• Our Church Our Home
  • Visi
  • MISI
  • NILAI-NILAI

BANGKITLAH DAN BERSINARLAH

Pnt. Leonardo Mangunsong

Pnt. Leonardo Mangunsong

Dalam Yesaya 60:1-7, Tuhan berjanji bahwa akan terjadi terobosan dalam hal ekonomi, di mana harta bangsa-bangsa akan dibawa ke rumah Tuhan; kebangkitan anak-anak muda, di mana hati anak-anak akan kembali kepada bapa–bapa dan demikian sebaliknya; kambing domba Kedar akan menyemarakkan rumah Tuhan; terjadi pertobatan banyak orang untuk datang kepada Tuhan; bangsa-bangsa ditutup oleh kegelapan, namun mereka akan mencari dan datang kepada Tuhan karena melihat terang Tuhan yang ada pada umat-Nya.

Secara khusus, pesan Tuhan kepada kita gereja-Nya di tahun 2017 ini adalah agar gereja bangkit, menjadi terang, dan bersinar, karena ketika gereja Tuhan bangkit, maka gereja akan menggenapi kerinduan Tuhan, sehingga Tuhan dipermuliakan melalui hidup kita, dan bangsa-bangsa akan datang kepada Tuhan melalui hidup kita.

Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu  (Yesaya 60:1)

Tuhan ingin gereja-Nya bangkit agar melaksanakan rencana Tuhan, karena Tuhan “membutuhkan” rekan untuk menggenapinya.

Ingatlah hal-hal yang dahulu dari sejak purbakala, bahwasanya Akulah Allah dan tidak ada yang lain, Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku,yang memberitahukan dari mulanya hal yang kemudian dan dari zaman purbakala apa yang belum terlaksana, yang berkata: Keputusan-Ku akan sampai, dan segala kehendak-Ku akan Kulaksanakan,yang memanggil burung buas dari timur, dan orang yang melaksanakan putusan-Ku dari negeri yang jauh. Aku telah mengatakannya, maka Aku hendak melangsungkannya, Aku telah merencanakannya, maka Aku hendak melaksanakannya. (Yesaya 46:9-11)

Bagaimanakah kita dapat bangkit?

Alkitab selalu menyaksikan bahwa kebangkitan dapat terjadi ketika kita secara pribadi berjumpa dengan firman Tuhan, dan firman Tuhan tersebut membangkitkan identitas diri kita di hadapan Tuhan, dan juga menyatakan kerinduan dari Tuhan untuk apa yang harus kita kerjakan, contohnya seperti Gideon, orang lumpuh di kolam Betesda, Yosua, dll..

Perjumpaan dengan Tuhan dapat terjadi ketika kita membaca dan merenungkan Firman Tuhan, berdoa dan memuji Tuhan, atau ketika kita berdoa dan berpuasa dalam persekutuan yang erat dengan Tuhan. Itulah sebabnya sepanjang tahun 2017 ini, secara serentak mulai tanggal 1 Januari kita membaca firman Tuhan atau Alkitab sebanyak 4 pasal setiap hari dan membangun kehidupan doa dan puasa serta penyembahan, sampai kita mendapatkan Tuhan.

Dampak dari perjumpaan kita dengan Tuhan, kita akan mengalami kebangkitan dalam banyak aspek yang memang dibutuhkan pada hari–hari ini, yaitu:

  1. Bangkit dalam memahami visi, misi dan nilai-nilai gereja yang Tuhan sudah berikan sejak gereja ini ada;
  2. Bangkit dalam hal identitas diri kita di hadapan Tuhan. Selain kita adalah orang benar dan anak-anak Allah, kita juga adalah pemenang, bukan pecundang, pahlawan Allah, imamat rajani;
  1. Bangkit dalam memahami bahwa Allah telah memberikan karunia dan talenta kepada kita, yang dapat digunakan untuk mengerjakan rencana Tuhan;
  2. Bangkit dengan memiliki mentalitas pemenang, pola pikir dan sikap seorang pemenang, anak Raja;
  3. Bangkit dan mengalami terobosan dalam hal keuangan, keluarga, pekerjaan, studi, kesehatan, dan bisnis;
  4. Bangkit dari persoalan-persoalan hati yang menghambat kegerakan di tengah-tengah kita;

Namun, tidak hanya bangkit dan menjadi terang, tetapi bersinar, sehingga apapun yang kita kerjakan hasilnya luar biasa, excellent: dalam hal pekerjaan dan bisnis, dalam studi dan kuliah, dalam pelayanan, dalam gereja, dalam rumah tangga kita, dalam perkataan dan perbuatan kita. Tujuannya adalah supaya Tuhan dimuliakan melalui hidup kita.

Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku” (Yohanes 15:8)

Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (Matius 5:16)

Para penatua rindu agar seluruh jemaat dapat melihat dan memahami janji Tuhan ini (Yesaya 60:1-7) dan bangkit dalam segala hal (Yesaya 60:1) sepanjang tahun 2017 ini, sehingga Bapa dimuliakan melalui hidup kita dan bangsa-bangsa datang kepada Tuhan.

 

Oleh: Pnt. Leonardo Mangunsong

KEMURAHAN

Pnt. Leonardo Mangunsong

Pnt. Leonardo Mangunsong

Di tengah zaman yang selalu menonjolkan kepentingan diri sendiri, egois dan serakah, Tuhan sedang mengajak gereja-Nya untuk hidup dalam kemurahan, murah hati terhadap sesama, termasuk kepada musuh kita, karena Bapa Sorgawi adalah Bapa yang murah hati. Hal itu ditunjukkan-Nya dengan cara mengirimkan Anak-Nya yang tunggal mati di kayu salib untuk menyelamatkan manusia tanpa menuntut balas dari manusia. Tuhan ingin kita juga merepresentasikan diri-Nya dengan cara hidup murah hati. Dan yang luar biasa, Allah memampukan kita untuk hidup dalam kemurahan hati.

Salah satu bagaimana hidup dalam kemurahan hati diajarkan Tuhan Yesus dalam Lukas 6:27-36: kemurahan hati terhadap musuh kita.

Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu. Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu. Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu. Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosa pun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka. Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun berbuat demikian. Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak.Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat. Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.” (Lukas 6 : 27 – 36)

Jika ayat di atas menjadi standar atau pola dalam hidup kita, yaitu murah hati terhadap musuh kita, maka Tuhan juga ingin agar kemurahan hati tersebut ada dan beroperasi di tengah-tengah jemaat.

Kemurahan hati adalah buah Roh, yang menunjukkan perbuatan baik tanpa pamrih dan dengan rela hati, dengan tujuan untuk menyenangkan orang lain, sekalipun mungkin ada harga yang harus dibayar.

Kemurahan hati merupakan buah Roh, artinya produk dari keintiman kita dengan Roh Kudus, dengan cara hidup taat terhadap pimpinan Roh Kudus. Roh Kuduslah yang membawa kita untuk dapat hidup sama seperti kehidupan Yesus sendiri, yaitu hidup dalam kemurahan hati, sehingga dalam hidup sehari-hari kita dapat:

  1. Mudah mengampuni orang lain dan cepat minta maaf serta mengakui kesalahan terhadap orang lain;
  2. Senang memuji kebaikan orang lain, tidak menghakimi, menggosipkan serta menjelekkan orang lain;
  3. Cepat untuk menolong orang lain serta memberi kepada orang lain tanpa hitung-hitungan;
  4. Cepat menghormati orang lain dengan lebih dahulu menyapa jika bertemu;
  5. Senang mendengarkan suara Tuhan dan melakukan perintah-Nya;
  6. Senang menyembah Tuhan dan membangun keintiman dengan Tuhan, sehingga hatinya selalu lembut dan peka terhadap hati Tuhan;
  7. Cepat dan mudah untuk melupakan hal–hal buruk dan trauma serta kegagalan dalam kehidupan sehari-hari;
  8. Dengan cepat dan bergegas meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk;
  9. Memiliki hati yang cepat untuk mengalami perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik tanpa berbantah-bantah;
  10. Senang mengucap syukur dalam segala hal dan tidak bersungut-sungut;
  11. Senang mengutamakan kepentingan orang lain, walaupun ada harga yang harus dibayar;
  12. Melakukan pekerjaan lebih dari apa yang diperintahkan dan tidak menuntut hak, tetapi lebih mengutamakan tanggung jawab.

Tuhan ingin agar kehidupan seperti dalam poin-poin di atas menjadi praktek hidup atau gaya hidup kita sehari-hari, sehingga kita dapat merepresentasikan Tuhan yang murah hati. Dan karena hal ini adalah karya Roh Kudus dalam diri kita, maka pastilah kita dapat hidup senantiasa dalam kemurahan hati.

Marilah kita bangkit dan memiliki semangat yang baru dalam menunjukkan hidup yang penuh kemurahan di antara jemaat dan di tengah dunia ini. Amin.

 

Oleh: Pnt. Leonardo Mangunsong