MATI BAGI DOSA, HIDUP BAGI KRISTUS

Pnt. Robinson Saragih

Pnt. Robinson Saragih

ROMA 6:10–11: Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah. Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.

 Saudara yang kekasih, kematian Yesus di kayu salib adalah kematian semua orang yang percaya terhadap kuasa dosa dalam daging manusia. Oleh kejatuhan Adam maka semua orang menjadi hamba dosa, DAN SEMUA ORANG DIKUASAI OLEH MAUT.

Rasul Paulus mengungkapkan bagaimana perhambaan itu menyebabkan semua orang tunduk terhadap kuasa dosa dan mereka semua dikuasai oleh KEMATIAN atau MAUT. Dan semua orang tidak berdaya mengalahkan kuasa maut yang ada dalam tubuh mereka, sehingga Rasul Paulus berkata: ”Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat” (ROMA 7:19).

Senjata kematian atau maut adalah dosa dan kuasa dosa adalah Hukum Taurat (I KORINTUS 15:56). Hukum Taurat sering dipakai oleh Iblis untuk mengintimidasi manusia yang lemah dan tidak mengerti kebenaran. Ketidaktaatan atau kejatuhan mereka dipakai oleh Iblis untuk memperbudak mereka dan menawan mereka dalam keterikatan dalam dosa dan kerajaan kematian. Rasul Paulus adalah seorang ahli Taurat, mengetahui banyak peraturan dari hukum Taurat dan hukum itu memberitahukan keinginan Allah yang SEJATI. Hukum Taurat tidak bercela, kudus, dan itu adalah suara ilahi dari SANG PENCIPTA. Namun manusia sudah berdosa oleh PEMBERONTAKAN ADAM, sehingga semua anak-anak ADAM kehilangan KEMULIAAN ALLAH, kehilangan KUASA KEALLAHAN, dan mereka dikuasai oleh SETAN melalui KEDAGINGAN mereka. YESUS berulang kali mengatakan bahwa TUBUH atau DAGING ini tidak berguna, daging itu lemah, daging akan melahirkan daging. Semua itu Yesus katakan untuk kita bisa memerhatikan kehidupan ROH. Oleh kelemahan daging maka manusia tidak mampu melakukan hukum Taurat. Oleh kelemahan tubuh manusia mereka melanggar dan tidak MAMPU menaati Hukum Taurat. Oleh kelemahan daging manusia maka Iblis menggunakan hukum Taurat menjadi JERAT sehingga manusia ditawan dalam KERAJAAN MAUT. Rasul Paulus mengatakan dalam ROMA 7:24: Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?

ROMA 7:25: Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.

Rasul Paulus mengatakan: “Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa. Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa. Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia.” (ROMA 6:6–8)

ROMA 6:9 Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia.

ROMA 6:10 Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah.

ROMA 6:11 Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.

Saudara, sebagai orang yang percaya kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan Tuhan bagi kita, maka kita bisa berkata bahwa: ”Aku telah disalibkan dengan Kristus;  namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.” (GALATIA 2:19B–20)

Saudara yang saya kasihi, kita telah disalibkan bersama Kristus, dan hal itu menyebabkan kuasa tubuh maut atau kedagingan kita telah turut mati tersalib. Dan kuasa kematian itu telah berhenti di dalam kita. Dan sekarang kita HIDUP DAN MERDEKA dari tawanan dosa, bebas dari ikatan setan, dan tidak lagi dikuasai oleh kerajaan kegelapan atau kerajaan MAUT. Kita telah dijadikan ciptaan baru oleh KEBANGKITAN KRISTUS. Persekutuan kita dalam kebangkitan Kristus menjadikan kita manusia yang baru yaitu MANUSIA ROH. Oleh iman kita, Kristus tinggal di dalam hati kita dan kita memiliki kehidupan Kristus yang MULIA (EFESUS 3:17).  PERSEKUTUAN DALAM KEMATIAN DAN KEBANGKITAN KRISTUS menyebabkan kita tinggal di dalam Dia dan Dia di dalam kita. Tanpa kita sadari persekutuan kita yang timbul oleh iman dan kepercayaan kita kepada Yesus Kristus, melahirkan kembali kuasa dan kemuliaan Tuhan di dalam roh kita, maka roh kita mengalami kesempurnaan oleh persekutuan dengan Roh Kudus Allah. Tuhan mau supaya kita hidup bagi Dia melalui kita mempersembahkan hidup kita bagi Dia. Tuhan mau supaya kita hidup bagi Kristus agar Dia bisa melalui kita melakukan RENCANA-NYA.

ROMA 12:1–2: Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Saudara, TUHAN ALLAH menghendaki agar kita sebagai umat tebusan menyerahkan hidup kita bagi DIA dengan kerelaan, bukan dengan paksaan. Dia ingin agar kita berjalan bersama Dia melakukan apa yang Bapa inginkan. Bapa ingin mempermuliakan Kristus dan itu berarti TUHAN ALLAH ingin agar KRISTUS bersama dengan TUBUH KRISTUS yaitu GEREJA-NYA dimuliakan. Oleh karena itu kematian kita terhadap dosa merupakan awal kehidupan kita bagi Kristus. Dan semua itu telah YESUS lakukan bagi kita. Oleh karena itu JANGAN lagi MAU hidup terintimidasi oleh SETAN dan SEKUTU-SEKUTUNYA, Saudara adalah orang percaya yang sudah MERDEKA. HIDUPLAH BAGI KRISTUS TANPA INTIMIDASI SETAN. Setan dosa dan maut telah dikalahkan oleh YESUS KRISTUS oleh karena itu HIDUPLAH BAGI KRISTUS dan TETAP TINGGAL DI DALAM KRISTUS. BERSEKUTU DENGAN DIA, maka KEDAGINGAN YANG MATI ITU TIDAK AKAN BANGKIT LAGI. Haleluya, Puji Tuhan.

 

Oleh: Pnt. Robinson Saragih

About the Author: Sorta Meralda Tobing