Renungan Taat, 15 September 2019

BL NewMURID YANG DIBENTUK OLEH YESUS

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

Menjadi murid Yesus adalah melalui proses pembentukan dari Tuhan sehingga kita menjadi serupa dengan Dia. Perlu sekali kesediaan dan kerelaan hati untuk dibentuk seperti yang dialami oleh Yakub, ketika dia lahir dinamai Yakub artinya pembohong dan setelah dia dibentuk Tuhan namanya menjadi Israel yang artinya adalah Pangeran Allah. Terjadi transformasi dalam kehidupan Yakub.

Tetapi sekarang, beginilah firman TUHAN yang menciptakan engkau, hai Yakub, yang membentuk engkau, hai Israel: “Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku (Yesaya 43:1).

Dan jika kita ingin menjadi murid Tuhan yang sejati maka kita harus mengizinkan Tuhan terus menerus membentuk kita dan Tuhan punya kedaulatan penuh untuk membentuk kita.

Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: “Mengapakah engkau membentuk aku demikian?” Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa? (Roma 9:20-21).

Tuhan membentuk kita adalah untuk kebaikan kita agar akhirnya kita memilki karakter Yesus Kristus.

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara (Roma 8:28-29).

Ada banyak cara dan pola Allah membentuk kita diantaranya :
1. Melalui Firman Tuhan.

Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik (II Timotius 3:16-17).

Oleh sebab itu penting sekali agar kita senantiasa hidup untuk membangun persekutuan dengan Tuhan secara pribadi, dalam waktu dan tempat yang spesial. Dan dalam persekutuan tersebut kita dapat merenungkan Firman Tuhan berdoa serta mendengar suara Tuhan dan berdialog dengan Dia. Dan perkataan dan pernyataan Tuhan akan membuat hidup kita terus diperbaharui, dibentuk oleh Tuhan serta semakin berbuah banyak.

Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah (Yohanes 15:2).

2. Melalui persoalan, masalah atau padang gurn yang kita lalui seijin dari Tuhan. Hal tersebut terjadi agar kita rendah hati dan bergantung sepenuhnya kepada Tuhan.

Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak (Ulangan 8:2).

3. Melalui penderitaan yang kita alami karena kita mengikut Yesus.

Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami (II Kor 4:16-17). Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita (Roma 8:18).

4. Melalui komunitas pemuridan atau gereja serta orang-orang yang ada di sekitar kita.

Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya (Amsal 27:17).

Dalam proses pembentukan tersebut kita harus belajar dan meneladani Yesus sehingga kita mengalami keserupaan dengan Yesus yaitu dalam pikiran dan perasaan bahkan karakter kita dan Bapa juga membentuk Yesus.

Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib (Filipi 2:5-8).

Dan setiap kita yang dibentuk oleh Tuhan untuk menjadi murid-Nya yang sejati dapat digunakan oleh Tuhan untuk pembangunan rumah rohani dimuka bumi.

Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah. Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: “Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan.”(I Petrus 2:5-6).

Tuhan ingin agar setiap kita mau dibentuk oleh Dia sehingga rupa Kristus semakin nyata dalam hidup kita dan dengan demikian nyatalah bahwa kita adalah murid Yesus.

About the Author: Ervinna Graceful