Renungan 1 Juli 2018

BLDIPULIHKAN MEMBANGUN DIRI UNTUK MEMBANGUN BANGSA

Oleh : Pnt. Leonardo Mangunsong

Kita dipulihkan terlebih dahulu agar kita dapat membangun bangsa. Ini merupakan prinsip yang diajarkan oleh Tuhan Yesus dan juga dilakukan oleh-NYA.

“Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung, untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka “pohon tarbantin kebenaran”, “tanaman TUHAN” untuk memperlihatkan keagungan-Nya.”( Yesaya 61:1-3)

Yesus datang untuk memulihkan kita sehingga roh, jiwa, tubuh kita benar-benar mengalami transformasi. Kita menjadi anak-Nya, warga Kerajaan Sorga dan sekarang kita adalah milik Yesus, dan hanya mengabdi kepada Dia, dan hidup untuk memuliakan Dia, dasar kehidupan kita adalah Yesus.

Namun kita harus senantiasa membangun diri kita, agar kita mengalami keserupaan dengan Yesus. Pikiran kita terus diubahkan oleh Firman Tuhan sehingga kita memiliki karakter Yesus, gaya hidup dan tindakkan Yesus. Kita dapat membangun diri melalui keintiman yang dalam dengan Tuhan. Roh kita terus bersekutu secara aktif dengan Tuhan selama 24 jam, dapat kita lakukan dengan berdoa, gunakan bahasa Roh dan juga terus menerus bersekutu dengan Firman Tuhan dengan membaca Firman-Nya, dan merenungkan-Nya, serta melakukan Firman-Nya.

“Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat.” (1 Korintus 14:4)

“Sementara itu, sampai aku datang bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab Suci, dalam membangun dan dalam mengajar. Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua. Perhatikanlah semuanya itu, hiduplah di dalamnya supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang.” (1 Timotius 4:13-15)

Sehingga terang Kristus yang ada pada kita semakin bercahaya, menerangi banyak orang di setiap komunitas dimana kita menjadi garam yang memberi rasa dan nilai-nilai Kerajaan Sorga kepada dunia ini sampai Bapa dipermulikan melalui hidup kita.

“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (Matius 5:16)

Kita dipulihkan untuk membangun diri kita agar dapat membangun orang lain dan bangsa kita. “Mereka akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan mendirikan kembali tempat-tempat yang sejak dahulu menjadi sunyi; mereka akan membaharui kota-kota yang runtuh, tempat-tempat yang telah turun-temurun menjadi sunyi.” (Yesaya 61:4)

Sijahat telah merusak sendi-sendi kehidupan manusia, mulai dari anak-anak, pelajar, mahasiswa, anak muda dan keluarga, karena Firman Tuhan telah menubuatkan hal ini, dalam 2 Timotius 3:1-5 dimana Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya.

Hal-hal inilah yang harus kita pulihkan dan transformasi. Itulah sebabnya kita dipulihkan dan membangun diri kita agar dapat membangun orang lain dan bangsa kita. Kita harus senantiasa membangun diri kita agar kita dapat membangun orang lain dan bangsa kita dan tidak boleh kehilangan Kasih yang mula-mula walaupun ada tantangan dan penderitaan baik dari dalam maupun dari luar kita. Biarkan kasih Bapa selalu memenuhi hati kita sehingga kita terus mengabdi kepada Tuhan, penuh kerelaan hati, kelaparan dan kehausan akan Tuhan serta datangnya Kerajaan Allah kebumi ini, dengan kerajinan yang tidak kendor dan memiliki Roh yang menyala-nyala. Dan akhirnya kita beroleh mahkota kemuliaan, dan mahkota sukacita dan dipermuliakan oleh Bapa di Surga.

About the Author: Ervinna Graceful