Suara Penatua Bulan Oktober 2019

BSMURID YANG MENELADANI YESUS

Penulis : Pnt. Sahala Hutagalung

1 Yohanes 2:6; Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.

Yesus menjadi panutan, dia menjadi contoh untuk segala aspek kehidupan sehari-hari kita, baik untuk diri sendiri maupun kepada orang lain dimana sikap, tindakan dan perilaku berdasarkan sifat dan kehidupan-Nya.

Jika ada seorang memiliki hutang yang sangat besar kepada seorang kaya raya, kemudian orang itu tidak sanggup lagi membayar hutangnya. Orang yang berhutang itu akan dinyatakan bersalah dan harus menanggung hukuman atas kesalahannya.

Tetapi sekarang jika ada seseorang yang mengasihi dia, salahkah jika orang itu melunasi semua hutang orang itu? Bukankah perbuatannya itu dibenarkan? Salahkah jika ia melepaskan orang itu dari ancaman hukuman, dengan mengorbankan nyawanya sendiri, bukankah tindakannya penuh kasih?

Itulah yang telah dilakukan oleh Tuhan Yesus dimana kita yang seharusnya menerima hukuman oleh karena dosa kita, tapi Dia mau menanggung dan memikul dosa kita diatas kayu salib, supaya kita tidak perlu dihukum dan memikul akibat dosa kita.

Kasih dan pengorbanannya menjadi teladan bagi kita untuk di contoh dan diikuti dalam hidup sehari-hari kita dimana Dia rela berkorban dan menyerahkan nyawa-Nya untuk menanggung seluruh dosa manusia. Ditengah-tengah dunia yang sibuk dan egois kita diperhadapkan dengan banyak hal dimana tidak ada kasih, pengorbanan dan perbuatan baik melainkan memikirkan hanya utuk keuntungan dan kesenangan diri sendiri, tidak mau rugi untuk orang lain bahkan tidak mau berkorban, merelakan sedikit waktu, harta dan tenaga untuk menolong orang.

Sebagai murid Kristus kita juga mau meneladani bagaimana Yesus bersama-sama dengan murid-muridNya melayani banyak orang, siang malam tanpa lelah dan tanpa hitung-hitungan untuk menolong orang banyak bahkan membiayai dan menanggung biaya yang dikeluarkan dalam perjalanan pelayanannya.

Bagaimana Yesus yang mengasihi umat manusia dan rela berkorban, demikian juga dengan kita sebagai murid-Nya mau dan rela untuk melayani jiwa-jiwa baru untuk dilayani dan dimuridkan ditengah-tengah kesibukan kita.

Teladan yang lain adalah hidup dalam iman yang dimiliki oleh Yesus, bagaimana percaya kita kepada Tuhan harus selama-lamanya dan tidak berubah, dalam menghadapi pergumulan hidup tidak bimbang dan ragu tentang janji Allah dalam Firman-Nya.

Marilah kita meneladani kehidupan Yesus dalam segala tingkah laku dan perbuatan baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain supaya kita dapat dan tepat disebut Murid-Nya.

About the Author: Ervinna Graceful