Renungan Taat, 9 Februari 2020

Pnt. Leo MHIDUP DAN BERTUMBUH DALAM KEKRISTENAN SEJATI

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

Dasar hidup kekristenan kita adalah Yesus Kristus sehingga dalam pertumbuhannya kita rindukan dibangunnya rumah Tuhan yaitu EKKLESIA-Nya yang sesuai dengan pola Tuhan namun Paulus mengajarkan bahwa selain dasar bangunan maka kita perlu memahami bagaimana kita harus membangunnya.

I Korintus 3:10 Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya.

Tujuannya adalah agar rumah yang dibangun kuat dan tahan terhadap hujan, badai angin dan banjir dan Tuhan berkenan akan rumah yang dibangun. Oleh sebab itu kita harus hidup dan bertumbuh dalam kekristenan yang sejati.

Jemaat mula-mula menjadi kuat dan memberikan dampak bagi Yerusalem dan kota-kota yang lain karena mereka hidup dan dibangun dalam kekristenan yang sejati.

Kisah Para Rasul 2:42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

Kisah Para Rasul 2:47 sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

Tuhan ingin agar kita menjadi gereja yang dibangun dan bertumbuh dalam kekeristenan yang sejati agar memberikan pengaruh bagi kota dan bangsa kita, itulah sebabnya kita harus menghidupi kekristenan yang sejati, diantaranya :

1. Kita harus hidup bergaul dengan Firman Tuhan baik dalam saat teduh maupun aktifitas sehari hari.

Mazmur 1:2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Firman Tuhan menjadi perenungan kita sehari-hari dan ini menjadi arahan Tuhan bagi kita untuk menjalani hidup sehari-hari. Oleh sebab itu kita harus menjadikan membaca, merenungkan dan mendeklarasikan Firman Tuhan menjadi gaya hidup kita sehingga kita senantiasa hidup dalam takut akan Tuhan dan mengandalkan Dia dalam segala hal.

2. Kita harus hidup dalam doa dan puasa. Tuhan Yesus mengajarkan murid-murid-Nya untuk hidup dalam doa dan puasa agar memiliki keseimbangan dengan Bapa dan mengalami kehidupan yang penuh kuasa dan berkemenangan. Itulah sebabnya Yesus mengajarkan hal “doa Bapa kami” kepada murid-murid-Nya.

Matius 6:9-10 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Matius 17:20-21 Ia berkata kepada mereka: “Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, — maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu. [Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa.]”

3. Kita harus hidup dalam pujian dan penyembahan, di mana pujian penyembahan menjadi gaya hidup kita sehari-hari bahkan pujian penyembahan tersebut menjadi doa-doa kita kepada Tuhan sehingga kita mengalami kehidupan yang berkemenangan.

Mazmur 149:6-7 Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka, dan pedang bermata dua di tangan mereka, untuk melakukan pembalasan terhadap bangsa-bangsa, penyiksaan-penyiksaan terhadap suku-suku bangsa, Mazmur 42:9 TUHAN memerintahkan kasih setia-Nya pada siang hari, dan pada malam hari aku menyanyikan nyanyian, suatu doa kepada Allah kehidupanku.

4. Kita harus hidup berkolaborasi dengan saudara seiman dalam persekutuan dan ibadah, sehingga kita mengalami perjumpaan dan realita kehadiran Tuhan .

Matius 18:20 Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka. Ibrani 10:25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat. I Timotius 4:7-8 Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.

5. Kita harus hidup dalam memberitakan Injil dan memuridkan. Kaki-kaki rohani kita menjadi kuat ketika kita melangkah untuk memberitakan Injil dan memuridkan banyak orang.

Matius 28:19-20 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Markus 16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.

Kita akan menjadi gereja yang adalah rumah Allah yang kuat dan kokoh ketika kita menghidupi dasar-dasar kekristenan yang sejati, yaitu hidup dalam perenungan dan deklarasi Firman Tuhan, hidup dalam doa dan puasa, hidup dalam pujian dan penyembahan, hidup dalam persekutuan dan ibadah serta hidup dalam memberitakan Injil dan pemuridan.

Kita perlu hati yang antusias dan radikal seperti kasih yang mula-mula untuk melakukannya serta hati yang lapar dan haus akan kebenaran yang membuat kita membangun rumah Tuhan dengan semangat bahkan kita mau habis-habisan untuk melakukannya seperti Yesus.

Yohanes 2:17 Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: “Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.”

About the Author: Ervinna Graceful