Suara Penatua Desember 2018

BL NewPOLA HIDUP KERAJAAN ALLAH

Oleh Pnt. Leonardo Mangunsong

Jemaat mula-mula merupakan contoh jemaat yang hidup dalam pola Kerajaan Allah baik dalam kehidupan maupun dalam aktivitasnya. Tuhan sedang membawa gereja akhir zaman untuk memiliki pola hidup seperti pada zaman gereja mula-mula bahkan lebih lagi sampai merepresentasikan kehidupan Yesus di Bumi.

Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa (Kisah Para Rasul 2:42).

Sebelum terjadi pencurahan Roh Kudus, orang yang percaya selalu membuat perhimpunan, namun mereka belum memiliki pola. Ketika mereka memahami berita Yesus yang ingin membangun Kerajaan Allah di Bumi maka mereka mulai memiliki hidup dengan pola yang baru yaitu gaya hidup Kerajaan Allah. Karena mereka memiliki pola atau gaya hidup yang berasal dari Allah maka mereka melakukannya dengan penuh semangat dan antusias, karena pola hidup yang mereka lakukan itu adalah kebenaran dari Allah yang mereka hidupi.

Menurut Kisah Para Rasul 2:42, yang dimaksud dengan pola hidup Jemaat mula-mula adalah :

1. Mereka hidup bertekun dalam pengajaran rasul-rasul.
Kebenaran yang mereka terima dan hidupi adalah kebenaran yang berasal dari Allah melalui rasul-rasul. Rasul-rasullah yang menangkapnya sehingga mereka bertekun, setia dan taat dalam ajaran rasul-rasul tersebut. Bagi kita saat ini adalah kita bertekun dalam ajaran Firman Tuhan dari Alkitab serta pewahyuan yang diberikan Roh Kudus kepada kita saat membaca, merenungkan dan mendengar Firman Tuhan. Marilah kita terapkan hidup yang senang membaca, merenungkan dan mendengar Firman Tuhan di setiap kesempatan yang Tuhan berikan pada kita, baik pada waktu saat teduh, dalam persekutuan dan dalam kelompok Pemahaman Alkitab (PA) serta di ibadah-ibadah raya. Kita juga mau mempraktekkan setiap kebenaran Firman Tuhan yang telah kita terima.

2. Mereka hidup berkumpul untuk berdoa.
Kehidupan yang sangat spesifik bagi kita haruslah berdoa di mana pun kita berada baik sendiri maupun bersama-sama maka haruslah dibangun kehidupan doa. Itulah sebabnya kita tidak boleh meninggalkan ibadah-ibadah doa yang dilakukan oleh Gereja, itu semua untuk membangun kehidupan doa kita baik secara pribadi atau bersama keluarga setiap hari. Kita juga dapat mempraktekkan berdoa selama 30 menit untuk para penatua, para pemimpin di struktur dan juga untuk seluruh jemaat GKKD-BP.

3. Mereka juga hidup dalam pemuridan dan persekutuan di rumah maupun di bait Allah.
Kita juga harus dimuridkan dan memuridkan, dan hidup dalam komunitas kecil untuk bersekutu dengan saudara seiman juga untuk mempraktekkan setiap kebenaran yang telah kita terima. Kita tidak menjadi orang yang menyendiri tetapi selalu bertekun untuk di bentuk, dididik, diajar dan akhirnya berbuah menjadi murid kristus yang sejati.

Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati (Kisah Para Rasul 2:46).

4. Mereka hidup dalam kumpulan yang sering memuji dan menyembah Tuhan.
Kita harus memiliki gaya hidup pemuji dan penyembah Tuhan, baik secara pribadi maupun secara bersama dalam persekutuan dan dalam ibadah-ibadah. Hal itu dilakukan sebagai ekspresi kemenangan dan pengagungan kepada Tuhan kita, sampai kita melihat dan menyaksikan hadirat Tuhan yang membawa jiwa-jiwa terhilang melihat kemuliaan Tuhan.

Sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan (Kisah Para Rasul 2:47).

5. Mereka hidup dalam ibadah yang sejati mempraktekkan kehidupan yang saling mengasihi serta menghadirkan kuasa Allah yang tidak terbatas lewat mujizat yang tidak terbatas.
Kita harus hidup dalam ibadah yang sejati di mana bukan hanya hidup dalam ritual-ritual keagamaan dalam persekutuan, dalam kelompok pemuridan dan dalam ibadah raya, tetapi harus mempraktekkan kehidupan saling mengasihi di mana kita harus saling tolong-menolong, berbagi dan memberkati orang lain khususnya terhadap saudara seiman. Kita juga harus mempraktekkan hidup yang penuh kuasa disertai mujizat Tuhan dalam pertemuan ibadah dan hidup sehari-hari sebagai bukti nyata kehadiran Tuhan di tengah-tengah kumpulan jemaat dan dalam kehidupan pribadi jemaat.

Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing (Kisah Para Rasul 2:43-45).

Tuhan ingin dan sedang menghadirkan Kerajaan-Nya melalui hidup kita dengan cara kita harus hidup dalam pola hidup Kerajaan Allah sehingga kehadiran Allah dan PemerintahanNya nyata ketika kita hidup di dalam pola hidup Kerajaan Allah. Dan akhirnya dunia tahu bahwa Yesus dan KerajaanNya ada di muka bumi ini.

About the Author: Ervinna Graceful