Renungan Taat, 16 Juni 2019

BSBAHAGIA SEJATI

Oleh : Sahala Hutagalung

Bahagia yang hakiki dimana kegembiraannya tidak pernah padam, bahagia yang sejati dimana kita  mendapatkan kegembiraan karena ada aliran air yang hidup (Roh Kudus) yang mendorong untuk kita selalu bahagia dan sukacita bukan karena melihat kondisi atau keadaan.

Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. (Mazmur 1:3).

Kebahagiaan itu karena hidup benar, hidup sesuai kehendak Tuhan, hidup dekat dengan Tuhan, maka janjinya kita akan menghasilkan buah pada waktunya, tidak akan layu dan apa yang kita perbuat (kerjakan) berhasil.

Kedudukan (kesuksesan), kepintaran, harta kekayaan itu dari Tuhan tapi jangan itu menjadi sumber kebahagiaan sehingga bila itu belum kita peroleh, hilang atau habis maka kita tidak bahagia, tetapi lihat kepada Allah sumber yang memberikannya, maka kebahagiaan kita akan terus ada sekalipun kedudukan (kesuksesan), kepintaran, harta kekayaan tidak ada, belum didapat atau habis.

Kita bahagia karena memiliki kerajaan Allah, kita tetap bahagia sekalipun berduka cita karena Tuhan yang akan menghibur, kita bahagia karena menjadi orang yang lemah lembut, kita bahagia menjadi orang yang lapar dan haus akan kebenaran, kita bahagia karena suci hati, kita bahagia karena selalu membawa damai, kita tetap bahagia waktu dianiaya karena kebenaran, kita bahagia karena murah hati, ketika dicela, dianiaya dan difitnah kita tetap bahagia (Matius 5:1-11)

Roh Kudus yang sudah mendiami hati, pikiran dan kemauan kita, sehingga hidup kita di penuhi dan kuasai oleh Dia.

Jadi sumber kebahagiaan kita oleh karena kehadiran Dia.

Kita bahagia karena selalalu menghidupi dan mentaati perintah-perintah Tuhan.

Kita bahagia bukan karena punya kedudukan (kesuksesan), kepintaran dan harta kekayaan.

About the Author: Ervinna Graceful