• Our Church Our Home
  • Visi
  • MISI
  • NILAI-NILAI

PENGELOLAAN KEUANGAN (2)

Pnt. Leonardo Mangunsong

Pnt. Leonardo Mangunsong

Pada hari-hari terakhir, Tuhan akan membuat perbedaan besar antara umat-Nya dan orang-orang yang tidak mengenal Allah; di mana umat Allah semakin terang, cemerlang, penuh kemuliaan-Nya, dan sebaliknya, dunia ini semakin gelap, sehingga pada akhirnya bangsa-bangsa akan datang kepada terang Tuhan. Oleh karena itu, umat Tuhan harus berjalan sesuai dengan pola kerajaan Allah, khususnya dalam hal keuangan dan harta. Pandangan kita terhadap uang dan harta haruslah benar, demikian juga dengan pengelolaannya, sehingga kita tidak cinta uang dan harta, tetapi tetap cinta Tuhan, dan menggunakan uang dan harta untuk kemajuan kerajaan surga, supaya ketika Tuhan menggoncangkan prinsip-prinsip dunia ini, kita tidak ikut tergoncangkan, tetapi tetap berdiri tegak.

Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: “Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga.” Ungkapan “Satu kali lagi” menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan. Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut. Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan (Ibrani 12:26-29)

Ketika di akhir zaman terjadi kegoncangan besar dalam ekonomi  dunia, dalam hal uang dan harta, maka kecintaan kita kepada Tuhan, melekatnya hati kita kepada Tuhan dan bukan kepada harta, mengakibatkan kita tidak ikut tergoncangkan. Itulah sebabnya kita perlu memahami benar prinsip kerajaan Allah tentang uang dan harta serta pengelolaannya.

Bulan September kita telah belajar bagaimana mengelola uang dan harta yang Tuhan percayakan kepada kita, dan bulan ini kita belajar hidup dengan iman kepada Tuhan dalam hal uang dan harta. Kita harus berjalan dengan iman dalam pengelolaannya serta bergantung penuh kepada janji dan Firman Tuhan, sehingga tidak membuat kita kuatir tentang keuangan, karena janji Tuhan kita akan hidup berkelimpahan, tidak hanya sekedar cukup saja.

 

Hal-hal apa saja yang perlu kita pahami tentang iman dalam hal keuangan dan harta?

  1. Karya Yesus di kayu saliblah yang membuat kita menjadi kaya dan berkelimpahan, sehingga kita menjadi umat yang merdeka dalam keuangan, bukan di bawah kutuk dan kemiskinan.

Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya,  supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya (II Korintus 8:9)

Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu(Galatia 3:14)

Jadi Tuhan sendiri yang membuat kita menjadi kaya, hidup diberkati dan      berkelimpahan dalam segala hal, dan Dia sendiri yang menolong kita untuk hidup diberkati dan menikmati hidup yang diberkati.

Berkat TUHANlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya (Amsal 10:22)

 

  1. Untuk mewujudkan dalam hidup sehari-hari bahwa kita berkelimpahan, maka Allah sendiri memberi kekuatan bagi kita untuk memeroleh kekayaan.

Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini (Ulangan 8:18)

Dalam hal bekerja, berbisnis, maka Tuhan akan memberikan hikmat, kepandaian, kemampuan dan kekuatan, sehingga kita selalu berhasil; karier dan pekerjaan kita semakin naik, dan bisnis kita semakin berkembang; penghasilan kita semakin bertambah. Benar-benar Tuhanlah yang memberi kekuatan kepada kita.

Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya (Amsal 10:4)

 

  1. Allah sendiri akan memenuhi kebutuhan hidup kita bukan menurut keperluan kita, melainkan menurut kekayaan-Nya.

Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus (Filipi 4:19)

Apapun masalah dalam keuangan kita; kebutuhan akan uang, masalah dalam bisnis dan pekerjaan, serta tagihan dan hutang yang harus kita selesaikan,  kita akan dapat menanggungnya karena Tuhan memberi kekuatan dan jalan keluar untuk menyelesaikan semua masalah tersebut.

Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku (Filipi 4:12-13)

 

Ketika kita beriman bahwa Tuhan yang akan memenuhi semua kebutuhan kita, kita pun harus beriman terhadap pemenuhan kebutuhan gereja atau rumah rohani di mana Tuhan panggil dan tetapkan kita. Namun iman tanpa perbuatan adalah mati (Yakobus 2:26). Persembahan dan persembahan khusus adalah wujud dari iman dan tanggungjawab kita sebagai anggota keluarga di rumah rohani kita; masing-masing kita bertanggungjawab memenuhi semua kebutuhan rumah rohani kita: diakonia, kebutuhan untuk alat musik, multimedia, misi, gedung, dll..

Hal berikutnya, uang dan harta yang Tuhan berikan kepada kita untuk dikelola adalah untuk memberkati orang-orang lain, agar Kerajaan Allah semakin diperluas.

Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu  keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib (I Petrus 2:9)

Dengan pemahaman yang benar terhadap uang dan harta, dan hidup dengan iman kepada Tuhan, maka kita akan senantiasa mengalami terobosan demi terobosan dalam hal ekonomi dan siap untuk memberkati bangsa-bangsa melalui harta kita.

Menjadi doa dan kerinduan para penatua, supaya apa yang Tuhan janjikan buat kita akan segera digenapi, karena itu marilah kita hidup dalam ketaatan kepada Tuhan dalam mengelola uang dan harta yang Tuhan percayakan, dan kita selalu memiliki pandangan yang benar terhadap uang dan harta.

 

Oleh: Pnt. Leonardo Mangunsong