Suara Penatua Juni 2020

Pnt. Leo MBERJALAN DALAM IMAN YANG BERKEMENANGAN

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

Dalam menghadapi segala persoalan, pergumulan apapun, Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita agar kita menghadapinya dengan iman, bahkan dalam menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari kita harus berjalan dan bergerak dengan iman. Demikian pula dalam menghadapi dampak dari pandemi ini.

Ibrani 11:6; Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.

Ibrani 10:38; Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya.”

Bahkan ketika Yesus mengajarkan perumpaan tentang hakim yang tidak benar di mana ada seorang janda meminta agar haknya dibela oleh seorang hakim yang tidak takut akan Allah sampai akhirnya permintaan janda itu dikabulkan. Dan Yesus mengajarkan agar kita berdoa dan meminta kepada-Nya dengan tidak jemu-jemu, namun Yesus menghendaki agar kita berdoa dengan iman.

Lukas 18:7-8; Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?”

Bahkan dalam hal-hal yang mustahil dan perkara-perkara yang ajaib serta mukjizat Tuhan ingin agar kita bergerak dengan iman.

Matius 21:21-22; Yesus menjawab mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu percaya dan tidak bimbang, kamu bukan saja akan dapat berbuat apa yang Kuperbuat dengan pohon ara itu, tetapi juga jikalau kamu berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! hal itu akan terjadi. Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya.”

Itulah sebabnya Yesus ingin agar kita bergerak dan bekerja dengan iman, di mana kita percaya bukan karena melihat tetapi kita tahu bahwa Allah ada dan kepercayaan itu muncul karena Allah sudah berfirman.

Ibrani 11:1; Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Ibrani 11:6b; Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.

Roma 10:17; Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman Kristus.

Ketika kita berjalan dan bergerak dengan iman, maka kita akan memilih sikap hati yang benar dalam menantikan pertolongan Tuhan dan jalan keluar dari Tuhan.

Beberapa sikap hati yang benar itu diantaranya adalah:

1. Kita senantiasa menanti-nantikan sehingga beroleh kekuatan baru, tidak menjadi lemah dan lesu tetapi tetap antusias.

Yesaya 40:28-31; Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Banyak hal yang dapat kita lakukan dalam menanti-nantikan Tuhan, diantaranya adalah berdoa dengan tidak jemu-jemu dengan penuh iman, seperti janda yang memohon kepada hakim yang tidak takut akan Tuhan sampai haknya benar-benar dibela. Kemudian kita terus menerus berpegang kepada janji Tuhan seperti Abraham di mana walaupun dirinya tidak mungkin lagi beroleh keturunan tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah dan kita harus senantiasa tinggal dalam hadirat Tuhan seperti yang dilakukan oleh Daud dan berkata dalam Mazmur 42:8 (42-9); TUHAN memerintahkan kasih setia-Nya pada siang hari, dan pada malam hari aku menyanyikan nyanyian, suatu doa kepada Allah kehidupanku. Dan pada akhirnya Daud fokus kepada Tuhan dalam menantikan-Nya.

Mazmur 73;23-26; Tetapi aku tetap di dekat-Mu; Engkau memegang tangan kananku. Dengan nasihat-Mu Engkau menuntun aku, dan kemudian Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan. Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi. Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.

2. Kita memahami bahwa lewat persoalan yang kita hadapi Allah sedang membentuk kita agar menjadi serupa dengan Yesus Kristus dan kita juga dibawa dalam kemuliaan dan dimuliakan oleh Dia.

Roma 8:28-30; Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.

3. Kita harus menjadi tekun, pantang menyerah dan tidak putus asa sehingga dalam bertumbuh iman kita semakin memiliki imannya Yesus untuk membuat perkara-perkara supra natural.

Ibrani 10:36; Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.

Roma 5:4; Dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.

Iman yang ada pada kita akan bertumbuh sampai kita memiliki iman-Nya Yesus. Dan Tuhan akan membawa kita ke sana dengan tujuan agar kita dapat menyelesaikan rencana-Nya dengan mengikuti pola dan gayanya Yesus selama Dia ada di dunia ini.

1 Yohanes 4:4; Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.

1 Yohanes 5:4-5; Sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?

Marilah seluruh jemaat untuk kita berjalan dan bertindak dengan iman dalam masa-masa pandemi ini, dalam menghancurkan sakit penyakit karena virus ini dan dalam menanggulangi dampaknya sehingga kita berkemenangan dan dapat melewatinya dengan pertolongan Tuhan sampai kita memiliki imannya Yesus Kristus.

About the Author: Ervinna Graceful