Renungan, 20 Januari 2019

BSGAYA HIDUP KERAJAAN ALLAH

Oleh : Pnt. Sahala Hutagalung

FILIPI 2: 5-8 Yesus Kristus walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan. Melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Suatu contoh dan teladan yang sangat baik yang patut kita tiru dalam hidup sehari-hari, hal itu terjadi karena ada pengurapan Allah yang memenuhi hidup-Nya, dan juga sebagai Anak Allah yang kekasih yang berkenan kepada-Nya.

Jemaat Tuhan, saya akan memberikan suatu ilustrasi : “BIJI PADI DALAM KOTAK EMAS”.

Boleh jadi saudara memiliki biji padi dari jenis unggul, atau berkualitas baik. Tetapi ingatlah, selama saudara belum taburkan biji itu ke tanah, biji itu tidak akan tumbuh dan berbuah. Oleh karena biji yang baik itu hanya saudara simpan dalam kotak emas, biji itu akan tetap satu dan tidak berbuah.

Boleh jadi hidup saudara baik, tetapi selama saudara tidak mau mati terhadap keinginan diri sendiri maka kehidupan rohani saudara tidak akan berbuah lebat – (Jack Taylor).

Walaupun Yesus adalah Allah yang menjadi manusia datang ke muka bumi tetapi Dia tidak menjadi sombong dan minta untuk di hormati, dalam hidupnya sehari-hari Dia menjadi manusia yang rendah hati dan sabar dalam mengajar banyak orang. Yesus begitu sabar, mudah mengerti dan memaklumi orang yang bertanya, protes maupun menghina Dia.

Dia selalu mentaati dan mengikuti kehendak Bapa-Nya, Dia berkeliling dari satu ke kota lain untuk melayani orang yang membutuhkan kelepasan dan kesembuhan, karena Dia memiliki hati yang berbelas kasihan seperti Bapa-Nya.

Yesus datang ke muka bumi menurunkan gaya hidup Kerajaan Allah, apa yang ada di sorga itu diturunkan ke bumi. Allah yang memerintah penuh kasih, memberikan keselamatan dan pengampunan dosa untuk seluruh umat manusia, Allah yang berkuasa mengalahkan kuasa-kuasa jahat dan menyembuhkan segala penyakit.

Kita sebagai anak-Nya tentu menyerupai Dia, mendatangkan Kerajaaan Allah di sekitar hidup kita, di mana hidup kita di masyarakat tidak sombong dan keras kepala, mau mengalah dan tidak ingin menang sendiri. Kita sebagai alat Kerajaan-Nya mau menjadi hamba yang siap untuk di minta tolong untuk melayani orang lain. Kita menjadi orang yang rendah hati bukan suka membanggakan diri.

Biarlah hidup kita tidak di simpan dikotak melainkan seperti biji yang mati dan jatuh ke tanah kemudian tumbuh dan berbuah lebat menghasilkan yang baik dan yang berguna untuk orang lain, memberitakan kabar Injil dari surga, menolong sesama manusia, memberi bantuan kepada orang yang memerlukannya.

About the Author: Ervinna Graceful