Renungan 9 Desember 2018

BS

KEHIDUPAN PUJIAN DAN PENYEMBAHAN

Oleh Pnt. Sahala Hutagalung

Mazmur 149:1-6 Nyanyikanlah bagi Tuhan nyanyian baru, pujilah Dia, bersukacita dan bersorak sorai. Biarlah mereka memuji-muji namaNya dengan tarian, bermazmur dengan rebana dan kecapi. Biarlah orang saleh beria-ria dalam kemuliaan, bersorak sorai diatas tempat tidur mereka. Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka.

Penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam Roh dan kebenaran karena itu yang Tuhan inginkan, dahulu Sebelum menjadi umat Tuhan mungkin kita orang yang kalau memuji Tuhan hening tidak ekspresif tidak bergembira dan anggota tubuhnya kaku (diam). Tapi setelah di jamah oleh Roh Kudus sekarang memuji Tuhannya bergembira, melompat dan bertepuk tangan.

Setelah kita menjadi umat Tuhan, Roh kudus membebaskan kita dari kemurungan, kesedihan dan kekakuan, Roh Kudus memberi hati yang baru membuat kita senantiasa bergembira, bersukacita selalu untuk memuji dan menyembah Dia.

Setiap saat dan setiap waktu hati dipenuhi dengan sukacita Allah yang melimpah, membuat hati selalu senang dan bersyukur dengan segala perbuatan Allah yang sempurna dalam hidup kita, baik juga dalam keluarga, pekerjaan, keuangan, kesehatan dan lain sebagainya.

Roh Allah memberi kebebasan dan kemerdekaan bagi kita untuk memuji dan menyembah Tuhan Allah, untuk sujud menyembah dan berlutut dihadapan Dia. Bertepuk tangan, mengelu-elukan Allah dengan sorak-sorai. Baiklah semuanya memuji nama Tuhan dengan tari-tarian, bermazmur dengan rebana dan kecapi.

Kita bersorak sorai memuji Tuhan Allah karena kita sudah dibebaskan dari belenggu dosa yang mengikat kita untuk tidak bersukacita, iblis sudah dikalahkan oleh Yesus Kristus sehingga kita menjadi orang yang merdeka, lepas dan bebas untuk memuji dan menyembah Tuhan.

Jemaat Tuhan mari senantiasa membebaskan Roh Kudus untuk kita selalu memuji Tuhan dan menyembah Dia dengan riang gembira.

About the Author: Ervinna Graceful