Category Archives: Kotbah

Renungan, 16 Desember 2018

BL New
KEHIDUPAN MEMURIDKAN DAN DIMURIDKAN

Oleh : Pnt. Leonardo Mangunsong

Gereja mula-mula yang hidup dalam Kerajaan Allah mereka senatiasa tekun dalam pengajaran rasul-rasul baik dalam pertemuan di rumah-rumah mau pun di Bait Allah. Mereka belajar Firman Tuhan, berdoa, memuji-muji Tuhan serta mempraktekkan setiap kebenaran Firman Tuhan yang telah mereka pelajari, mereka hidup dalam pemuridan.

Hal ini selaras dengan perintah Tuhan Yesus sebelum Dia naik ke surga agar murid-muridNya memuridkan orang-orang lain bahkan bangsa ini demikian juga bagi kita diakhir zaman ini.

Matius 28:19-20; Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.

Yang menjadi esensi dari sebuah pemuridan adalah bukan sekedar jadwal dan bahan pemuridan tetapi kehidupan yang terjadi dalam pemuridan tersebut. Tetapi mengajar orang lain untuk melakukan segala sesuatu yang telah Yesus perintahkan. Intinya dalam pemuridan adalah mengajar orang lain untuk melakukan perintah-perintah Tuhan dan bukan sekedar mengamati dan memahami perintah Tuhan namun secara umum ada perintah Tuhan yang utama seperti yang tertulis dalam Matius 22:37-39 yaitu mengasihi Tuhan dengan segenap hati juga mengasihi sesama seperti diri sendiri termasuk mengasihi jiwa-jiwa yang terhilang.

Matius 22:38-39; Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

Lukas 10:1-3; Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.”

Jadi esensi dari pemuridan adalah kita harus belajar perintah Tuhan kemudian melakukan perintah Tuhan yaitu mengasihi Tuhan, mengasihi sesama manusia dan mengasihi jiwa-jiwa yang terhilang dengan cara memberitakan Injil Kerajaan Allah.

Bahkan jika membaca Matius 11:28-30 maka dalam pemuridan kita semua diajak oleh Tuhan untuk datang kepada Yesus, mengikut Yesus dan belajar kepada Yesus sehingga akhirnya hidup kita menjadi sama seperti Yesus, yaitu pola pikir gaya hidup, karekter dan tujuan hidup. Pada akhirnya kita akan merepresentasikan Yesus melalui hidup kita.

Matius 11:28-30; Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.”

Kita diajar dan belajar untuk melakukan perintah Tuhan sampai hidup kita menjadi sama seperti Yesus, guru kita yang sejati. Dan kehidupan yang seperti inilah yang kita terima dari Tuhan Yesus dan kita bawa kepada banyak orang sehingga bangsa-bangsa menjadi murid Yesus.

Tuhan ingin agar kita menghidupi esensi pemuridan yang Tuhan maksudkan sehingga sebagai murid dan pemurid kita mengalami terobosan spirit yang baru dan menggairahkan untuk melakukannya.