PASKAH

Pnt.Sahala Hutagalung

Pnt.Sahala Hutagalung

Paskah seharusnya merupakan momen perayaan yang penting, di mana kita yang sudah diselamatkan memahami kekayaan dan kedalaman makna Paskah.

Peristiwa Paskah adalah sumber dan titik tolak iman Kristen. Paulus menulis, ”Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.” (I Korintus 15:14). Paskah adalah peristiwa Kristus bangkit dan hidup dari kematian, di mana Yesus menjadi Tuhan dan Allah, menjadi Juruselamat dan Penebus dosa manusia.

Dengan peristiwa Paskah, kita menerima kepastian iman, kepastian hidup yang memberi kemenangan dan kepastian setelah nanti kalau kita meninggal. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Manusia pertama Adam menjadi mahluk yang hidup, tetapi Adam yang akhir menjadi Roh yang menghidupkan.

Adam dilambangkan sebagai “bapa orang berdosa”, sehingga kita semua berada di bawah kuasa (kutuk) dosa. Di dalam hubungan dengan Adam, tiap manusia telah berdosa dan akibat dari dosa adalah kematian. Kristus disebut sebagai yang memulihkan dan menghidupkan kembali. Kebangkitan Kristus adalah suatu penciptaan baru, memulihkan kembali citra manusia di hadapan Allah. Oleh dosa, Adam yang pertama merusak ciptaan, sedangkan oleh kebangkitan Adam yang kedua, memulihkan ciptaan.

Tuhan Yesus Kristus sudah bangkit! Ia hidup!

Tidak diragukan, kebangkitan Yesus telah menimbulkan pengaruh yang radikal pada jiwa kita, yaitu mengasihi orang lain, untuk memberitakan kabar baik kepada orang-orang sengsara, merawat orang yang remuk hati, membebaskan orang-orang tawanan, orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, itulah tanda orang yang sudah dibangkitkan.

 

Oleh: Pnt. Sahala Hutagalung

About the Author: Sorta Meralda Tobing