Renungan Taat, 25 Agustus 2019

BSKOMUNITAS SURGAWI DALAM PEMURIDAN

Oleh : Pnt. Sahala Hutagalung

Allah yang memanggil kita kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus adalah setia, dimana Ia juga akan meneguhkan kita sampai kepada kesudahannya, sehingga kita tidak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus.

Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus. Saudara dan saya satu tubuh dalam Kristus, Tuhan telah persatukan kita menjadi saudara dalam Kristus.

Kumpulan tubuh Kristus disebut komunitas sorgawi, dimana anak-anak Tuhan berkumpul untuk bertumbuh bersama, mengenal Tuhan dan semakin hari menjadi seperti Kristus dalam hal imannya, pengharapannya dan kasihnya.

Jemaat Tuhan memiliki komunitas yang akan menunjang rohaninya untuk bertumbuh semakin dewasa, memberi diri untuk mau diajar, dinasihati, dan diarahkan. Dalam komunitas surgawi Allah telah memberikan kepada anggota persekutuan masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh seperti yang dikehendaki-Nya, saling membutuhkan, saling memperhatikan dan saling menjaga.

Komunitas persekutuan dan pemuridan yang saling menghormati, menghargai dan saling menjaga agar tidak terjadi perpecahan, tetapi anggota-anggota yang berbeda itu saling tolong menolong dan membantu orang yang berkekurangan.

Kita mau mengajak orang baru untuk hadir dikomunitas agar mereka mengenal dan percaya kepada Yesus Kristus. Melalui hidup kita mereka mengenal siapa Kristus dan seperti apa kehidupan seorang murid (pengikut) Kristus.

Dalam Yohanes 13:34-35 Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.

Komunitas pemuridan melatih jemaat untuk saling mengasihi, saling membangun dan saling membentuk demi untuk kebaikan mereka. Kita membangun hubungan pertemanan dan kekeluargaan dalam komunitas sehingga terasa bahwa kita satu tubuh yang saling menguatkan.

Gesekan, perbedaan dan pencobaan bukan untuk menghancurkan dan memisahkan kita dengan komunitas melainkan untuk membentuk kita supaya semakin nyata pribadi Yesus yang ada di dalam diri kita yang memampukan kita untuk berubah dari sifat atau karakter dan kebiasaan yang tidak baik dalam diri kita.

Jemaat Tuhan yang saya kasihi, marilah kita menjadi murid Kristus yang terus tinggal dalam komunitas yang Tuhan sudah berikan, untuk membentuk dan memperbaiki kehidupan kita, ditempa dan dipoles sedemikian rupa sampai sama seperti Kristus.

About the Author: Ervinna Graceful