GEREJA DAN PENYEMBAHANNYA KEPADA TUHAN YESUS

Pnt. Leonardo Mangunsong

Pnt. Leonardo Mangunsong

Ketika Yesus lahir di Betlehem, di kandang domba, orang-orang majus dari Timur datang ke sana untuk menyembah Yesus.

Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem dan bertanya-tanya: “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.” (Matius 2:1-2)

Orang majus datang untuk meyembah Yesus dan memberi persembahan kepada-Nya, dan ketika kelahiran Yesus didengar oleh Herodes, diapun ingin bertemu dengan Yesus dan menyembah kepada-Nya.

Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak. Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: “Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya aku pun datang menyembah Dia.” (Matius 2:7-8)

Namun penyembahan yang dimaksud oleh Herodes tidaklah sama seperti yang dibuat oleh orang-orang majus, karena motif dari Herodes dalam menyembah Yesus hanya sekedar kata-kata belaka, tetapi tidak ada sikap hati yang benar dalam menyembah Tuhan, tidak tulus, ada iri, ada agenda dan maksud lain dalam menyembah Tuhan. Itu sebabnya Herodes tidak pernah bisa menyembah Yesus, sebaliknya dia ingin membunuh Yesus.

Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia.” (Matius 2:13)

Tetapi orang-orang majus, sejak mereka berangkat sampai berjumpa dengan Yesus, hati mereka bersukacita, dan merekapun menyembah Yesus sambil memberikan persembahan kepada Yesus.

Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur. (Matius 2:10-11)

Sepanjang tahun 2015 kita rindu sekali mewujudkan hati Tuhan buat gereja-Nya, yaitu Our Church our Home. Tidak mudah bagi kita untuk merealisasikannya, perlu sekali kebersatuan, kesehatian dari seluruh pemimpin dan jemaat untuk mewujudkannya. Namun apapun yang sudah kita kerjakan bersama untuk mewujudkannya, sekalipun banyak hal yang belum tercapai, baiklah kita mengucap syukur buat pertolongan dan kemurahan Tuhan, bahkan melalui berita kelahiran Yesus kita percaya bahwa semua janji, visi buat gereja Tuhan di tempat ini dapat diwujudkan. Pengucapan syukur yang benar adalah seperti yang dilakukan oleh orang-orang majus: bersukacita, menyembah serta mempersembahkan sesuatu bagi Tuhan, bukan seperti Herodes, hatinya tidak tulus, mulutnya berkata menyembah Tuhan tetapi hatinya ingin membunuh Yesus.

Itulah sebabnya para penatua mengajak seluruh jemaat, supaya sepanjang bulan Desember dan untuk memasuki tahun 2016, kita membawa ucapan syukur, penyembahan dan persembahan kita yang terbaik buat Tuhan dengan cara:

1. Mengucap syukur buat seluruh karya Yesus, dengan kelahiran dan kematian-Nya yang sudah mengerjakan banyak hal dalam hidup kita, secara khusus karena Dia menjadikan kita rumah-Nya dan kita dilayakkan untuk menjadikan rumah-Nya menjadi rumah kita.
Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah. (1 Petrus 2:5)

2. Mari kita menyembah Dia dengan cara hidup fokus kepada Tuhan dan menjadikan Dia sebagai Tuhan Sang Kepala Gereja dan Tuhan yang berdaulat atas rumah-Nya, di mana kita melakukannya dengan penyembahan yang sejati, yaitu mempersembahkan hidup kita, tubuh, jiwa dan roh kita kepada Tuhan dengan tulus hati dalam kebenaran.

3. Mari kita memberikan persembahan kepada Tuhan selain penyembahan, yaitu mempersembahkan jiwa-jiwa bagi Tuhan. Lewat momen Natal ini kita mau memberitakan Injil serta melayani jiwa-jiwa lewat pelayanan kasih, sehingga kasih Kristus sampai kepada orang-orang yang berdosa, orang yang kelaparan, orang yang masih dalam kegelapan, orang-orang yang telanjang, orang-orang yang kehausan, terbuang dan tersingkirkan, karena itulah pelayanan sesungguhnya yang dikerjakan oleh Tuhan Yesus selama di bumi ini.

Para penatua mengajak seluruh jemaat Tuhan dan para pemimpin untuk mempersembahkan sesuatu yang terbaik sepanjang bulan Desember ini, yaitu jiwa-jiwa yang terhilang kepada Tuhan Yesus dengan penuh sukacita, antusias dan bersemangat melalui rumah Tuhan di tempat ini.
Oleh: Pnt. Leonardo M

About the Author: oloan