TIDAK BAIK MANUSIA ITU SEORANG DIRI

Pnt. Leonardo Mangunsong

Pnt. Leonardo Mangunsong

Tuhan tidak menginginkan kita hidup sendiri, menyendiri, tetapi bersatu. Itu sebabnya sebagai gereja, pengikut Tuhan Yesus diumpamakan sebagai domba, di mana domba tidak boleh sendiri, tetapi selalu bergabung dalam kelompok (berkelompok). Jika sendiri, domba dapat menjadi mangsa serigala. Jika kita sendiri, maka dapat menjadi mangsa si Jahat.
Our Church Our Home, gereja adalah rumah, di mana semua jemaat berhimpun dalam rumah, bukan hanya rumah yang didefinisikan sebagai tempat tinggal, tetapi perkumpulan umat Tuhan yang di dalamnya kita merasa aman, nyaman sebagai keluarga, merasa homy, saling mengasihi, saling membutuhkan, saling bergantung satu sama lain dan saling membangun.
Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka. Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya! Juga kalau orang tidur berdua, mereka menjadi panas, tetapi bagaimana seorang saja dapat menjadi panas? Dan bilamana seorang dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan. (Pengkhotbah 4:9-12)
Kita bersama sedang membangun Our Church Our Home dalam gereja Tuhan di tempat ini. Kita tidak boleh sendiri (independen) tetapi harus bergantung satu dengan yang lain (dependen).

Apa yang kita bangun lewat Our Church Our Home?
1. Kita harus hidup saling mengasihi satu dengan yang lain, bukan saling membenci, dengan cara saling menolong, saling membantu, saling berbuat baik, saling memberi, saling mengupayakan untuk menyenangkan orang lain.

2. Kita harus hidup saling membangun satu dengan yang lain, dengan mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera, bukan saling menghakimi dan menjatuhkan, dengan cara saling menegur, saling mengasihi, saling mengingatkan, saling memberkati, saling menjaga dan melindungi, saling menghargai, saling menghormati.

3. Kita harus hidup saling mendorong dalam pekerjaan baik untuk memperluas Kerajaan Allah dengan cara bersekutu satu dengan yang lain dalam ibadah raya, persekutuan doa dan kelompok pemahaman Alkitab dan dalam semua kegiatan rohani dalam gereja.

Agar kita tidak hidup sendiri, maka kita perlu memahami hal “kebersamaan”; kebersamaan dalam mempraktekkan, mengaplikasikan hidup saling mengasihi, saling membangun serta saling mendorong dalam pekerjaan baik. Kebersamaan tersebut dapat kita bangun melalui kegiatan-kegiatan rohani yang selalu kita adakan bersama, di antaranya:

1. Ibadah raya setiap hari Minggu, kita senantiasa antusias dibangun dengan Firman Tuhan serta pujian penyembahan bersama saudara seiman;

2. Persekutuan-persekutuan di setiap segmen, saling membangun satu dengan yang lain dan menjangkau jiwa-jiwa baru melalui persekutuan–persekutuan yang ada di setiap segmen dan wilayah;

3. Kelompok-kelompok pemahaman Alkitab, mempraktekkan firman Tuhan dan nilai-nilai yang sudah ditanamkan melalui ibadah raya, bahkan menggali Firman Tuhan semakin mendalam; saling menolong, saling membangun;

4. Persekutuan Doa; mengalami perjumpaan dengan Tuhan melalui doa di setiap segmen, doa para pelayan Tuhan, doa malam gereja; hati kita dibakar dan diberi beban oleh Tuhan untuk menjangkau jiwa-jiwa;

5. Perlengkapan-perlengkapan khusus dalam seminar untuk memperlengkapi kita semakin bertumbuh dan didewasakan dalam pengenalan akan Tuhan.

Kita sedang berada pada akhir zaman dan kita harus menyelesaikan rencana Tuhan. Kita tidak bisa sendiri, kita harus membangun kebersamaan untuk mempraktekkan hidup keluarga Allah, saling mengasihi, saling mendorong dalam pekerjaan baik dan saling membangun.

Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia.

Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat. (Ibrani 10:23–25)

Sebelum kita berhenti membaca tulisan ini, marilah kita berdoa demikian: “Tuhan bakarlah hati umat-Mu di gereja ini untuk kembali senantiasa antusias dalam ibadah, persekutuan dan dalam kelompok PA, kebaktian-kebaktian doa dan perlengkapan rohani (seminar), agar kami semakin bergerak dan bergelora untuk mengerjakan visi-Mu”.

 

Oleh: Pnt. Leonardo Mangunsong

About the Author: oloan