Renungan Taat, 17 November 2019

BL NewJANGAN MENDUKAKAN ROH KUDUS

Oleh : Pnt. Leonardo Mangunsong

Yesus berpesan kepada murid-muridNya bahwa ketika Ia kembali ke surga, ke rumah Bapa, Dia akan minta kepada Bapa supaya Bapa memberikan penolong yang lain. Dia adalah pribadi Allah yang tinggal dalam kita dan menyertai kita.

Yohanes 14:16-18; Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.

Dia adalah pribadi Allah yang sangat lembut, itulah sebabnya Ia dilambangkan sebagai burung merpati.

Lukas 3:21-22; Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah langit dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.”

Oleh sebab itu Yesus berpesan kepada murid-muridNya agar mereka tidak menghina atau menghujat Roh Kudus. Mereka harus percaya ada Roh Kudus bahwa Roh Kudus adalah Allah yang menolong, menuntun mereka agar mereka mengandalkan pribadi Roh Kudus dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka tidak menentang Roh Kudus.

Lukas 12:10; Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni.

Kita harus berhati-hati terhadap perkataan kita agar tidak menghina atau menentang pekerjaan dan pribadi Roh Kudus namun Kita harus bersinergi dengan Roh Kudus.

Satu hal lagi bahwa Roh Kudus sudah dimeteraikan dalam hati kita dan Paulus berpesan agar kita tidak mendukakan Roh Kudus lewat perkataan dan lewat sikap hati kita sehari-hari. Tidak menyimpan perkataan yang kotor juga kepahitan, kebencian, pertikaian dan fitnah sehingga pekerjaan Roh Kudus nyata dalam hidup kita sehari-hari yang mana Roh Kudus sudah dimeteraikan dalam hati kita.

Efesus 4:29-32; Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia. Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan. Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.

Ketika Roh Kudus yang dimeteraikan dalam hati kita tidak didukakan maka kehidupan kita selalu dipimpin oleh Roh Kudus sehingga setiap saat hidup kita menghasilkan buah Roh dan bukan hidup dalam kedagingan dan dosa.

Galatia 5:19-23; Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu — seperti yang telah kubuat dahulu — bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

Galatia 5:25; Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,

Agar kita tidak menghina dan mendukakan Roh Kudus maka Yesus ingin agar kita mengenal pribadi Roh Kudus caranya adalah dengan senantiasa bergaul dengan Dia melalui doa, pujian, penyembahan serta berbahasa Roh.

Ambil waktu yang spesial dengan Bapa bersekutu dengan Bapa melalui pertolongan pribadi Roh kudus. Kita akan merasakan perasaanNya, pikiranNya, kerinduanNya dan keiginanNya serta memahami isi hatiNya dan mengenal Dia lebih dalam lagi sehingga kita tidak mendukakan Dia dan menghina Dia melainkan menghargai dan menghormati Dia serta mengenal kekudusanNya.

About the Author: Ervinna Graceful