Renungan Taat, 12 Januari 2020

Pnt. Sahala HKITA  ADALAH BANGSA YANG TERPILIH

Penulis : Pnt. Sahala Hutagalung

1 Petrus 2:9-10; Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.

Umat yang telah percaya kepada Yesus Kristus menjadi satu bangsa (etnik) yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri dan kumpulan umat Tuhan yang sudah beroleh belas kasihan.

Umat Tuhan (Gereja) telah mewarisi hak-hak istimewa dan tanggung jawab yang diberikan Allah, yakni mewarisi berkat-berkat rohani dan untuk menyerukan kebesaran Allah yang telah memanggil kita keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib, bersaksi menceritakan rahmat Tuhan kepada orang yang belum percaya.

Yesus Kristus sebagai batu penjuru dapat diartikan sebagai patokan yang memberi arah bagaimana suatu bangunan harus di bangun (model), juga dapat diartikan sebagai batu dasar yang penting yang menopang batu-batu di atasnya. Gereja di bangun menjadi rumah rohani, menjadi mezbah bagi umat-Nya untuk mempersembahkan hidupnya memuliakan Yesus Kristus, Dia yang akan menuntun dan membimbing umat-Nya mengikuti rencana-Nya.

Sebagai penyangga Yesus Kristus sedemikian kuat sehingga setiap kita umat-Nya di bangun di atas-Nya, dijaga dan dipelihara oleh-Nya untuk memberitakan perbuatan-perbuatan-Nya yang besar yang telah mengubahkan hidup kita untuk diceritakan kepada sesama manusia.

Pertumbuhan gereja dapat dilihat baik dari perorangan maupun kumpulan orang di dalamnya. Sebagai batu yang hidup kita berfungsi untuk dihubungkan satu dengan yang lain begitu rupa sehingga menjadi satu kesatuan, saling menopang dan saling menguatkan, sehingga umat-Nya menjadi kokoh, tertib dan teratur.

Kita imamat yang rajani dan bangsa yang kudus Umat kepunyaan Tuhan boleh langsung berdoa dan bersyafaat menghadap Allah oleh karena darah Kristus, hidupnya sudah di kuduskan, menjadi taat kepada Allah dan tidak menjadi serupa dengan dunia ini, umat yang mempersembahkan tubuhnya kepada Allah sebagai senjata kebenaran.

Sebagai orang pilihan Allah kita menjadi satu keluarga dengan umat Tuhan yang lain (Gereja), kita saling menopang dan saling mendukung, saling menghormati dan menghargai, membawa damai dan terang Kristus sehingga bangsa-bangsa akan datang ke rumah Tuhan.

About the Author: Ervinna Graceful