Suara Penatua Bulan September 2019

BL NewMURID YESUS

Oleh : Pnt. Leonardo Mangunsong

Perintah dari Tuhan Yesus kepada GerejaNya agar kita menjadikan semua bangsa murid Kristus

Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, (Matius 28:19).

Murid yang dimaksud adalah bukan hanya rajin ibadah di gereja, rajin ikut pertemuan rohani lainnya, melainkan orang-orang yang memiliki gaya hidup, pola pikir dari Yesus Kristus. Murid yang hidupnya seperti Yesus hidup. Itulah sebabnya Yesus juga memerintahkan agar seorang murid diajar untuk melakukan segala perintah-perintah Tuhan.

dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”(Matius 28:20).

Dalam proses menjadikan bangsa-banga adalah murid Yesus maka seorang murid harus hidup dalam kebenaran sehingga bukan hanya tahu tentang Tuhan Yesus tetapi lebih dalam yaitu mengerti atau memahami bahkan pada akhirnya mengenal Tuhan, masuk dalam pengalaman dimana Firman yang didengar itu bener-benar memerdekakan kita dan hidup kita mengalami perubahan untuk memberi dampak.

Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” (Yohanes 81:31-31).

Tinggal dalam kebenaran sampai menghasilkan buah kebenaran, yaitu hidup yang diubahkan serta jiwa-jiwa yang diselamatkan melalui pemberitaan injil sebagai dampak dari hidup yang diubahkan. Belajar kepada Yesus, tetap tinggal dalam Firman Tuhan dan setia selalu hidup dalam Firman Tuhan sehingga hidup kita akan berbuah banyak sehingga Yesus dimuliakan melalui hidup kita.

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikulah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.” (Matius 11:28-30).

Tinggalah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. (Yohanes 15:4-7).

Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”(Yohanes 15:8).

Untuk menjadi murid yang berbuah banyak tidak hanya tinggal di dalam Firman Tuhan tetapi juga harus mau dibentuk oleh Firman Tuhan supaya makin banyak buahnya.

Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah (Yohanes 15:2).

Tuhan harus membentuk kita dengan cara ketika kita tinggal senantiasa dalam persekutuan pribadi dengan Tuhan ,duduk dibawah kaki Tuhan dan Tuhan berbicara kepada kita seperti kita menghadap raja dan memperoleh titah raja.

Patuhilah perintah raja demi sumpahmu kepada Allah. Janganlah tergesa-gesa pergi dari hadapannya, janganlah bertahan dalam perkara yang jahat, karena ia berbuat apa yang dikehendakinya. (Penghotbah 8:2-3).

Juga Tuhan membentuk kita melalui masalah yang kita hadapi serta padang gurun yang harus kita lalui.

Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kau lakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak. (Ulangan 8:2).

Bahkan dalam pemuridan Tuhan juga membentuk kita dalam beriteraksi dengan saudara-saudara seiman.

Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya (Amsal 27:17).

Pada akhirnya murid Kristus yang mau dibentuk itu akan diutus oleh Bapa untuk menjangkau jiwa-jiwa memuridkan bangsa-bangsa sehingga dilahirkan kembali murid-murid Yesus.

Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia; (Yohanes 17:18).

Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil (Markus 3:14).

Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senatiasa sampai akhir zaman. (Matius 28:19-20).

Dan pada akhirnya sepanjang hidup mereka Tuhan Yesus senantiasa akan menyertai mereka dan berhasil serta dimuliakan seperti apa yang dialami oleh Tuhan Yesus selama Ia berada di dunia ini. Model murid Kristus yang seperti inilah yang sedang dibangun oleh Yesus, itulah sebabnya kita menjadi murid Yesus yaitu hidup dalam kebenaran, senantiasa berbuah banyak dan mau dibentuk Tuhan juga mau diutus untuk melayani dan memberitakan Injil dan selalu mengalami penyertaan Tuhan.

Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya (Markus 16:20).

About the Author: Ervinna Graceful