Suara Penatua Bulan Juli 2018

BS

DIPULIHKAN MEMBANGUN DIRI UNTUK MEMBANGUN BANGSA

Oleh : Pnt. Sahala Hutagalung

 

Filipi 3: 10-12; Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati. Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.

Sebagai murid Kristus kita sudah seharusnya berubah, hidup yang dipulihkan menjadi seperti Kristus, hidup yang bukan untuk kesenangan diri sendiri lagi, karena Yesus sudah mencurahkan darah-Nya di atas kayu salib untuk menyelesaikan masalah pribadi kita yang egois.

Pribadi kita seharusnya mengubah dunia, kejahatan harus menghilang, tingkah laku yang buruk dari masyarakat sekitar kita menjadi baik, orang yang tidak percaya Tuhan harus berlutut dihadapan hadirat Tuhan dan kemuliaan-Nya ditinggikan dalam hidupnya.

Dahulu mungkin kita orang yang terluka, karena perlakuan orang tua yang kasar, pemarah dan egois, sehingga kita berdampak seperti mereka, tetapi Yesus sudah pulihkan, kita diperbaharui dalam sifat, kebiasaan dan tingkah laku kita menjadi seperti Yesus. Sekarang Kita memiliki kuasa untuk memurnikan pikiran yang kacau dari roh-roh dunia yang ingin mengganggu kita, hidup tanpa tujuan, terpecah belah, egois, semuanya dipulihkan Tuhan.

Dengan memiliki Visi (impian) orang-orang beriman berubah, impian itu bukan dari diri sendiri tetapi dari Tuhan, sehingga kita menyerahkan sepenuh hidup untuk Tuhan, kita mengerti ada rencana Allah yang akan memakai kita untuk bangsa ini.

Gereja dan jemaat berpikir dan melakukan seperti yang Yesus lakukan, Gereja dan jemaat terus berlari dengan hatinya Yesus, di mana Yesus menginginkan banyak orang berubah, lahir baru, dan merendahkan diri di hadapan-Nya.

Dahulu pemikiran kita berpusat pada diri sendiri dan tidak mempunyai perhatian kepada orang lain, tidak mempunyai perhatian kepada bangsa dan Negara, tidak perduli keadaan rakyat dan pembangunan Negara. Hari ini Tuhan sudah pulihkan kita, hari ini Dia berikan kerinduan hati-Nya untuk Gereja bergerak dalam Visi dan Misinya Tuhan untuk bangsa dan Negara R I di pulihkan.

Tuhan pulihkan kita dalam memandang negeri ini yang tadinya negatif sekarang positif, Dia pulihkan hati kita yang tadinya benci sekarang mengasihi, Dia pulihkan tanggung jawab kita terhadap bangsa ini, untuk ikut membangun dan ambil bagian menjadi agen perubahan.

Kerinduan hati yang bukan putus asa melainkan memiliki iman bahwa negeri ini pasti diubahkan Tuhan seturut dengan rencana dan ketetapan-Nya.

About the Author: Ervinna Graceful