Renungan Taat, 22 September 2019

BRMURID YANG MAU DIUTUS

Penulis : Pnt. Robinson Saragih

YOHANES 15:16 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.

Saudara yang kekasih, jemaat Tuhan Yesus Kristus, setelah Yesus memilih dua belas orang dari antara murid-murid-Nya, Dia menetapkan para murid ini menjadi utusan yang dikenal dengan rasul; mereka diutus-Nya untuk pergi dan mereka juga yang mendampingi Dia dalam pelayanan-Nya kemanapun Dia pergi melayani.

Ketika Yesus memilih murid-murid ini untuk dijadikan rasul, Dia memilih orang-orang yang sederhana, yaitu nelayan; bahkan Dia memilih orang yang tidak disukai orang seperti Matius si pemungut cukai. Pemungut cukai pada zaman itu adalah orang-orang yang dianggap sebagai pengkhianat bangsa, karena mereka bekerja untuk kepentingan kerajaan Romawi yang menjajah bangsa Yahudi ketika itu.

Para rasul ini diutus oleh Yesus Kristus untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah atau Injil Yesus Kristus, yaitu pemberitaan tentang : PERTOBATAN KARENA KERAJAAN ALLAH SUDAH DATANG atau sudah DEKAT. Juga para rasul ini mendampingi Yesus ketika Dia mengajar orang banyak mengenai perumpamaan tentang Kerajaan Allah dan mendampingi Yesus ketika Yesus memperagakan KUASA ILAHI yang memperkenalkan DIRINYA sebagai NABI yang ditunggu-tunggu kehadiran-Nya dan memberitakan KUASA ILAHI yang memberi tanda kepada orang YAHUDI bahwa YESUSlah MESIAS atau NABI yang ditunggu-tunggu itu. Yesus secara tersamar memproklamasikan kemesiasan-Nya karena DIA MENYADARI bahwa KEMESIASANNYA musti DIBUKTIKAN oleh KASIHNYA dan Kasih itu akan Dia buktikan dengan KERELAANNYA UNTUK MATI DIATAS KAYU SALIB, karena itu Yesus selalu menghindarkan diri dari orang banyak ketika mereka hendak MENOBATKANNYA sebagai RAJA YEHUDA, seperti apa yang dinubuatkan oleh para nabi-nabi pada PERJANJIAN LAMA.

Yesus selalu menghindari PENOBATAN DIRINYA sebagai MESIAS yang tidak melalui SALIB karena tugas-Nya adalah sebagai DOMBA PASKAH ALLAH yang harus disembelih sebagai KORBAN PENEBUS DOSA dan KORBAN KESELAMATAN, dan murid-murid dan keduabelas rasul mendampingi Dia untuk MEMPERSIAPKAN MEREKA UNTUK MENJADI RASUL yang memberitakan INJIL KASIH KARUNIA ALLAH setelah KENAIKAN YESUS KE SORGA.

Jadi murid-murid dilatih dengan mengutus mereka mengabarkan Injil Kerajaan Allah yang mewartakan PERTOBATAN KARENA KERAJAAN ALLAH SUDAH DEKAT, ketika Yesus Kristus masih hidup sebagai Anak Manusia. Mereka mengabarkan INJIL KERAJAAN ALLAH yaitu INJIL YESUS KRISTUS atau RASUL PAULUS KATAKAN INJIL KASIH KARUNIA, ketika YESUS sudah kembali ke sorga.

Tugas para murid hari ini adalah mengabarkan Injil Kerajaan Allah atau Injil Kasih Karunia : Berita pertobatan karena Dosa sudah diampuni oleh Yesus diatas kayu salib dan barangsiapa PERCAYA KEPADA YESUS beroleh KESELAMATAN dan dianugerahi Roh Kudus yang akan MEMBIMBING ORANG PERCAYA KEMBALI KE RUMAH BAPA DI LANGIT BARU DAN BUMI BARU.

Apakah engkau seorang murid Kristus? Karena semua murid Kristus adalah orang-orang yang menjadi saksi bahwa karena kemurahan Allah Yesus dikorbankan untuk dosanya dan KASIH BAPA itu MEMBUAT dia RELA MENJADI UTUSAN YESUS KRISTUS untuk MEWARTAKAN bahwa YESUSLAH MESIAS YAITU ANAK ALLAH YANG TELAH DIKORBANKAN untuk menggantikan kita orang berdosa dihukum karena dosa kita, dan YESUSLAH TUHAN dan RAJA, yang memerintah dalam hidup kita dan mengutus kita sebagai UTUSAN UNTUK MEMBERITAKAN INJIL dan memberitakan KASIH KARUNIA dan KEBENARAN ALLAH bagi dunia ini.

MATIUS 10:16 “Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.

Sebagai murid-murid yang diutus, kita sepatutnya MENYADARI, bahwa kita diutus SEBAGAI ANAK DOMBA KE TENGAH-TENGAH SERIGALA. Pengutusan ini adalah tugas yang MENGERIKAN karena bagaimana bisa aman dan tenang seekor domba ditengah serigala buas yang mematikan.

YOHANES 20:21 Maka kata Yesus sekali lagi: “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.”

Saudara jemaat yang saya KASIHI di DALAM KRISTUS SANG KEPALA GEREJA, kita sepatutnya MENYADARI bahwa kita diutus seperti Bapa mengutus Yesus. YESUS DIUTUS UNTUK MATI DI KAYU SALIB. Dan sama seperti itu Yesus mengutus kita SUPAYA KITA MATI TERHADAP DIRI KITA dan tunduk kepada PIMPINAN ROH KUDUS yaitu utusan Bapa di dalam hidup kita, yang akan MEMIMPIN KITA SEBAGAI UTUSAN BAPA di muka bumi ini; seperti Yesus diutus Bapa ke dunia ini, demikian juga kita sebagai utusan Yesus Kristus di tempat kita berada saat ini. Kita adalah utusan Bapa sebagai SAKSI KRISTUS yang bertugas MEWARTAKAN INJIL KASIH KARUNIA ALLAH bagi orang-orang yang tidak percaya disekitar kita. Haleluya, Puji Tuhan. Amin.

About the Author: Ervinna Graceful