Renungan Taat, 5 Mei 2019

BSTELINGA DAN LIDAH SEORANG MURID

Oleh : Pnt. Sahala Hutagalung

Shalom jemaat Tuhan yang kekasih.

Bulan Mei topik besar Gereja :”Keberadaan Murid Kristus” di mana kita semua sebagai jemaat Tuhan memahami bahwa sebagai murid Kristus keberadaan kita harus berakar dan dibangun diatas dasar Kristus sehingga memiliki iman yang teguh.

Berakar dan dibangun berarti kehidupan kita dengan Tuhan harus semakin dalam dan terus bertumbuh, iman kita semakin kuat dan tidak tergoyahkan dengan segala persoalan hidup dan tetap terus naik mengikuti apa yang di kehendaki Tuhan atas hidup kita.

Percaya kepada Yesus harus terus dipelihara dan dibuktikan dalam segala tindakan dan keputusan bahwa kita selalu berpegang kepada Firman-Nya dan senantiasa ingin berubah semakin dewasa dan sempurna ke arah Kristus.

Telinga dan lidah seorang murid berarti pendengaran dan perkataan kita senantiasa atau selalu mendengar suara atau perkataan Tuhan, mendengar suara Tuhan melalui doa, pujian, penyembahan dan perenungan firman Tuhan.

Dalam Yohanes 10:3-4 tentang Gembala yang baik, di mana domba mendengar suara si gembala memanggil dan domba itu mengikuti dia karena mereka mengenal suaranya. Demikian juga dengan kita pasti dapat mendengar suara Yesus yang memanggil, menasihati, melarang dan memerintah untuk kita pergi karena kita dapat mendengar dan membedakan apakah itu suara Yesus atau suara lain.

Sebagai seorang murid Kristus kita harus senantiasa mematuhi perintah Tuhan, tidak tergesa-gesa meninggalkan persekutuan dengan Tuhan melainkan memberikan telinga untuk mendengar suara Tuhan, apa yang Tuhan ingin dan kehendaki.

Daniel ketika mendengar keputusan Raja bahwa seseorang tidak boleh menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada Raja, maka ia akan dilemparkan ke dalam gua singa, maka ia masuk kamar untuk berdoa.

Ketika kita menghadapi persoalan, masalah, tekanan yang begitu rumit dan membuat kita takut, pusing atau stres maukah saudara masuk kamar atau tempat sunyi untuk berdoa mendengar suara Tuhan apa yang harus diputuskan supaya ada jalan keluar atau pribadi kita kuat menghadapi.

Selain mendengar suara Tuhan kita juga mau memakai lidah/mulut untuk memperkatakan firman Tuhan. Kolose 3:16 Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.

Kita mau memakai lidah/mulut untuk memperkatakan firman untuk diri kita maupun untuk orang lain agar menghibur dan menguatkan, membuat bangkit dan terus maju. Firman yang kita perkatakan membuat bertobat dalam sifat dan sikap bagi diri kita maupun orang lain.

About the Author: Ervinna Graceful