembahasan firman Tuhan sepanjang bulan Juli bahwa kita adalah tempat kediaman Allah dan kita juga memanisfestasikan kehadiran-Nya dalam hidup kita melalui perkataan dan perbuatan kita. Tuhan Yesus memberkati.

Read More