• Our Church Our Home
  • Visi
  • MISI
  • NILAI-NILAI

RUMAH DOA SEGALA BANGSA

Pnt. Leonardo Mangunsong

Pnt. Leonardo Mangunsong

Ini adalah hari-hari di mana Allah sedang mendesak gereja-Nya untuk mencari Dia dalam doa karena Dia ingin mencurahkan isi hati-Nya dan menggenapi rencana-Nya atas gereja dan bangsa-bangsa. Allah sedang menantang Gereja-Nya untuk berdoa lebih dan lebih lagi.

Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan? Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.” (Lukas 11:9-13)

Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu (Yohanes 16:24)

Ketika gereja meminta, akan terjadi sukacita dan sorak kemenangan, yaitu pencurahan dan lawatan dari Roh Tuhan. Hujan awal dan hujan akhir dicurahkan bersama-sama, disertai berkat yang berkelimpahan, kesetiaan, kesejahteraan dan kekayaan.

Beberapa hal yang Tuhan ingin agar kita pahami, sehingga doa-doa kita mengalami terobosan adalah:

  1. Kita harus mengerti bahwa yang kita doakan adalah merupakan keinginan Tuhan, kebutuhan Tuhan, bukan hanya kebutuhan kita.

Dalam hal ini kita perlu bersekutu dengan Tuhan dalam doa dan firman-Nya, sampai kita tahu bahwa inilah kehendak Tuhan yang harus kita minta agar terjadi di bumi, dalam gereja dan bangsa kita.

Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya. Kata Yesus: “Apa yang kaukehendaki?” Jawabnya: “Berilah perintah supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.”

Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: “Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?” Kata mereka kepada-Nya: “Kami dapat.” Yesus berkata kepada mereka: “Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya.” (Matius 20:20-23)

  1. Kita harus meminta dengan hikmat.

Kelaparan di tanah Mesir dan Kanaan pada zaman Yusuf terjadi karena tidak ada makanan, namun orang-orang di tanah Mesir dan Kanaan masih punya uang, ternak, dan tanah yang mereka pakai membeli makanan pada Yusuf. Namun setelah semua habis, mereka meminta benih untuk ditanam, supaya mereka dapat makanan, namun mereka tetap tidak punya makanan dan kelaparan, sampai akhirnya mereka menjadi budak, menjual diri mereka pada Yusuf. Ketika akhirnya mereka minta benih untuk ditanam agar mereka tidak lapar, permintaan mereka tidak dengan hikmat. Seharusnya yang mereka minta diawalnya adalah benih, supaya benih itu tumbuh menghasilkan gandum, sehingga mereka bisa makan dan tetap memiliki tanah, ternak, dan tetap punya uang dari hasil benih yang berbuah gandum. Oleh karena itu kita perlu meminta dengan hikmat.

Setelah lewat tahun itu, datanglah mereka kepadanya, pada tahun yang kedua, serta berkata kepadanya: “Tidak usah kami sembunyikan kepada tuanku, bahwa setelah uang kami habis dan setelah kumpulan ternak kami menjadi milik tuanku, tidaklah ada lagi yang tinggal yang dapat kami serahkan kepada tuanku selain badan kami dan tanah kami. Mengapa kami harus mati di depan matamu, baik kami maupun tanah kami? Belilah kami dan tanah kami sebagai ganti makanan, maka kami dengan tanah kami akan menjadi hamba kepada Firaun. Berikanlah benih, supaya kami hidup dan jangan mati, dan supaya tanah itu jangan menjadi tandus.”  Berkatalah Yusuf kepada rakyat itu: “Pada hari ini aku telah membeli kamu dan tanahmu untuk Firaun; inilah benih bagimu, supaya kamu dapat menabur di tanah itu. (Kejadian 47:18-19,23)

  1. Kita harus meminta dengan hikmat, dengan satu permintaan, maka semuanya diberikan oleh Tuhan.

Salomo meminta hikmat untuk memimpin bangsa Israel, karena hal itu yang dia perlukan, bukan hal-hal lain, tetapi Tuhan bukan hanya memberi hikmat, tetapi juga kekayaan, harta benda, dan kemuliaan.

Pada malam itu juga Allah menampakkan diri kepada Salomo dan berfirman  kepadanya: “Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu.” Berkatalah Salomo kepada Allah: “Engkaulah yang telah menunjukkan kasih setia-Mu yang besar kepada Daud, ayahku, dan telah mengangkat aku menjadi  raja menggantikan dia. Maka sekarang, ya TUHAN Allah, tunjukkanlah keteguhan janji-Mu kepada Daud, ayahku, sebab Engkaulah yang telah mengangkat aku menjadi raja atas  suatu  bangsa yang banyaknya seperti debu tanah. Berilah sekarang kepadaku hikmat dan pengertian, supaya aku dapat keluar dan masuk sebagai pemimpin bangsa ini, sebab siapakah yang dapat menghakimi  umat-Mu yang besar ini?” Berfirmanlah Allah kepada Salomo: “Oleh karena itu yang kauingini dan engkau tidak meminta kekayaan, harta benda, kemuliaan atau nyawa pembencimu, dan juga tidak meminta umur panjang, tetapi sebaliknya engkau meminta kebijaksanaan dan pengertian untuk dapat menghakimi umat-Ku yang atasnya Aku telah merajakan engkau, maka kebijaksanaan dan pengertian itu diberikan kepadamu; selain itu Aku berikan kepadamu kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sebagaimana belum  pernah ada pada raja-raja sebelum engkau dan tidak akan ada pada raja-raja sesudah engkau.” (II Tawarikh 1:7–12)

      

Kita meminta hikmat untuk fokus membangun rumah Tuhan dan umat Tuhan, maka Tuhan akan mengabulkan permohonan kita, bahkan lebih dari hal itu.

Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu (Mazmur 2:8)

Visi besar untuk Indonesia dan bangsa–bangsa, ini doa kita, dan Tuhan menjawab         kebutuhan-kebutuhan kita. Itulah sebabnya para penatua kembali mengajak kita  berdoa dan puasa bersama mulai tanggal 5 Juni – 5 Juli 2016.

Tuhan sudah melawat kita dalam doa puasa 10 hari yang lalu, dan kita akan dibawa masuk lebih dalam kepada beban Tuhan untuk kita doa bagi bangsa kita.

Selamat mengalami Tuhan dalam doa-doa kita bersama.

 

Oleh: Pnt. Leonardo Mangunsong

Read More