Suara Penatua November 2020

Pnt. Leo MPEMBANGUN PONDOK DAUD

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

Dalam Kisah Para Rasul 15:16-17, Tuhan sendiri akan datang untuk membangun kembali Pondok Daud yang telah roboh dengan tujuan agar semua orang dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah mencari Tuhan.

Kisah Para Rasul 15:16-17 Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan, supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini.

Namun Tuhan tidak sendiri membangunnya. Dia memakai kita, gerejaNya sebagai batu-batu hidup untuk membangun rumah rohani yaitu Pondok Daud.

I Petrus 2:5 Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

I Petrus 2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.

Dan umatNya yang akan dipakai oleh Tuhan adalah umat yang sesuai dengan kriteria dari Tuhan atau sesuai dengan ekspektasi Tuhan, di antaranya:

1. Mereka adalah murid-murid yang fokus kepada Yesus dan bukan kepada kebutuhan mereka sehari-hari: pakaian, makanan dan minuman.

Hal ini dialami oleh orang banyak yang berbondong-bondong datang kepada Yesus, namun mereka datang kepada Yesus bukan fokus kepada Yesus tetapi kepada roh yang telah mereka terima dari Yesus.

Yohanes 6:26-27 Yesus menjawab mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang. Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.”

Yohanes 6:51 Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.”

Tuhan ingin agar kita fokus kepada Yesus, mengasihi, mencintai Dia dengan segenap hati, dengan segenap jiwa dan kekuatan kita.

2. Mereka harus tinggal dalam pokok anggur dengan memahami bahwa Yesus adalah pokok anggur, kita adalah rantingnya.

Setelah kita lahir baru, Yesus adalah pokok hidup kita dan kita dicangkokkan atau dilekatkan pada pokok itu sebagai ranting. Namun agar kita senantiasa tinggal di pokok anggur maka kita harus bersekutu dengan Dia dan FirmanNya sehingga ada aliran kehidupan dari Yesus kepada kita sehingga kita dapat berbuah lebat dan buah lebat itu selain dari buah Roh adalah hidup yang mengasihi orang lain.

Yohanes 15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Kita harus senantiasa bersekutu dengan firman Tuhan karena membuat kita terus mengalami kehidupan Kristus.

II Timotius 3:16-17 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.

3. Mereka memiliki kerinduan yang besar dan sangat mendalam untuk mengenal Tuhan sehingga mengalami keserupaan dengan Yesus.

Tuhan ingin agar kita memahami, mengenal bahkan mengalami kepenuhanNya dan tanpa pengenalan akan Tuhan maka kita tidak kuat bahkan dapat binasa.

Efesus 3:18-19 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.

Hosea 4:6 Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu.

Daniel 11:32 Dan orang-orang yang berlaku fasik terhadap Perjanjian akan dibujuknya sampai murtad dengan kata-kata licin; tetapi umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak.

Oleh karena itu marilah kita bangun rasa lapar dan haus akan Tuhan supaya pengenalan kita akan Dia semakin bertambah dan sempurna.

Hosea 6:3 Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi.”

4. Mereka adalah prajurit yang sejati di mana mau ikut menderita, taat dan tidak memusingkan dirinya untuk soal-soal penghidupannya dan selalu menggunakan selengkap senjata Allah sehingga berkenan kepada komandannya yaitu Yesus.

II Timotius 2:3-4 Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.

Dengan demikian setiap peperangan terhadap si jahat dalam bentuk apapun kita selalu berkemenangan dalam segala hal.

5. Mereka adalah murid yang memprioritaskan keintiman dengan Tuhan, sama seperti Maria mengutamakan keintiman, kedekatan dengan Tuhan Yesus dan dia telah memilih bagian yang terbaik untuk hidupnya.

Lukas 10:39, 41-42 Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, Tetapi Tuhan menjawabnya: “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya”

Tuhan ingin agar kita memprioritaskan keintiman denganNya, persekutuan denganNya serta dengar-dengaran akan Dia. Itulah yang kekal.

Jemaat Tuhan, marilah kita menjadi pembangun Pondok Daud seperti kriteria dari Tuhan maka kita akanmelihat kemuliaan Tuhan dalam gerejaNya dan bangsa-bangsa akan mencari dan menemukan Tuhan dalam Pondok Daud.

About the Author: Ervinna Graceful