• <font face=NEW ANOINTING To Build The Nations" />
  • Visi
  • MISI
  • NILAI-NILAI

Renungan 23 September 2018

BL NewMILIKILAH MENTALITAS KERAJAAN ALLAH DALAM HAL UANG

Oleh : Pnt. Leonardo Mangunsong

Yesus pernah mengajar murid-muridNya agar mereka tidak khawatir akan apa yang akan mereka makan, minum dan pakai seperti apa yang dialami oleh orang-orang yang tidak mengenal Tuhan Yesus membawa pikiran dan hidup murid-muridNya untuk memiliki pikiran dan mentalitas Kerajaan Surga guna mengalihkan pandangan mereka dari kekhawatiran akan makanan, minuman dan pakaian maka Yesus berkata agar mereka mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya sehingga hidup mereka selalu ditambahkan oleh Tuhan. Ketika murid-murid Tuhan memilki mentalitas yang benar tentang kehidupan sehari-hari maka mereka akan mengalami terobosan untuk menanggulangi kebutuhan sehari-hari akan makanan, minuman dan pakaian. Demikian juga halnya dalam hal keuangan. Tuhan juga ingin supaya gereja memiliki mentalitas dan pola pikir Kerajaan Surga supaya dapat mengalami kemerdekaan dalam hal keuangan sehingga tidak dikuasai oleh mamon, keuangannya yang diberkati karena suka memberi, tidak kikir dan tidak cinta akan uang.

Tuhan ingin agar kita memiliki mentalitas Kerajaan Surga dalam hal uang, diantaranya adalah :

1. Tuhan adalah segala-galanya untuk hidup kita, bukan uang yang menjadi segala-galanya buat kita, sehingga kita hanya menyembah Tuhan diatas segalanya, bukan menyembah uang. Uang adalah alat dari Tuhan untuk memperluas KerajaanNya.

Matius 6:24; Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”

Hidup kita tidak mencintai uang dan harta tetapi mencintai Tuhan.

2. Terhadap uang kita tidak menjadi tamak, dan kikir tetapi selalu hidup untuk memberi dengan penuh sukacita. Kita harus all out dengan uang dan harta untuk Kerajaan Allah.

Markus 12:41-44; Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.”

3. Kita tidak mencintai uang tetapi mencintai Tuhan.

Pengkotbah 5:9; Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Ini pun sia-sia.

Tuhanlah satu-satunya yang memuaskan kehidupan kita itulah sebabnya kita mencintai dia. Karena dengan mencintai uang kita akan terjerat kepada berbagai kejahatan.

1 Timotius 6:10; Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

4. Kita harus mengelola harta dan uang milik Tuhan dengan bertanggung jawab.
Tuhan mempercayakan kita harta dan uang seperti Dia memberikan lima talenta, dua talenta dan satu talenta. Yang perlu kita pahami bukanlah berapa yang Tuhan percayakan kepada kita, tetapi apa yang dikerjakan dengan apa yang Tuhan percayakan sehingga 5 talenta menjadi 10 talenta dan 2 talenta menjadi 4 talenta bukan dengan cara menyimpannya sehingga 1 talenta tetap menjadi 1 talenta. Gunakan uang dan harta kita untuk kepentingan Tuhan dan KerajaanNya.

Matius 25:20-21; Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

5. Kita tidak boleh menjadi umat Tuhan yang malas tetapi rajin dalam bekerja sehingga apa yang Tuhan percayakan menjadi optimal.

Amsal 10:14; Orang bijak menyimpan pengetahuan, tetapi mulut orang bodoh adalah kebinasaan yang mengancam.

Tujuannya agar setiap talenta, harta dan uang yang Tuhan percayakan kita gunakan dan melipatgandakannya sehingga berbuah lebat.

6. Dalam hal uang dan harta dalam kebutuhannya kita selalu bergantung kepada Tuhan dan tidak pernah kuatir.

Filipi 4:6; Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.

7. Dalam hal uang dan harta kita hidup dengan iman kepada Tuhan hari lepas hari bukan dengan pengertian dan kekuatan kita.

Amsal 3:5-6; Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.

Jemaat Tuhan marilah kita memiliki mental Kerajaan Allah dalam hal keuangan dengan cara berjalan dengan Firman Tuhan maka percayalah kita akan mengalami terobosan dalam hal keuangan dan apa yang Tuhan janjikan buat kita akan segera digenapi.