Renungan Taat, 19 Januari 2020

Pnt. Leo MMEMBANGUN RUMAH TUHAN MELALUI PEMURIDAN

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

Beberapa minggu yang lalu kita telah belajar bahwa Yesus membangun Gereja-Nya Matius 16:18; Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

Dan minggu yang lalu kita telah belajar bersama bahwa kita dipakai oleh Tuhan sebagai batu hidup untuk pembangunan rumah Tuhan, sebab itu kita disebut sebagai bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah untuk memberitakan perbuatan yang besar dari Yesus yang telah memanggil kita dari gelap kepada terangNya yang ajaib.

1 Petrus 2:5,9; Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah. Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

Pada minggu ini kita belajar untuk memahami dan menghidupi bahwa rumah yang akan kita bangun bersama dengan Yesus dapat kita wujudkan melalui pemuridan, karena hubungan Bapa dan anak dalam rumah rohani akan dimulai oleh Tuhan melalui hubungan seorang murid dan guru.

Yesaya 54:13-14; Semua anakmu akan menjadi murid TUHAN, dan besarlah kesejahteraan mereka; engkau akan ditegakkan di atas kebenaran. Engkau akan jauh dari pemerasan, sebab engkau tidak usah lagi takut, dan engkau akan jauh dari kekejutan, sebab ia tidak akan mendekat kepadamu.

Ketika Yesus membasuh kaki murid-muridNya, Ia ingin agar murid-murid-Nya belajar kepada Dia yang adalah Guru agar murid-muridNya belajar dan meneladani Dia dalam hal mengasihi dalam hal ini diaplikasikan dengan cara membasuh kaki murid-muridNya. Sebagai murid maka Yesus yang adalah Guru ingin agar murid-muridNya meneladani Dia dengan cara berbuat hal yang sama seperti yang Yesus buat kepada murid-muridNya yaitu agar muridnya saling membasuh kaki murid-muridnya. Jadi hubungan dalam pemuridan yang di bangun oleh Yesus adalah hubungan antara guru dan murid.

Yohanes 13:13-15; Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.

Namun dalam proses pemuridan ini Yesus tidak ingin agar murid-muridNya hanya memahami sebuah hubungan guru dan murid atau Tuhan dan manusia tetapi hubungan yang lebih dan sangat mendalam yaitu hubungan Bapa dan anak.

Yohanes 17:22-24; Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku. Ya Bapa, Aku mau supaya, di mana pun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan.

Yesus dalam memuridkan telah berhasil membangun hubungan kepada murid-muridNya mulai dari hubungan murid dan guru. Tuhan dan manusia sampai kepada hubungan bapa dan anak. Dan hubungan itulah yang harus di bangun dalam rumah Tuhan yaitu anak dan bapa dengan meneladani pemuridan yang dilakukan oleh Yesus. Dan Tuhan memerintahkan kita untuk membangun rumah Tuhan lewat pemuridan yang pada akhirnya di bangunlah hubungan Bapa dan anak di antara penatua dan jemaat, juga di antara pemimpin dan jemaat, tujuannya adalah untuk menggenapi rencana Tuhan bahwa gereja adalah keluarga Allah.

Oleb sebab itu melalui suara penatua ini saya ingin mengingatkan kembali seluruh jemaat Tuhan tentang esensi sebuah pemuridan yaitu mengajarkan orang lain untuk melakukan, mempraktekan dan bukan hanya memahami dan mengerti perintah Tuhan, di mana perintah Tuhan yang utama adalah mengasihi Tuhan, mengasihi sesama dan mengasihi jiwa-jiwa yang terhilang.

Matius 28:19-20; Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Hal mengasihi inilah yang merupakan dasar dari sebuah hubungan bapa dan anak seperti hubungan antara Yesus dan Allah Bapa.

Matius 3:17; lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.

Marilah kita terus antusias dan menggenapinya untuk membangun rumah Tuhan melalui pemuridan sampai nyata hubungan anak dan bapa di dalam jemaat GKKD-BP.

About the Author: Ervinna Graceful