Renungan, 23 Desember 2018

BRHIDUP DALAM IBADAH YANG SEJATI

Oleh : Pnt. Robinson Saragih

ROMA 12:1; “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah itu adalah IBADAHMU YANG SEJATI.

Ibadah yang sejati adalah mempersembahkan seluruh tubuh dan hidup kita kepada Allah. Mengapa tubuh? Karena di dalam tubuh kita, semua keberadaan kita hadir. Dalam tubuh kita ada roh, pikiran, perasaan kita dan juga kemauan kita. Ketika kita mempersembahkan tubuh kita berarti kita telah mempersembahkan seluruh kehidupan kita. Dan ketika seluruh hidup kita melakukan sesuatu untuk Tuhan itu adalah yang Tuhan inginkan. Tuhan menginginkan kekudusan jiwa kita, kesucian jiwa kita begitu juga Tuhan menginginkan Kesucian kemauan kita.

Saudara, tidak mungkin kita dapat mempersembahkan tubuh kita yang suci tanpa pikiran yang suci atau perasaan dan kemauan yang suci. Kotornya pikiran kita menyebabkan tubuh kita cemar dan tidak suci. Namun ketika pikiran, kemauan dan perasaan kita tahir maka tubuh kita juga disucikan, oleh karena itu ketika DARAH YESUS menyucikan kita maka Roh kita, JIWA kita dan TUBUH kita disucikan sekaligus. Di dalam Yesus ketika kita mempersembahkan TUBUH kita maka kita telah mempersembahkan seluruh keberadaan kita.

Saudara-saudara yang kekasih ketika kita sadar dan PERCAYA bahwa HIDUP kita TELAH DIKUDUSKAN oleh DARAH SALIB KRISTUS, maka ibadah yang kita lakukan adalah ibadah yang berkenan kepada Allah. IBADAH ITU ADALAH IBADAH YANG MURNI.

Ketika seorang saudara atau saudari yang telah mempersembahkan tubuhnya kepada Kristus oleh kesadarannya bahwa Yesus Kristus adalah TUHAN dan JURU SELAMATNYA, maka apapun yang dia lakukan sebenarnya merupakan IBADAH. Ketika seorang anak Tuhan MELAKUKAN segala sesuatu UNTUK TUHAN YESUS maka dia sedang melakukan PELAYANAN dan itu adalah IBADAH. Ketika seorang yang berkunjung ke penjara, kepada YATIM PIATU atau KE RUMAH PARA JANDA atau kepada orang-orang yang kekurangan, orang yang sakit dan kemalangan oleh BENCANA, semua itu merupkan IBADAH YANG SEJATI. Dan tanpa kita sadari dan mungkin bukan tujuan kita namun ketika kita lakukan oleh belas kasihan yang timbul dalam jiwa kita dan kita menyadari bahwa kita juga hidup oleh belas kasihan Allah, maka tindakan itu diklaim oleh YESUS sebagai TINDAKAN YANG DITUJUKAN KEPADA YESUS KRISTUS. Dan itu dikatagorikan sebagai IBADAH YANG SEJATI.

Saudara jemaat Tuhan yang kekasih, dalam menghadapi keadaan sekitar kita saat ini, maka perlu kita untuk tidak menjauhkan diri dari IBADAH-IBADAH yang dilakukan oleh jemaat bersama-sama dan sangat perlu sekali kita memiliki KOMUNITAS untuk bisa survive dalam kehidupan akhir zaman ini. Dalam KOMUNITAS kita bisa saling mengingatkan, saling menguatkan dan saling menasihati dan saling membangun satu sama lain, sehingga bersama komunitas kita bisa hidup bertumbuh bersama. Dalam KOMUNITAS kita bisa berlatih ibadah bersama, seperti berlatih badminton bersama, jauh lebih berarti ketika bertemu dalam komunitas kita berlatih BERDOA bersama atau BERLATIH PUJI-PUJIAN BERASAMA. BERLATIH IBADAH JAUH LEBIH BERARTI dibandingkan dengan BERLATIH OLAH RAGA, manfaat olah raga hanya untuk kesehatan badani sedangkan berlatih ibadah berarti untuk hidup kekal, namun olah raga juga sesuatu yang penting untuk dilakukan untuk kesehatan kita. Sehingga kita musti bisa berhikmat dan bijaksana, hidup harus dengan SKALA PRIORITAS karena HIDUP kita sangat TERBATAS, sehari 24 jam dan seminggu 7 hari artinya sangat terbatas. Dan ibadah untuk kekekalan yang tidak terbatas. Jadi dalam waktu yang terbatas kita harus bisa melatih diri untuk mengutamakan kekekalan dengan menggunakan yang terbatas. ITULAH IBADAH YANG SEJATI. HALELUYA. AMIN. PUJI TUHAN.

About the Author: Ervinna Graceful