Suara Penatua Oktober 2020

Profil

KISAH PARA RASUL 16:24-26 Sesuai dengan perintah itu, kepala penjara memasukkan mereka ke ruang penjara yang paling tengah dan membelenggu kaki mereka dalam pasungan yang kuat. Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka. Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua.

Saudara yang kekasih, ketika membaca cerita dalam pelajaran ini, saya membayangkan bagaimana hebatnya gempa itu sehingga dapat melepaskan semua kunci-kunci pintu dan pasung kaki mereka, dan yang paling memukau bagaiman gempa itu juga dapat membuka kunci belenggu di tangan mereka. Tidak masuk akal saya itu bisa terjadi, namun Alkitab menuliskan bahwa peristiwa itu terrjadi. Dari peristiwa ini kita belajar bagaimana kuasa pujian dan penyembahan dapat melakukan hal seperti ini.

Peristiwa lain juga pernah terjadi ketika bangsa Israel dikeroyok oleh bangsa Amon, Moab dan orang-orang dari pegunungan Seir sepasukan dari suku Meunim, mereka bersama-sama hendak memerangi Israel di bawah raja YOSAFAT.

II TAWRIKH 20:18-25 Lalu berlututlah Yosafat dengan mukanya ke tanah. Seluruh Yehuda dan penduduk Yerusalempun sujud di hadapan TUHAN dan menyembah kepada-Nya. Kemudian orang Lewi dari bani Kehat dan bani Korah bangkit berdiri untuk menyanyikan puji-pujian bagi TUHAN, Allah Israel, dengan suara yang sangat nyaring. Keesokan harinya pagi-pagi mereka maju menuju padang gurun Tekoa. Ketika mereka hendak berangkat, berdirilah Yosafat, dan berkata: “Dengar, hai Yehuda dan penduduk Yerusalem! Percayalah kepada TUHAN, Allahmu, dan kamu akan tetap teguh! Percayalah kepada nabi-nabi-Nya, dan kamu akan berhasil!” Setelah ia berunding dengan rakyat, ia mengangkat orang-orang yang akan menyanyi nyanyian untuk TUHAN dan memuji TUHAN dalam pakaian kudus yang semarak pada waktu mereka keluar di muka orang-orang bersenjata, sambil berkata: “Nyanyikanlah nyanyian syukur bagi TUHAN, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!” Ketika mereka mulai bersorak-sorai dan menyanyikan nyanyian pujian, dibuat Tuhanlah penghadangan terhadap bani Amon dan Moab, dan orang-orang dari pegunungan Seir, yang hendak menyerang Yehuda, sehingga mereka terpukul kalah. Lalu bani Amon dan Moab berdiri menentang penduduk pegunungan Seir hendak menumpas dan memunahkan mereka. Segera sesudah mereka membinasakan penduduk Seir, mereka saling bunuh-membunuh. Ketika orang Yehuda tiba di tempat peninjauan di padang gurun, mereka menengok ke tempat laskar itu. Tampaklah semua telah menjadi bangkai berhantaran di tanah, tidak ada yang terluput. Lalu Yosafat dan orang-orangnya turun untuk menjarah barang-barang mereka. Mereka menemukan banyak ternak, harta milik, pakaian dan barang-barang berharga. Yang mereka rampas itu lebih banyak dari pada yang dapat dibawa. Tiga hari lamanya mereka menjarah barang-barang itu, karena begitu banyaknya.

Nah dua contoh ini merupakan bukti bagaimana KUASA PUJIAN DAN PENYEMBAHAN yang ditulis oleh ALKITAB. Dan dapat menjadi contoh dan dorongan bagi kita untuk benar-benar menikmati kuasa dari pujian dan penyembahan. HALELUYA. PUJI TUHAN. AMIN.

About the Author: Ervinna Graceful