• <font face=NEW ANOINTING To Build The Nations" />
  • Visi
  • MISI
  • NILAI-NILAI

TUHAN MEMULIHKAN KEIMAMATAN DALAM PONDOK DAUD

TUHAN MEMULIHKAN KEIMAMATAN DALAM PONDOK DAUD

Oleh: Pnt. Ir. Leonardo Mangunsong

 

Pnt. Leonardo Mangunsong

Pnt. Leonardo Mangunsong

Dalam Perjanjian Lama, jabatan imam dipegang oleh Harun dan anak-anaknya, dan kemudian Tuhan mengangkat suku Lewi untuk jabatan tersebut. Jabatan ini sangat penting karena hanya mereka yang diizinkan untuk menyelenggarakan ibadah di kemah suci. Mereka menjadi perantara di antara Allah dan manusia khusus pada hari raya perdamaian, hanya imam besar saja yang diizinkan untuk masuk ke ruang maha kudus saat itu.
Inilah keturunan Harun dan Musa pada waktu TUHAN berfirman kepada Musa di gunung Sinai. Nama anak-anak Harun, ialah: yang sulung Nadab, kemudian Abihu, Eleazar dan Itamar. Itulah nama anak-anak Harun, imam-imam yang diurapi, yang telah ditahbiskan untuk memegang jabatan imam. Tetapi Nadab dan Abihu sudah mati di hadapan TUHAN di padang gurun Sinai, ketika mereka mempersembahkan api yang asing ke hadapan TUHAN. Mereka tidak mempunyai anak. Jadi ketika Harun, ayah mereka, masih hidup, yang memegang jabatan imam ialah Eleazar dan Itamar. TUHAN berfirman kepada Musa: “Suruhlah suku Lewi mendekat dan menghadap imam Harun, supaya mereka melayani dia. Mereka harus mengerjakan tugas-tugas bagi Harun dan bagi segenap umat Israel di depan Kemah Pertemuan dan dengan demikian melakukan pekerjaan jabatannya pada Kemah Suci. Mereka harus memelihara segala perabotan Kemah Pertemuan, dan mengerjakan tugas-tugas bagi orang Israel dan dengan demikian melakukan pekerjaan jabatannya pada Kemah Suci. Orang Lewi harus kauserahkan kepada Harun dan anak-anaknya; dari antara orang Israel haruslah orang-orang itu diserahkan kepadanya dengan sepenuhnya. Tetapi Harun dan anak-anaknya haruslah kautugaskan untuk memegang jabatannya sebagai imam, sedang orang awam yang mendekat harus dihukum mati.” (Bilangan 3:1-10)
Pada masa kita, jabatan imam dan imam besar seperti pada zaman Perjanjian Lama sudah tidak ada. Jabatan imam besar sudah berakhir karena jabatan tersebut hanyalah gambaran saja dan Imam Besar yang sesungguhnya, yaitu Yesus Kristus. Imam besar pada zaman Perjanjian Lama harus berulang-ulang mempersembahkan korban binatang, setahun sekali. Sedangkan Tuhan Yesus mempersembahkan darah-Nya sendiri satu kali saja untuk selamanya dan tidak perlu diulang. Akan tetapi fungsi imam yang menjadi perantara Allah dan manusia masih ada. Pada masa kita, semua orang percaya adalah imam-imam (Wahyu 1:6; 1 Petrus 2:9). Sebagai imam, orang percaya dipanggil untuk menjalankan fungsi imam, yaitu menyampaikan firman Allah kepada umat manusia dan mendoakan umat manusia dihadapan Allah.
Marilah kita berfungsi dan bergerak sebagai imam-imamnya Tuhan dengan cara melakukan hal-hal berikut:
1. Melayani Tuhan dengan memberkati orang lain, menyembuhkan setiap orang yang terluka, menjalankan fungsi penggembalaan.
Imam-imam bani Lewi haruslah tampil ke depan, sebab merekalah yang dipilih TUHAN, Allahmu, untuk melayani Dia dan untuk memberi berkat demi nama TUHAN; menurut putusan merekalah setiap perkara dan setiap hal luka-melukai harus diselesaikan (Ulangan 21:5)
2. Memelihara kebenaran serta mengajar orang lain, menjalankan fungsi pengajaran.
Sebab bibir seorang imam memelihara pengetahuan dan orang mencari pengajaran dari mulutnya, sebab dialah utusan TUHAN semesta alam (Maleakhi 2:7)
3. Mempersembahkan persembahan rohani berupa penyembahan dan doa serta nubuatan, menjalankan fungsi profetik, bahkan fungsi apostolik sebagai tukang bangunan yang membangun rumah Tuhan.
Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah (1 Petrus 2:5)
4. Memberitakan perbuatan-perbuatan besar dari Tuhan.
Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib. (1 Petrus 2:9)
Jadi kita memfungsikan diri sebagai imam dengan melakukan pekerjaan kerasulan, profetik, pengajaran (guru), penginjilan dan gembala. Bahkan bukan hanya berfungsi tetapi kita sebagai imam memiliki integritas, terkenal baik, dan memiliki kesaksian yang baik, karena kita sedang membawa nama Tuhan. Saya rindu seluruh jemaat bergerak dengan fungsi dan karakter Tuhan untuk melayani jiwa saudara seiman.