PERPECAHAN DIATASI DENGAN SALING MEMERHATIKAN

Bahaya yang mengancam Our Church Our Home adalah perpecahan, dan pada akhir zaman terjadi terlalu banyak perpecahan di mana-mana, misalnya dalam keluarga terjadi perceraian dan dalam gereja terjadi blok-blok yang terpisah karena status sosial, ekonomi, juga posisi tiap-tiap orang dalam gereja.

Penyebab dari perpecahan bermacam-macam, di antaranya:

1.Sikap iri hati dan pementingan diri sendiri.

Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.(Yakobus 3:16)

2.Hidup di dalam kedagingan, duniawi, hawa nafsu dunia.

Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi? (I Korintus 3:3)

 3.Pekerjaan roh jahat yang mengganggu umat Tuhan lewat perselisihan dan akibatnya adalah perpecahan.

Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis (Efesus 4:26-27)

 

Roh perpecahan terus bekerja di akhir zaman karena roh tersebut menentang kesatuan umat Tuhan. Dan gereja Tuhan, kita harus benar-benar menyadarinya, bahkan membentengi diri agar tidak dipakai oleh si Jahat ikut ambil bagian dalam perpecahan tersebut, karena Iblis mengetahui bahwa jika ada kesatuan maka pekerjaan Tuhan dinyatakan, berkat dicurahkan, kehadiran Tuhan begitu nyata (Mazmur 133:1-3, Matius 18:19-20).

 

Oleh sebab itu, dalam gereja Tuhan, dalam membangun Our Church Our Home kita harus hidup untuk membangun kesatuan, sekaligus menghancurkan perpecahan dengan cara:

 

1.Sebagai jemaat gereja kita harus hidup dalam saling memerhatikan, khususnya anggota tubuh Kristus yang sangat membutuhkan pelayanan dari umat-Nya, supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memerhatikan (I Korintus 12:15).

2.Sebagai jemaat kita tidak mencari kepentingan sendiri, tetapi kepentingan orang lain. Misalnya dalam hal pemahaman Alkitab yang berbeda karena pertumbuhan rohani yang berbeda, kita tidak paksakan keinginan kita, tetapi menolong rekan kita agar dapat memiliki pemahaman yang sama dengan pertumbuhan rohani yang ada, sehingga tidak terjadi perpecahan, tapi kesatuan.

Jangan seorang pun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain. (I Korintus 10:34)

3.Sebagai jemaat kita harus hidup saling mengampuni orang lain.

Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu. (Efesus 4:32)

4.Sebagai jemaat kita harus saling menerima satu dengan yang lain.

Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah. (Roma 15:7)

Saling menerima apapun perbedaan yang ada, sehingga ada kesatuan, seperti Kristus dan Bapa adalah satu.

 

Jemaat Tuhan, marilah kita hidupi Firman Tuhan, sehingga tidak ada perpecahan. Bagian kita adalah saling memerhatikan, saling mengampuni, tidak mencari kepentingan diri sendiri dan hidup saling menerima satu dengan yang lain.

About the Author: oloan